Ciputra Golfpreneur Tournament presented by Panasonic kembali menghias agenda kompetisi Asian Development Tour musim 2019, Panasonic menegaskan dukungannya untuk edisi 2020.

Untuk keenam kalinya secara berturut-turut, Ciputra Golfpreneur Tournament presented by Panasonic digelar dan menjadi salah satu agenda pada Asian Development Tour. Inilah kolaborasi yang dilandasi kesadaran pentingnya investasi jangka panjang untuk menghadirkan prestasi golf bagi Indonesia.

Turnamen ini sendiri telah berkembang menjadi salah satu turnamen terbaik level regional tersebut sejak pertama kali digelar tahun 2014. Sejumlah pemain pun telah mencatatkan prestasi terbaiknya di golf ketika bertanding di Damai Indah Golf BSD Course ini. Nama-nama, seperti James Byrne asal Skotlandia, Michael Tran dari Vietnam, termasuk juga Miguel Angel Carballo dari Argentina yang memenangkan edisi 2018 lalu, bahkan memenangkan Order of Merit ADT, menjadi beberapa di antaranya.

Selain melambungkan karier, sejak 2014, turnamen ini menjadi salah satu turnamen ADT dengan hadiah uang terbesar. Setelah menyediakan total hadiah senilai US$100.000 pada 2014-2016, nilai hadiah ditingkatkan pada 2017, yang sampai sekarang menyediakan total US$110.000.

Kehadiran turnamen ini sendiri tak terlepas dari peranan Ir. Ciputra yang kerap mendukung perkembangan golf di Indonesia. Sejak 1993, ia telah memprakarsai kehadiran turnamen junior, yang kini memiliki skala internasional, Ciputra Golfpreneur Junior World, yang telah 25 kali diselenggarakan. Turnamen profesional berskala regional ini menjadi komitmen yang level berikutnya dari beliau dan grupnya.

Penyelenggaraan turnamen ini kemudian diperkuat dengan kehadiran perusahaan global asal Jepang, Panasonic, sejak tahun 2016. Panasonic sendiri bukanlah nama baru di kancah golf Indonesia. Selama bertahun-tahun mereka juga berperan menghadirkan Panasonic Open Indonesia, kompetisi lokal yang kemudian mengirimkan pemenangnya untuk bertanding pada ajang Panasonic Open di Jepang.

Baik Grup Ciputra maupun Panasonic merupakan dua perusahaan terkemuka yang memahami pentingnya investasi jangka panjang bagi golf. Mereka sama-sama sadar bahwa prestasi golf bukanlah sesuatu yang bisa tercipta dalam setahun dua tahun sehingga konsistensi penyelenggaraan serta komitmen berkesinambungan merupakan kunci penting untuk mencapai kebanggaan nasional.

Pada edisi 2016 silam, ketika Panasonic pertama kali menjadi bagian dari penyelenggaraan turnamen ini, Presiden Direktur Panasonic Indonesia saat itu, Ichiro Suganuma, sempat mengungkapkan bahwa aktivitas olahraga telah menjadi bagian dari Corporate Social Responsibility perusahaan yang ia pimpin, sekaligus menjadi “wujud terima kasih kami kepada pihak-pihak yang selama ini sudah mendukung kami,” ujarnya waktu itu.

Executive Director PT Panasonic Gobel Indonesia Heru Santoso menjelaskan pentingnya mendukung turnamen ini untuk menginspirasi generasi milenial mengenal golf. Foto: Golfin’STYLE.

Harapan akan hadirnya juara dari Indonesia juga diungkapkan oleh Tadaharu Taguchi, Executive Vice President Director PT Panasonic Gobel Indonesia ketika mewakili Panasonic pada edisi 2018 tahun lalu. Meski mengakui perusahaannya baru mengalami kebangkitan dari kemunduran ekonomi, komitmen Panasonic untuk mendukung turnamen ini tidak berkurang sama sekali.

Lebih istimewa lagi bahwa pada pengumuman akan bergulirnya edisi keenam pada 21-24 Agustus 2019 di Damai Indah Golf Bumi Serpong Damai Course, Executive Director PT Panasonic Gobel Indonesia Heru Santoso menegaskan bahwa pihaknya akan terus melanjukan dukungan mereka sebagai presenting sponsor untuk edisi 2020.

Senada dengan jajaran petinggi Panasonic lainnya, ia juga berharap juara nasional untuk turnamen ini segera lahir.

“Melalui ajang ini tentu besar harapan Panasonic bahwa ada pemenang dari Indonesia pada tahun ini, atau pada tahun yang akan datang,” harap Heru.

Lebih jauh lagi ia juga menyimpan harapan besar bahwa turnamen ini juga bisa ikut menginspirasi generasi milenial untuk melihat bahwa golf adalah olahraga yang sangat bermanfaat sehingga bisa terdorong untuk mulai belajar bermain golf.

“Dengan adanya turnamen seperti ini, harapannya anak-anak generasi milenial juga bisa dipengaruhi dan melihat bahwa golf itu sebenarnya lebih menarik daripada sekadar game,” ujar Heru lagi.

Meskipun secara finansial Grup Ciputra jelas mampu menggelar ajang ini, toh penerimaan terhadap Panasonic membuktikan kesadaran bahwa untuk membangun golf di Indonesia butuh komitmen dan kerja sama dengan banyak pihak. Gotong royong untuk pendanaan sebuah turnamen tak pernah menjadi hal yang tak penting dan selalu relevan, terutama dalam kondisi ekonomi global saat ini.

“Kami bangga bisa menerima dukungan yang berkelanjutan dari perusahaan global, seperti Panasonic. Sejauh ini kami telah menikmati kesuksesan (dalam penyelenggaraan turnamen) dan bangga akan komitmen Panasonic sampai edisi keenam ini,” puji Budiarsa Sastrawinata, Managing Director Ciputra Group.

Miguel Angel Carballo asal Argentina (kanan) menjuarai turnamen ini pada 2018 lalu dalam partai play-off paling epik dalam sejarah Asian Development Tour. Ini menjadi gelar pertamanya di Asia. Foto: Golfin’STYLE.

Investasi Mulai Berbuah
Golf memang membutuhkan investasi jangka panjang. Meskipun pada edisi 2014 silam, William Sjaichudin sempat mencatatkan prestasi terbaik bagi Indonesia dengan finis T2, Indonesia butuh waktu hingga empat tahun kemudian untuk kembali menunjukkan kekuatan terbaiknya. Dalam edisi perdana itu, William hanya kalah dua stroke dari James Byrne, sang juara asal Skotlandia. Skor total 14-under 274 miliknya sempat menjadi skor terbaik bagi pemain Indonesia selama mengikuti turnamen ini.

Hasil menjanjikan sempat tercipta pada edisi 2016 ketika dua pemain amatir terbaik Indonesia saat itu, Naraajie Emerald Ramadhan Putra asal Jawa Barat dan Tirto Tamardi, mencatatkan hasil terbaik di peringkat T18 bersama Danny Masrin. Ketiga pemain muda ini mencatatkan skor akhir 9-under 279.

George Gandranata, yang juga turut hadir dalam jumpa pers pengumuman edisi keenam, mengungkapkan bahwa para pegolf profesional Indonesia mulai bisa menjawab harapan sponsor dan publik Indonesia dengan sejumlah hasil yang solid. Sebagai salah satu pegolf Indonesia dengan peringkat terbaik dunia saat ini, George menegaskan bahwa performa para pegolf Indonesia kini semakin solid dan hanya masalah waktu saja untuk melihat pegolf Indonesia berjaya di negeri sendiri.

“Saya sendiri sekarang sudah bertanding dengan tekad untuk menang, bukan lagi sekadar lolos cut atau finis di jajaran atas,” tegas George, yang kini mendapat motivasi ekstra setelah berumah tangga.

Bagi Indonesia, turnamen sekelas ADT ini juga menjadi sangat penting jika ingin memiliki wakilnya di Olimpiade Tokyo 2020. Dengan batas waktu untuk menembus 300 besar dunia hingga Juni 2020, sejumlah turnamen ADT di dalam negeri menjadi peluang terbaik Indonesia untuk bisa menembus peringkat tersebut.

“Banyak yang bisa menembus 300 besar dunia setelah menang 2-3 kali di level ADT. Peluang paling banyak pasti di turnamen ADT. Kalau siap, di turnamen mana saja kita pasti bisa mendapatkan poin (ranking dunia).”

Dengan level permainan pemain Indonesia saat ini, publik Indonesia jelas bisa berharap skor yang lebih baik pada edisi kali ini.

Leave a comment