Park Inbee dan Park Heeyoung berbagi posisi teratas pada putaran kedua HSBC Women’s World Championship.

Park Inbee dan Park Heeyoung jelas memiliki putaran yang berbeda dengan 18 hole pertama yang mereka mainkan kemarin. Kedua pegolf ini mencatatkan hasil yang berbeda yang membuat dua sahabat ini sama-sama mencatatkan skor 11-under 133.

Bagi Inbee, Sentosa Golf Club hari ini (30/4) seakan benar-benar menguji permainannya di atas green. Persis ketika ia menikmati performa putter luar biasa yang membuatnya hanya membutuhkan 26 putt untuk mencatatkan delapan birdie, kali ini ia harus kesulitan dalam membaca jalur putt.

Hal itu terlihat dari permainannya di sembilan hole pertama. Meskipun mendapatkan sejumlah peluang sejak hole pertama, ia baru bisa mendapatkan birdie pertamanya di hole 7, setelah mencatatkan bogey pertamanya pada pekan ini di hole 3.

”Saya merasa sedikit dikhianati oleh putter saya hari ini. Ada beberapa putt yang salah saya baca, tapi masih bisa berjuang dengan baik, terutama di sembilan hole pertama,” tutur Inbee.

 

 

”Sudah jelas ada banyak kesempatan di sembilan hole terakhir, tapi bukan karena permainan putting saya yang bagus hari ini.”

Statistik permainannya menunjukkan performa putter-nya menjadi kendala baginya hari ini. Permainan driver dan iron-nya masih terbilang konsisten setelah berhasil memukul bola ke 13 dari 14 fairway, dan 13 dari 18 green.

”Seharusnya saya bisa bermain 7 atau 8-under kalau saja putter saya bekerja sedikit lebih baik. Hari ini bukan putting terbaik saya,” imbuh pemain yang kali ini membutuhkan 28 putt untuk mencatatkan skor 3-under 69.

”Saya pikir kendalanya hanya masalah membaca jalur putt. Dalam empat hole pertama, saya dan suami berpikir kami membaca green dengan sempurna, namun ternyata keliru. Jelas bolanya tidak bergulir sesuai jalur yang kami baca. Salah satu gundukan di green membuat kami sangat kebingungan, bakal break ke mana ataukah tidak ada break. Pengalaman seperti ini tidak sering terjadi, tapi bisa terjadi ketika ada keragu-raguan, sepertinya ke kanan, tapi malah ke kiri.”

Inbee berharap bisa kembali mengembalikan ketajaman putter-nya dengan kembali melatih irama putting-nya, meski bakal ia lakukan di kamarnya. Dan meskipun sulit menutupi kekecewaannya, ia masih bisa menikmati putaran kedua bermain dengan sahabatnya, Heeyoung.

 

 

”Usia kami hampir sama dan kami termasuk pemain yang lebih tua di Tour. Jadi, kami mengobrol bagaimana cuaca ini benar-benar menyiksa mengingat kami tak lagi semuda sepuluh tahun lalu. Dia pemain yang hebat. Swing-nya selalu bagus dan dia juga mahir memukul bola. Saya tak sabar untuk kembali bermain dengannya besok dan semoga kami bisa bermain dengan baik dalma dua hari ke depan.”

Heeyoung sendiri menikmati bermain dengan Inbee, yang sudah ia kenal dalam dua puluh tahun terakhir.

”Kami lulus dari SMA yang sama di Korea, jadi saya sudah mengenalnya sejak lama, mungkin hampir 20 tahun. Lalu kami sama-sama punya suami dan sama-sama bermain di Tour,” tutur Heeyoung. ”Kami banyak membahas hal-hal personal di lapangan. Makanya permainan golf kami terasa sedikit lebih menyenangkan.”

Heeyoung jelas patut merasa senang dengan fakta bahwa ia sama-sama memimpin HSBC Women’s World Championship bersama sahabatnya itu. Namun, ia juga harus mengakui bahwa putaran kedua di Sentosa Golf Club ini lebih berat. Hal itu, misalnya, terlihat oleh skor terendah pada hari ini ialah 6-under 66, yang dibukukan oleh pegolf Australia Hannah Green dan pegolf AS Ally Ewing

Jika Inbee harus menunggu hingga hole 7 untuk mendapatkan birdie pertama, Heeyoung melakukannya di hole 6, setelah bermain par di lima hole sebelumnya.

 

Lin Xiyu dari China menjadi salah satu pesaing terdekat Park Heeyoung dan Park Inbee dengan skor 9-under 135. Foto: Lionel Ng/Getty Images.

 

”Saya sedikit kesulitan di beberapa hole pertama, dan kemudian setelah kami mendapat beberapa birdie, saya mulai bisa bermain agresif,” tutur pegolf berusia 33 tahun ini.

Meskipun pada satu periode ia saling bertukar birdie dengan Inbee, Heeyoung memilih untuk mengabaikan papan klasemen yang tersebar di beberapa lokasi di Tanjong Course itu untuk menjaga fokusnya. Ia bahkan baru tahu ketika putt birdie yang ia lakukan di hole 18 membawanya berbagi puncak klasemen dengan Inbee.

”Saya pikir itulah putt terbaik saya tahun ini,” ujarnya. ”Menurut saya, ketika memiliki pesaing yang tangguh dan kami berbagi skor yang serupa dan ada di posisi yang sama, saya pikir pilihan terbaiknya ialah terus berjuang, main agresif. Saya pikir (bisa berada di puncak klasemen) adalah hal yang baik buat saya, menantang. Jadi, saya ada di posisi yang bagus saat ini.”

Inbee dan Heeyoung akan memulai putaran ketiga besok dengan keunggulan dua stroke. Mereka ditempel oleh pegolf China Lin Xiyu dan rekan senegara mereka, Kim Hyo Joo, yang dalam dua putaran ini sama-sama membukukan skor 67 dan 68.

Sementara itu, pegolf Spanyol Carota Ciganda dan pegolf Korea lainnya Ryu Soyeon menempati peringkat ke-5 dengan skor total 8-under 136.