Elki Kow meraih gelar profesional keduanya musim 2019 dengan menjuarai Seri Final PAGI Pro Series President Cup sekaligus membawa pulang hadiah utama.

Elki Kow berhasil meraih gelar keduanya pada tahun ini. Kemenangannya pada seri pamungkas PAGI Pro Series-President Cup di Emeralda Golf Club kemarin (21/11) sekaligus menempatkannya di posisi teratas daftar peraih poin dari tiga turnamen profesional yang diselenggarakan Perkumpulan Akademi Golf Indonesia (PAGI). Skor total 5-under 511 memberinya kemenangan kedua dari tiga seri PAGI Pro Series.

Bermain tidak dalam kondisi fisik terbaik, Elki memulai upayanya meraih kemenangan dengan membukukan skor 73 pada putaran pertama (19/11).

“Malam hari jelang hari pertama, saya sebenarnya sempat demam tinggi. Awalnya saya sempat berniat untuk mengundurkan diri dan tidak bermain. Tapi akhirnya saya paksakan untuk tetap main,” tutur Elki.

“Saya punya prinsip, selama masih bisa berdiri, bisa berjalan walaupun pelan, saya akan berusaha untuk tetap bermain. Jadi, dalam kondisi tidak fit seperti itu, skor 73 sebenarnya sudah bagus. “

Dengan terpaksa mengonsumsi paracetamol, Elki memulai putaran keduanya dari hole 10 (Lake Course) dengan bogey di hole pertamanya. Ia kemudian mendapat dua bogey lagi dan dua birdie di sembilan hole pertama itu. Namun, eagle di hole 1 memberinya momentum untuk bermain lebih baik.

“Pada hari kedua itu saya main tanpa ekspektasi. Saya berpikir, posisi saya pada akhir hari pertama seharusnya bisa lebih baik. Bukan berarti saya harus selalu ada di posisi teratas, tidak pun tidak apa-apa, tapi saya ingin memainkan permainan saya saja,” tutur Elki lagi. “Eagle itu membangkitkan rasa percaya diri saya sehingga setelah itu bisa mendapat banyak birdie.”

Elki menyudahi putaran kedua dengan menorehkan 6 birdie, sebuah eagle, dan 4 bogey untuk skor 4-under 68 dan mengambil alih puncak klasemen dari Yang Heejun, yang justru harus bermain 76.

Dengan tidak adanya pemain yang bermain sangat istimewa pada putaran final, Elki nyaris tidak terganggu di posisi teratas. Meskipun bermain even par di sembilan hole pertama, dengan menorehkan satu birdie dan satu bogey, Yang Heejun menjadi satu-satunya pemain yang paling dekat bersaing dengan Elki.

Nurdana (kiri) menyabet gelar Lowest Amateur setelah menorehkan skor total 218. Foto: GolfinStyle.

Tiga birdie di hole 4, 8, dan 9 membuat Yang menorehkan skor total 1-under dan membuatnya hanya terpaut dua stroke dari Elki. Namun, ia malah tak kunjung mendapat birdie di sembilan hole terakhir sehingga harus terlempar dari persaingan.

Peter Gunawan sempat menampilkan performa prima dalam 12 hole terakhirnya dengan 5 birdie dan sebuah eagle, setela sebelumnya mendapat tiga bogey. Sayangnya, upaya itu hanya cukup untuk menempatkannya finis di tempat kedua bersama Yang Heejun. Keduanya menorehkan skor total 1-under 215.

Elki sendiri memastikan kemenangan dengan mencatatkan tiga birdie dan menutup turnamen dengan bogey di hole 18. Skor total 5-under 211 sudah jauh dari cukup untuk menang.

Kemenangan kali ini menjadi kemenangan yang istimewa bagi Elki. Tak hanya karena ia bermain dalam kondisi tidak bugar, tapi juga lantaran mendapat dukungan langsung dari sang kekasih.

“Kemenangan kali ini saya persembahkan, pertama-tama, untuk keluarga. Setelah itu, saya dedikasikan juga kepada Tamara, yang memberi motivasi dan menemani sepanjang 18 hole terakhir ini,” tandas Elki.

Konsep President Cup yang menyerupai FedExCup ini kemudian memberi bonus ekstra bagi Elki. Dua kemenangan yang ia bukukan dalam dua seri terakhir menempatkannya di posisi teratas untuk menyabet hadiah uang tambahan senilai Rp100 juta, selain Rp48 juta hadiah kemenangan pada Seri 3.

“Kami ingin ada semacam penyemangat bahwa untuk juara dari seluruh rangkaian PAGI Pro Series ini harus ada yang berbeda. Hadiahnya harus tersendiri dan lebih besar. Tujuannya agar kegiatan ini menjadi lebih menarik dan bisa menjadi target besar yang bisa dicapai oleh para pegolf profesional di Indonesia. PAGI bersama PGATI ingin menjadi penyemangat, memberi pemicu agar para pegolf profesional ini bisa berlomba untuk menjadi yang terbaik,” tutur Syamsul Huda, Presiden Direktur PAGI.

Atlet asal Bangka Belitung, Nurdana, berhasil menyabet penghargaan Lowest Amateur. Ia menorehkan skor terbaiknya dalam turnamen tiga hari ini dengan 2-under 70. Skor total 2-over 218 menempatkannya di peringkat 6, bersama Syukrizal dan George Gandranata.