Duo Thailand, Kiradech Aphibarnrat dan Jazz Janewattananond siap berlaga pada ajang THE CJ CUP @ NINE BRIDGES besok (17/10).

Dua wakil Asia Tenggara asal Thailand, Kiradech Aphibarnrat dan Jazz Janewattananond menegaskan semangat mereka untuk tampil pada THE CJ CUP @ NINE BRIDGES besok (17/10). Keduanya menjadi bagian dari total 20 pegolf Asia yang berlaga pada pekan ini. Baik Kiradech, maupun Jazz juga menikmati sesi berlatih mereka pekan ini bersama pelatih swing kenamaan asal Inggris, Pete Cowen.

Kiradech akan melakoni debutnya pada PGA TOUR musim 2019-2020 setelah suskes mempertahankan kartu TOUR dengan finis di posisi 83 pada FedExCup. Meski cedera pada lutut kanannya belum pulih sepenuhnya, pemukul jauh asal Thailand ini optimis baka menampilkan performa meyakinkan pada seluruh rangkaian ajang PGA TOUR yang menyuguhkan hadiah besar di Asia pada bulan ini.

“Saya merasa lebih sehat, berat saya juga sedikit turun, dan saya merasa lebih kuat. Saya sudah berlatih layaknya seorang atoet, tapi masih banyak hal yang mesti dilatih. Lutut kanana saya perlahan-lahan mulai sembuh dan semoga bisa sepenuhnya pulih,” ujarnya.

Sejak cedera yang ia peroleh pada Masters Tournament bulan April 2019 lalu, Kiradech berjuang keras untuk menampilkan permainan terbaiknya. Cedera ACL (anterior cruciate ligament) yang ia derita benar-benar menghambat performanya sehingga ia terpaksa harus absen beberapa waktu dari turnamen kompetitif.

“Permainan saya kini merasa jauh lebih baik setelah meluangkan beberapa sesi dengan Pete (Cowen) dalam dua hari terakhir ….” – Kiradech Aphibarnrat

Kiradech pun mulai menjalani terapi dengan fisioterapis Anthony Gheogegan, fisioterapis yang juga menangani atlet-atlet Olimpiade, seperti Usain Bolt. Terapi yang ia lakoni ini kemudian ia yakini mulai membuatnya merasa lebih lega.

“Saya menghabiskan tiga hari bersama dia dan dialah orang pertama yang bisa membantu meningkatkan kondisi lutut saya. Ia memanfaatkan perpaduan chiropractic dan fisio dan perawatan jaringan lunak. Tapi yang jelas perawatan ini berhasil meredakan rasa sakit pada lutut kanan saya,” tutur Kiradech.

“Permainan saya kini merasa jauh lebih baik setelah meluangkan beberapa sesi dengan Pete (Cowen) dalam dua hari terakhir dan kalau bisa mempertahankan performa meyakinkan hingga hari Minggu, Anda mungkin bisa melihat beberapa hal positif. Kami melatih beberapa hal untuk memastikan agar saya bisa melakukan segalanya dengan baik.”

Pegolf berusia 30 tahun ini yakin ia bisa menghadirkan dampak yang lebih meyakinkan lagi pada musim keduanya bermain pada PGA TOUR. “Saya makin terbiasa dengan PGA TOUR, para pemainnya, dan lapangan-lapangan golfnya. Saya mulai merasa seperti di rumah sendiri sekarang,” imbuh mantan pegolf No.1 Asian Tour ini.

Bekal Performa Prima, Jazz Siap Hadirkan Performa Terbaik
Sementara itu, rekan senegaranya yang lebih muda darinya, Jazz, juga ikut menjadi bagian dari total 78 peserta elit di Jeju pekan ini. Ia memastikan hak bermain pada rangkaian Asian Swing mulai pekan ini lantaran ia masih berada di puncak Habitat for Humanity Standings Asian Tour. Juara Korean Open ini pun berniat untuk memaksimalkan tiga turnamen PGA TOUR dalam tiga pekan ini untuk menguji kemampuannya menghadapi para pegolf terbaik dunia.

Seperti halnya rekan senegaranya, Kiradech Aphibarnrat, Jazz Janewattananond, juga menikmati sesis berlatih bersama Pete Cowen, yang ia yakini kerap membantu memberikan arahan dalam permainannya. Foto: Asian Tour.

THE CJ CUP @ NINE BRIDGES besok akan diikuti pula oleh pegolf No.1 Dunia Brooks Koepka, yang juga merupakan juara bertahan, Juara FedExCup 2017 Justin Thomas yang menjuarai turnamen ini pada edisi perdananya, Jordan Spieth, Phil Mickelson, Juara U.S. Open 2019 Gary Woodland, dan Sergio Garcia.

“Ini lapangan yang sangat berat, lapangan bagi para pemukul bola sejati, dan Anda juga mesti memiliki performa putting yang prima. Lapangan ini akan menguji seluruh aspek permainan Anda. Dan itulah yang bisa Anda harapkan dari sebuah ajang PGA TOUR. Selain itu, ada para pemain terbaik di sini, yang bermain di Tour terbesar di dunia. Saya senang berkesempatan berada di sini dan bersaing menghadapi mereka,” tutur Jazz.

Selain memuncaki Habitat for Humanity Standings Asian Tour, sebutan untuk Order of Merit Asian Tour dalam kolaborasinya dengan Habitat for Humanity, Jazz juga telah menghasilkan sejumlah performa yang mengagumkan ketika bermain pada Japan Golf Tour. Belum lama ini ia telah dua kali finis di lima besar, yang sekaligus memberinya hak bermain pada ZOZO CHAMPIONSHIP pekan depan.

“Sebulan yang lalu, saya sebenarnya mengalami kesulitan dengan permaiann saya. Saya merasa kesulitan untuk memukul bola dengan baik, tapi mulai menemukan ritmenya lagi. Dan dengan dua kali finis di lima besar (di Jepang), saya berharap bisa melanjutkan tren positif ini,” sambungnya lagi.

“Sudah jelas saya mengalami peningkatan, tapi tidak ada jaminan bahwa saya segera bisa bermain di PGA TOUR. Hal itu hanya akan terjadi ketika saya berhasil melakoninya.” – Jazz Janewattananond

“Bisa mengikuti tiga ajang besar ini merupakan peluang yang sangat baik buat saya, ini impian yang jadi kenyataan. Pada awal tahun ini, tiap pemain pasti ingin mencapai target-target seperti ini. Saat itu saya mengungkapkan keinginan untuk bermain pada CJ, ZOZO, dan HSBC (WGC-HSBC Champions di China) dan semuanya bisa terwujud.”

Jazz jelas berharap bisa mengikuti jejak Kiradech menuju PGA TOUR, tapi ia juga tidak berniat untuk terburu-buru.

“Tak perlu buru-buru karena ada proses selangkah demi selangkah yang harus dijalani. Sudah jelas saya mengalami peningkatan, tapi tidak ada jaminan bahwa saya segera bisa bermain di PGA TOUR. Hal itu hanya akan terjadi ketika saya berhasil melakoninya. Saya hanya ingin terus meningkatkan permainan dan dalam tiga pekan ke depan, akan ada peluang buat saya untuk melihat bagaimana kemampuan saya (menghadapi para pegolf terbaik di dunia). Hal positifnya ialah saya bia berlatih bersama Pete (Cowen) pekan ini. Saya tidak tahu kalau dia bakal ke sini (Korea). Dia selalu bisa memberikan arah yang saya butuhkan dalam permainan saya.”

Selain Kiradech dan Jazz, yang menjadi wakil Asia Tenggara dan Thailand, wakil Asia lainnya ialah C.T. Pan asal China Taipei, Hideki Matsuyama asal Jepang, plus 16 pegolf tuan rumah.

Leave a comment