Danny Masrin sukses membukukan 9-under 133 pada putaran kedua PGM Port Dickson Championship kemarin (26/5) hingga menduduki posisi puncak. Setelah permainan 6-under pada putaran pertamanya yang mencatatkan banyak birdie berhasil ditingkatkan di hari kedua ini.

Danny mengaku kecemerlangannya ini merupakan hasil permainan iron terbaiknya. Bahkan hari pertama kemarin ia berhasil melakukan 18 kali green in regulation.

”Hari pertama dan kedua ini saya bermain santai dan banyak kesempatan untuk birdie,” ujar Danny. Ia pun menambahkan, dua hari berturut-turut ia lalui hanya meleset pada satu bogey. ”Walau tee shot saya kurang [bagus] hari ini, tapi scrambling saya bagus.”

Catatan birdie putaran kedua memang tak sebanyak hari pertamanya, namun Danny masih bisa mempertahankan permainannya dengan menorehkan 4-birdie. Meski sempat kembali menorehkan bogey di hole 17, ia kembali membayarnya dengan perolehan birdie di hole terakhirnya sehingga menutup putaran kedua tadi dengan skor 3-under 68.

Pegolf 23 tahun ini memang percaya diri untuk tetap bermain gemilang dan meraih gelar Asian Development Tour pertamanya. Sebelumnya, ia berkesempatan besar meraih juara setelah bermain under tiga hari berturut-turut pada ICTSI Sherwood Hills Classic, April lalu. Sayangnya, putaran akhir dilalui Danny kurang mulus sehingga harus merelakan posisi teratas diraih Oscar Zetterwall pegolf asal Swedia.

Hari ini (putaran tiga), Danny masih punya rencana permainan yang sama dengan dua putaran sebelumnya. ”Ya, besok saya punya game plan yang sama, yaitu memukul ke fairway dan green,” tutupnya.

Sementara itu, pemain Tanah Air lain yang turut mengikuti ajang ini, yaitu George Gandranata, Ian Andrew, dan Andrew Wirawan juga bermain baik dan berhasil lolos cut. George bermain total 6-under 136 dengan mencatatkan 5-birdie pada putaran kedua, sementara skor total Ian 4-under 138 dan Andrew 2-under 140.

“Hari ini tee off saya cukup bagus, tidak ada kesalahan fatal sehingga bisa main tanpa bogey hari ini,” ujar Ian Andrew yang hari ini mencatatkan 2-under 68. Pencapaiannya hari ini merupakan hasil yang positif mengingat kondisi lapangan Port Dickson Golf & Country Club yang relatif becek lantaran hujan pada pagi hari dan fairway-nya yang sempit, yang notabene bukan lapangan ideal untuk tipikal permainannya.

George sendiri mengakui permainannya pada putaran kedua kemarin jauh lebih bagus.

“Mid-iron-nya lebih bagus,” ujarnya. “Putting saya juga lumayan hari ini (kemarin). Beberapa putt di bawah jarak 10 kaki hasil pukulan yang bagus bisa saya manfaatkan. Main 3-under di tujuh hole terakhir berkat pukulan iron dan putting [yang bagus].”

Meski mengaku puas dengan permaiannya, bukan berarti George tidak mengalami kendala. Ia mengaku setelah bermain lima hole, pukulan iron-nya mulai mengarah ke kiri sehingga ia mesti melakukan penyesuaian set up.

Permainan positif juga diraih oleh Joshua Andrew Wirawan yang total mengumpulkan skor 2-under 140.

“Hari ini mainnya lebih rapi daripada kemarin (putaran pertama). Kemarin (putaran pertama) ada 2 bogey dan 2 double-bogey karena bola masuk hutan. Lapangannya sempit,” ujar pegolf yang akrab disapa Andrew ini. “Hari ini (kemarin) bisa memukul lebih sabar dan fokus, jadi bola lebih banyak masuk fairway. Besok (hari ini) harus lebih fokus lagi supaya bisa mengejar Danny Masrin yang main 9-under.”

Keberhasilan Danny, George, Ian, dan Andrew sayangnya tidak diikuti oleh Jordan Irawan yang hari ini kembali bermain dengan skor 1-over 72. Total skornya yang 2-over 144 membuatnya harus pulang lebih awal lantaran batas cut off pada hari ini ialah even par 142.