Turnamen golf junior dengan sejarah terpanjang di Indonesia, ATI Ciputra Golfpreneur Junior World presented by AKI kembali bergulir pada 21-23 Mei pekan ini. Juara bertahan siap untuk kembali tampil.

Sebanyak 136 peserta yang terdiri dari 19 negara dipastikan akan kembali bersaing untuk menjadi yang terbaik ketika ATI Ciputra Golfpreneur Junior World presented by AKI kembali bergulir pada pekan ini. Turnamen yang dulu dikenal dengan nama Jakarta World Junior Golf Championship ini hadir dengan sejumlah pembaruan yang membawa turnamen ini ke level yang jauh lebih baik daripada edisi-edisi sebelumnya.

Turnamen yang diprakarsai oleh Ir. Ciputra pada tahun 1993 ini kini didukung oleh Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) selaku sponsor utama, dengan Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) selaku mitra sponsor pada edisi perak tahun ini. Visi dari sang pelopor turnamen ini, jelas ditangkap dengan sangat baik oleh kedua asosiasi tersebut untuk ikut berkontribusi bagi perkembangan golf junior di Indonesia.

Selain dari segi nama turnamen yang diperbarui berkat kontribusi penting ATI dan AKI, level turnamen ini juga turut bertambah setelah ikut disokong oleh Junior Golf Tour Asia. Badan yang menaungi turnamen-turnamen golf junior di wilayah Asia Pasifik ini memiliki ikatan erat dengan American Junior Golf Association, yang bertujuan memberikan kesempatan bagi para pegolf di zona Asia Pasifik untuk bisa mengikuti kejuaraan-kejuaraan berkualitas di Amerika.

Tarian asal Papua dipertontonkan kepada seluruh peserta dan tamu undangan sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kebudayaan Indonesia yang kaya. Foto: Golfin’STYLE.

Perubahan juga terjadi dari segi ketentuan pertandingan. Tahun ini hanya akan ada tiga divisi yang dipertandingkan dan hanya akan dimainkan dalam tiga putaran. Selain itu, peserta yang ada di kelompok usia 12-18 tahun kali ini tidak akan ditemani oleh seorang kedi. Hal ini dimaksudkan untuk menempa para pegolf Indonesia untuk terbiasa dalam pertandingan-pertandingan skala internasional yang memang tidak dimainkan dengan ditemani kedi.

Kejuaraan tahun ini akan memperebutkan trofi Ciputra Golfpreneur untuk kategori individual dan beregu, baik untuk putra maupun putri.

Sutopo Kristanto, selaku Ketua Pelaksana kejuaraan ini mengungkapkan bahwa penyelenggaraan tahun ini juga bakal menjadi spesial bagi pegolf putra yang berhasil menjadi juara. Pemenang individu putra akan mendapat slot untuk bermain pada ajang Asian Development Tour, Ciputra Golfpreneur Tournament, yang akan digelar pada 21-24 Agustus mendatang di Damai Indah Golf BSD Course.

Phannarai Meesom-us siap mempertahankan gelar yang ia menangkan dengan susah payah tahun lalu. Foto: Golfin’STYLE.

Juara individu putra asal Malaysia, Zubair Mohd. Firdaus, dan juara individu putri asal Thailand, Phannarai Meesom-us, juga akan kembali berusaha untuk mempertahankan gelar yang mereka peroleh pada tahun lalu. Keduanya bakal bermain dengan pengalaman yang lebih matang ketimbang setahun yang lalu ketika meraih kemenangan pertama mereka pada ajang ini.

Phannarai datang ke Damai Indah Golf PIK Course pekan ini dengan modal yang sangat meyakinkan. Ia menjuarai TGA-SINGHA Junior Golf Championship, kejuaraan yang khusus diadakan sebagai kualifikasi untuk menuju turnamen pekan ini. Ia juga menjuarai TGA-SINGHA Junior Ranking, dan meraih posisi runner-up pada Thailand Ladies Amateur Open, setelah finis di tempat ketiga pada TGA-SINGHA Junior Championship.

“Rasanya turnamen kali ini tidak akan mudah. Tapi saya pasti akan berusaha semaksimal mungkin untuk turnamen kali ini,” ujar Phannarai, yang menorehkan skor 2-under 70 pada putaran final dan menyalip pegolf Afrika Selatan Hannah Reeves.

Zubair Firdaus ketika memenangkan kejuaraan ini pada tahun 2018 lalu. Ia menang dengan keunggulan tujuh stroke dari pesaing terdekatnya kala itu. Foto: Golfin’STYLE.

Sementara itu, Zubair Firdaus tampil ke Jakarta dengan bekal juara Asia Pacific Junior Amateur.

“Saya panitia menyiapkan lapangan ini agar menjadi lapangan yang sangat menantang. Meskipun ada beberapa tee yang dimajukan, tapi ini membuat ada banyak rintangan yang ikut bermain, jadi jelas tidak akan menjadi lebih mudah. Tapi saya sangat bersemangat untuk bisa bermain pekan ini,” ujar Zubair Firdaus, yang tahun lalu memenangkan turnamen ini dengan catatan skor 69-75-75-71.

Dari total 136 peserta, 26 di antaranya merupakan pegolf Indonesia dengan Kentaro Nanayama dan Gabriel Hansel Hari kini berada di peringkat empat dan lima pada JGTA Order of Merit. Kentaro bahkan mendapat modal yang cukup penting ketika ia berhasil menjuarai salah satu turnamen JGTA pada awal tahun ini. Ia juga mengungkapkan, kemenangannya pada saat itu sangatlah penting baginya karena membawanya ke jajaran lima besar Order of Merit. Ia juga menegaskan bahwa dirinya siap untuk kembali tampil pekan ini, setelah tahun lalu harus puas finis di peringkat T8.

Kentaro Nanayama memiliki misi untuk bisa memperbaiki peringkatnya pada Order of Merit JGTA dengan berusaha tampil maksimal pekan ini. Foto: Golfin’STYLE.

Status kejuaraan ini membuat sejumlah negara telah menempatkan ajang ini sebagai ajang wajib bagi para pegolf junior mereka. Negara-negara, seperti China, Jepang, Korea, Australia, Thailand, Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam, Myanmar, China Taipei, Hong Kong, Guam, AS, Inggris, dan Afrika Selatan merupakan negara-negara yang kerap mengirimkan wakilnya ke turnamen ini. Tahun ini Macao dan Republik Ceska juga ikut mengirimkan wakilnya.

“Kami bangga dapat menyelenggarakan turnamen ini secara konsisten setiap tahunnya. Melalui kejuaraan ini, para pegolf junior Indonesia berkesempatan untunk bertanding dalam level kompetisi internasional. Dengan demikian, mereka terbiasa bermain dalam atmosfer kompetisi yang tinggi,” ujar Nararya Ciputra Sastrawinata, Komisaris Damai Indah Golf.

Leave a comment