An Byeonghun dan Im Sungjae membentuk satu tim yang siap memberi kejutan pada Zurich Classic of New Orleans.

An Byeonghun hanya meminta satu hal kepada rekannya, Im Sungjae, menjelang ajang Zurich Classic of New Orleans. Ia ingin Im menjadi dirinya sendiri ketika keduanya memulai perjuangan mereka pada ajang beregu yang berlangsung mulai hari ini.

”Tak ada hal lain yang ingin saya sampaikan … Sungjae pemain yang tangguh, jadi yang ia butuhkan sebenarnya cukup menjadi dirinya sendiri. Ia memainkan permainannya, dan saya memainkan permainan saya … hanya itu,” ujar An menjelang ajang yang memperebutkan total US$7,4 juta dan menampilkan 80 pasang pemain di TPC Louisiana ini.

Keduanya sama-sama melakoni debut mereka pada Presidents Cup 2019 lalu. Masing-masing telah menyumbangkan 3,5 dan 2 poin dan tampil di seluruh sesi yang dipertandingkan, meskipun tidak dipasangkan bersama-sama oleh Kapten Ernie Els pada saat itu.

Pekan ini, format Four-Ball akan digunakan pada putaran pertama dan ketiga, sedang Foursome dimainkan pada putaran kedua dan final. Dengan demikian, keduanya berkesempatan menguji kemitraan mereka untuk pertama kalinya, sekaligus menciptakan kesan bagi Kapten Tim Internasional saat ini, Trevor Immelman, untuk memilih keduanya pada Presidents Cup 2022 yang akan dimainkan di Quail Hollow.

”Saya tidak dipasangkan dengan Ben saat Presidents Cup, tapi kami masih dalam satu tim. Sayangnya kami tidak memenangkan ajang tersebut, tapi pekan ini, saya sangat ingin main bagus dan mendapatkan hasil yang bagus juga,” timpal Im.

Sejauh ini Im telah menikmati musim yang solid. Ia sudah tiga kali mencapai sepuluh besar dan kini berada di peringkat 23 pada klasemen FedExCup. Sementara itu, An justru mengalami hal yang sebaliknya setelah empat kali gagal lolos cut, sesuatu yang pertama kali ia alami dalam karier PGA TOUR-nya.

Meski demikian, kembali bermain di TPC Louisiana mungkin akan memberikan dampak positif bagi An. Mantan juara U.S. Amateur Champion ini mencatatkan finis runner-up pertamanya pada PGA TOUR ketika bermain pada ajang ini tahun 2016 silam. Itulah tahun terakhir ajang ini dimainkan dengan format stroke play individu.

Dengan Im, kini No.19 Dunia, bermain bersamanya, An merasa yakin mereka bisa menantang juara bertahan Jon Rahm/Ryan Palmer, dan pasangan top lain, seperti Xander Schauffele/Patrick Cantlay, Matt Wolff/Collin Morikawa, Justin Rose/Henrik Stenson, serta Marc Leishman/Cameron Smith.

”Sungjae seperti mesin swing. Pukulannya bagus dan ia memukul lurus seperti robot,” ujar An menyinggung rekannya, yang juga memiliki julukan Iron Byron dan Iron Man itu.

”Jadi, saya merasa nyaman dan bisa mengandalkan dia. Dia rekan yang bagus dalam hal itu. Pukulannya jarang meleset. Yang harus kami lakukan tinggal memukul lebih banyak ke fairway dan memasukkan lebih banyak putt. Saya tak perlu khawatir tentang dia, dia yang terbaik,” tutur An yang kini menempati peringkat 152 pada klasemen FedExCup.

Im juga turut memuji rekannya tersebut. ”Ben memiliki kedua tangan yang sangat mahir. Dia pegolf alami. Saya berharap punya kemampuan alami seperti yang ia miliki. Saya pikir saya bisa belajar banyak hal dari dia pekan ini,” tuturnya.

Format beregu pekan ini jelas memberi penyegaran bagi kedua pegolf Korea ini, terutama setelah selalu bermain dalam format individu. ”Kami bisa menikmati format ini,” sambung Im. ”Memang tidak ada tekanan, tapi saya berharap kami main bagus sepanjang akhir pekan. Pasti sangat menyenangkan bisa mencatatkan skor yang bagus dan tidak masalah juga jika tidak mendapatkannya. Bagaimanapun permainan kami nantinya, kami akan menikmati pekan ini dan melakukan yang terbaik sebagai satu tim.”

An menyebutkan pengalamannya pada Presidents Cup telah memberinya kebanggaan tersendiri. ”Pekan ini akan sedikit berbeda karena saya hanya berpasangan dengan Sungjae. Bagaimanapun juga, saya harus memastikan tidak membuatnya merasa tertekan, jadi saya mesti main bagus. Sekali setahun, saya menikmati bermain dalam sebuah tim dan saya menyukainya,” tandas An.