Kiradech Aphibarnrat dan Anirban Lahiri meramaikan persaingan pada ajang Bermuda Championship.

Angin kencang kerap menjadi tantangan berat bagi para pegolf kelas dunia sekalipun. Namun, Kiradech Aphibarnrat dan Anirban Lahiri justru menjadi dua dari beberapa pemain yang mampu mengatasinya. Masing-masing mencatatkan skor 5-under 66 dan 1-under 70 untuk meramaikan persaingan pada ajang Bermuda Championship. Keduanya pun membuka peluang untuk meraih gelar PGA TOUR pertamanya.

Kiradech menjadi satu-satunya pemain yang mampu bermain tanpa bogey pada putaran kedua kemarin (30/10). Meskipun Port Royal Golf Course kala itu didera embusan angin kencang hingga 56 km/jam, ia berhasil membukukan skor totoal 5-under 137 dan kini ada di posisi T6 dan berada tiga stroke di belakang Ryan Armour dan Wyndham Clark, yang menorehkan 8-under 134.

Mantan pegolf No.1 Asian Tour ini menampilkan salah satu permainan terbaiknya dengan menorehkan birdie di hole 2, 5, 12, 13, dan 14. Meskipun ia tujuh kali gagal memenuhi green in regulation, ia melakukan scramble untuk par yang luar biasa sehingga mempertahankan jarak yang cukup bagus dari duo pimpinan klasemen.

”Dalam kondisi seperti ini, saya bisa bilang inilah putaran terbaik bagi saya sepanjang musim ini. Saya sedikit kesulitan sejak awal tahun ini. Semoga kali ini menjadi titik balik buat saya,” ujar pegolf Thailand pertama yang bermain pada PGA TOUR ini.

”Suasana ini seperti di Skotlandia hanya saja … saya tak perlu menggunakan empat sampai lima lapis baju.” — Kiradech Aphibarnrat.

Kiradech hanya sempat tampil dalam tujuh turnamen dalam musim 2019-2020 yang diperpendek. Ia sendiri kemudian memilih untuk pulang ke Bangkok untuk memulihkan cedera yang ia peroleh pada Masters Tournament tahun lalu. Dalam tiga turnamen musim 2020-2021 yang ia ikuti, ia sudah dua kali gagal lolos cut dan hanya finis T70 sebagai finis terbaiknya.

Namun, pemegang empat gelar European Tour ini terlihat bermain dengan nyaman dalam suasana berangin. Permainannya yang agresif pun membuahkan hasil. ”Saya hanya berusaha membuat birdie. Saya tahu kalau hasil tersebut benar-benar mengubah hari saya. Semua orang pasti mengalami kondisi yang sangat berat dan kemudian saya memainkan 16 hole pertama saya tanpa bogey dan membukukan lima birdie, yang berujung pada sebuah putaran yang sangat bagus,” ujarnya. ”Suasana ini seperti di Skotlandia hanya saja cuacanya lebih hangat. Ketika tiba pagi tadi, saya seakan sulit mempercayai kalau kami akan bermain dalam kondisi yang sedemikian. Namun, saya sadar kalau saya sering bermain di Eropa dan anginnya sangat mirip. Yang membedakan ialah saya tak perlu menggunakan empat sampai lima lapis baju.”

Menjelang putaran ketiga ia berharap putter-nya tetap tajam. Sejauh ini ia berada di peringkat 8 untuk kategori total putt per green in regulation. Dalam 71 turnamen PGA TOUR yang ia mainkan sampai saat ini, ia telah finis di tempat ketiga dalam dua turnamen PGA TOUR. Ia menyebut karakter rumput yang mirip dengan lapangan di Asia menjadi salah satu yang ikut memberinya rasa nyaman untuk bermain di Port Royal Golf Course. ”Mungkin saja pekan ini menjadi titik balik buat saya dan saya bisa kembali menampilkan permainan golf yang sesungguhnya,” tandasnya.

Lahiri sendiri tengah berada dalam kondisi yang solid menyusul finis sepuluh besar pertamanya dalam dua tahun pada ajang Corales Puntacana Resort & Club Championship. Ia sendiri merasa puas meskipun hanya bermain 1-under 70 lantaran total skor yang ia bukukan, 4-under 138, memberinya peluang untuk mewujudkan harapan meraih gelar PGA TOUR pertamanya.

”Pada akhir pekan ini saya harus lebih banyak memukul ke fairway dan memasukkan beberapa putt.” — Anirban Lahiri.

”Saya cukup puas dengan permainan saya. Memang benar-benar berat, dan saya sendiri sudah lama tidak bermain dalam kondisi seperti ini. Saya jadi ingat The Open di St Andrews tahun 2015. Hari ini (kemarin) angin berembus sangat kencang, tapi mereka membuat green cukup lambat sehingga kondisinya masih dalam level bisa dimainkan,” papar Lahiri.

Perkiraan kondisi masih akan sama pada hari Sabtu ini. Itu sebabnya, Lahiri bersiap untuk kembali berjuang keras. ”Inilah saat-saat ketika Anda mesti menerima apa pun kondisi yang terjadi. Secara umum saya bermain lebih bagus hari ini. Namun, pada akhir pekan ini saya harus lebih banyak memukul ke fairway dan memasukkan beberapa putt. Rasanya saya kurang berhasil memasukkan putt dari luar jarak 1,5 atau 2 meter dan bahkan beberapa kali meleset di bawah jarak-jarak tersebut. Jadi, sekarang tinggal bagaimana memasukkan beberapa putt dari jarak tersebut dan meraih beberapap momentum,” tandasnya.

Putaran kedua sendiri akhirnya tidak dapat dituntaskan sehingga pada hari Sabtu ini sebagian pemain masih harus menuntaskan putaran kedua mereka, sebelum melanjutkan permainan untuk putaran ketiga.