Pegolf Selandia Baru yang kini berada di peringkat kelima Order of Merit PGA TOUR Series-China Nick Voke berhasil membukukan eagle di hole 18, yang membantunya menorehkan skor 5-under 65 untuk berada ke puncak klasemen pada Clearwater Bay Open. Pegolf Italia Cristiano Terragni sebelumnya sempat mencatatkan skor terendah dengan 4-under 66 setelah berhasil mengatasi embusan angin kencang di Clearwater Bay Golf and Country Club. Raihannya itu kemudian disamakan oleh pegolf Swedia Oskar Arvidsson, pegolf Thailand Gunn Charoenkul, Deyen Lawson dari Australia, dan duo Amerika Benjamin Lein dan Matthew Negri. Persaingan di Clearwater Bay pekan ini memang menjadi kian seru lantaran para pemain tengah mengejar finis di lima besar pada Order of Merit untuk mengamankan tempat pada Web.com Tour musim depan. Selain itu, persaingan untuk masuk sepuluh besar juga berlangsung agar mereka bisa masuk ke tahap akhir kualifikasi. Voke melambungkan namanya setelah sempat finis T4 pada Suzhou Open awal bulan lalu, kemudian menjuarai Qinhuangdao Championship dan Macau Championship, sebelum akhirnya finis T16 pada Zhuhai Championship pekan lalu. Dan kini ia membuka kesempatan untuk meraih gelar PGA TOUR Series-China ketiganya dengan birdie di hole 5, 9, dan 11 sebelum meraih bogey pertamanya di hole 14 dan menorehkan birdie lagi di hole selanjutnya. Ia lalu menutup dengan eagle di hole terakhir. Sepanjang putaran pertama itu, ia hanya meleset memukul ke satu fairway dan dua green in regulation. “Jujur saja, saya cukup terkejut karena kondisi di lapangan sungguh menantang. Lapangannya dimainkan sangat sulit dan angin kian mempersulit. Saya berhasil bermain dengan cerdas dan mengeksekusi sejumlah pukulan yang bagus, plus eagle yang keren di hole terakhir,” tutur Voke, satu-satunya yang berhasil menorehkan eagle di hole 18 tersebut.  
Gunn Charoenkul mengekspresikan kegembiraannya membukukan hole-in-one di hole 14. Foto: Liu Zhuang/PGA TOUR Series-China.
  “Hole 18 itu hole yang sulit untuk driving dan dari tee, ada bunker dengan carry sekitar 330 yard, dimainkan downhill 25 yard, jadi 305 yard dengan bantuan angin. Saya pikir jarak itu masih bisa dicoba, jadi saya berusaha memukul sedikit fade dari kiri ke kanan, tapi malah memukul lurus. Saya sudah berharap agar bola tidak masuk bunker, tapi ternyata bolanya melambung jauh. Ada sisa 163 yard, dan saya memukul dengan 7-iron dan memasukkannya, jadi ini cara terbaik untuk menutup putaran pertama.” Bagi Voke, lapangan Clearwater Bay Golf and Country Club ini bukanlah lapangan yang asing. Sebelumnya, ia sempat mengikuti Asia-Pacific Amateur Championshipp 2015. “Kala itu saya berada dalam persaingan, tapi malah terlempar dan menuntaskan tiga hole terakhir dengan 7-9-4, jadi senang rasanya hari ini bisa finis 3-4-3,” imbuhnya. Sementara itu, pegolf Italia Terragni juga sempat memberi kejutan dengan memimpin klasemen sampai Voke muncul. Pegolf berusia 28 tahun ini memang tengah beusaha untuk meningkatkan peringkat Order of Merit-nya. Saat ini ia berada di posisi 94. “Saya merasa solid dan mengambil beberapa risiko, tapi saya masih bisa main tanpa bogey, jadi saya sangat gembira,” ujar Terragni yang hanya berjarak satu stroke dari Voke. “Main tanpa bogey lagi besok tentu bagus. Entah berapa birdie yang bisa saya dapatkan, tapi main tanpa bogey saja sudah hebat.”
“… tiap kali dia (Koi) membawa tas saya, saya main bagus, …. Dia menjadi jimat keberuntungan buat saya.” – Gunn Charoenkul
Pegolf Thailand Gunn Charoenkul juga berhasil menarik perhatian dengan cara yang berbeda. Bermain bersama Voke dan pegolf China Yi Cao, berhasil membukukan hole-in-one di hole 14 par 3, yang dimainkan sejauh 142 yard. Ia menggunakan pitching wedge di sana dan sempat berada di puncak klasemen bersama Terragni, lalu memimpin sendirian setelah birdie di hole 17. Sayangnya, ia justru kena double bogey di hole 18 sehingga harus puas dengan skor 67. “Saya pikir ini merupakan hole-in-one pertama saya dalam sebuah turnamen dan ketiga seumur hidup saya. Saya melihat Nick (Voke) memuul melewati pin ke kanan dan dari sana bolanya bergulir hingga jarak sekitar 10 kaki, dan saat memukul bola saya, saya lihat jalurnya lumayan bagus, tapi saya tak berharap menjadi hole-in-one. Saya pikir bola bakal berhenti di kanan depan, lalu mendadak bolanya menghilang,” ujar Gunn. Pegolf Thailand yang belakangan ini lebih banyak berfokus pada Japan Golf Tour memuji kedinya, Koi, yang merupakan kekasihnya. “Ia sudah banyak membantu saya dalam empat atau lima turnamen, dan tiap kali dia membawa tas saya, saya main bagus, jadi saya sangat senang jika dia menjadi kedi saya. Dia menjadi jimat keberuntungan buat saya,” ujar Gunn lagi. Sementara itu, wakil Indonesia pada PGA TOUR Series-China, Rory Hie hanya bisa brmain dengan skor 2-over 72. Ia tampak kesulitan mendapatkan birdie di sembilan hole pertama yang dimulai dari hole 10. Malahan Rory akhirnya harus membukukan lima bogey. Beruntung ia berhasil menutup putaran pertama dengan tiga birdie berturut-turut di tiga hole terakhirnya.

Leave a comment