Sepasang eagle melambungkan Sebastian Muñoz ke puncak klasemen ZOZO CHAMPIONSHIP @ SHERWOOD.

Tidak ada yang bersinar segemerlap permainan Sebastian Muñoz pada putaran pertama ZOZO CHAMPIONSHIP @ SHERWOOD. Bermain di antara para pegolf top sejagat, pegolf Kolombia ini membukukan skor 8-under 64 dan memegang keunggulan satu stroke. Permainannya kemarin (22/10) diwarnai dengan sepasang eagle yang ikut melambungkan namanya ke puncak klasemen.

Meski demikian, pegolf berusia 27 tahun ini justru memulai permainannya dengan bogey di hole 1. Usai pukulan tee-nya masuk rough, ia memang berhasil mengantarkan bola memasuki green, tapi justru butuh tiga putt sehingga harus mendapat bogey.

Toh ia tak membiarkan hole 1 itu merusak seluruh permainannya. Ia lekas mengatasinya dengan membukukan empat birdie di lima hole berikutnya, sebelum akhirnya melambung ke posisi teratas usai mencatatkan eagle di hole 7 dan 16. Ini merupakan kali keempat dalam kariernya ia menjadi pimpinan klasemen atau berbagi puncak klasemen pada putaran pertama ajang PGA TOUR.

 

 

Muñoz kian memantapkan posisinya di jajaran elite PGA TOUR usai meraih gelar pertamanya pada musim gugur tahun 2019. Prestasi itu ikut membawanya mengakhiri klasemen FedExCup musim 2019-2020 di peringkat 8, peringkat tertingginya sejauh ini. Ia sendiri tiba di Sherwood dengan hasil solid pada THE CJ CUP @ SHADOW CREEK, finis di peringkat 9.

Melihat bekal yang meyakinkan tersebut, rasanya tidak mengherankan jika bogey di hole pertamanya itu tidak membuyarkan konsentrasinya. Malahan ia menciptakan momen luar biasa ketika memasukkan pukulan approach dengan 9-iron di hole 7 par 4 itu. Lalu eagle keduanya juga tercipta usai pukulan pitching yang cekatan di hole 16 par 5, meskipun ia membutuhkan sedikit keberuntungan usai pukulan keduanya memukul pohon sehingga bolanya terhindar dari area penalti.

”Jarang-jarang hal seperti ini terjadi,” ujar Muñoz menyinggung putaran pertamanya, yang juga diwarnai dengan 8 birdie, 2 bogey, dan satu double bogey. ”Di hole 7 itu, kedi saya cuma bilang kalau jarak ini sangat bagus dimainkan dengan 9-iron. Jadi, saya hanya berfokus melakukan swing sebagus mungkin dan bola saya mulai bergerak 4 yard ke kiri, lalu mulai memotong dengan bagus ke arah pin, dan begitu melihat orang-orang memberi sinyal, artinya hasilnya bagus.

”Di hole 16, kami pikir bolanya bakal masuk air, tapi untungnya jatuh tak jauh dari rintangan air (setelah bola menghajar pohon usai pukulan kedua). Lalu saya memukul dari sana dan berhasil langsung memasukkannya (untuk eagle kedua) … benar-benar puas rasanya,” sambung pegolf yang juga memimpin pada kategori Strokes Gained: Tee to Green dan Around the Green.

 

Justin Thomas harus bermain even par di sembilan hole pertama, sebelum kemudian mencatatkan skor 29. Bersama Tyrrell Hatton, ia kini menempel Sebastian Muñoz. Foto: Getty Images.

 

Tyrrell Hatton dan Justin Thomas Menempel
Pegolf Inggris yang tengah berada dalam kondisi prima Tyrrell Hatton menempel Muñoz bersama Justin Thomas dengan hanya berjarak satu stroke. Selain baru saja memenangkan gelar European Tour dua pekan lalu, Hatton juga finis T3 pada THE CJ CUP pekan lalu. Ia juga sukses meraih gelar PGA TOUR pertamanya saat menjuarai Arnold Palmer Invitational presented by Mastercard bulan Maret 2020 lalu.

”Saya pikir bisa pulang setelah U.S. Open memberi dampak besar buat saya. Saya bermain sekitar 8,5 bulan di Amerika Serikat … ini waktu yang lama jauh dari keluarga dan teman-teman. Dan saya berlatih dengan ayah saya, yang juga pelatih saya, yang belum saya jumpai sejak THE PLAYERS. Sebelumnya, kami hanya bisa melakukan FaceTime,” jelas Hatton.

”Sejujurnya, semuanya cukup solid hari ini. Pastilah beberapa kali saya mendapat keberuntungan, pukulan-pukulan buruk saya hari ini berakhir di posisi yang ckup bagus. Semoga saja saya bisa main bagus dalam tiga hari berikutnya dan menuntaskan tiga pekan turnamen dengan positif.”

Thomas sendiri berhasil bangkit usai hanya bermain even par di sembilan hole pertamanya. Skor 29 berkat lima birdie dan eagle di hole 16 membantunya mencatatkan skor 29 di sembilan hole terakhir.

”… di hole 2 bola saya meliuk keluar lubang, tiga putt yang buruk di hole 7, jadi hal-hal kecil seperti itulah yang merintangi. Namun, saya perlu untuk tetap sabar.” — Justin Thomas.

”Saya main bagus di sembilan hole pertama, hanya berusaha tetap sabar. Pada beberapa putt yang meleset, pembacaan green saya kurang bagus. Kalau saja bola saya begulir seinchi lagi di hole 1, pasti saya dapat birdie. Lalu di hole 2 bola saya meliuk keluar lubang, tiga putt yang buruk di hole 7, jadi hal-hal kecil seperti itulah yang merintangi. Namun, saya perlu untuk tetap sabar,” ujar Thomas, yang mengincar gelar PGA TOUR ke-14 pekan ini.

Sementara itu, juara bertahan Tiger Woods harus menerima putaran pertama yang sangat mengecewakan usai membukukan skor 76. Setahun setelah menyamai rekor 82 kemenangan Sam Snead di Jepang, banyak yang berharap Woods bakal kembali tampil dominan ketika bermain di Sherwood. Namun, ia tampak kesulitan ketika bermain di lapangan yang telah memberinya lima gelar ini. Pukulan tee-nya jauh dari harapan, bolanya hanya mencapai 7 fairway, dan ia hanya 10 kali memenuhi green in regulation. Selain itu, ia juga bermain 3-over di seluruh hole par 5 sehingga menyamai performa par 5 terburuknya dalam satu putaran PGA TOUR.

Adapun Juara RBC Heritage Satoshi Kodaira dan Rikuya Hoshino sama-sama berada di posisi T17 dan memimpin kontingen Jepang, yang pekan ini diikuti oleh delapan pegolf. Keduanya sama-sama membukukan skor 4-under 68. Adapun peraih tempat kedua tahun lalu, Hideki Matsuyama, bermain dengan skor 2-under 70.