Dua pegolf muda Thailand memimpin di puncak klasemen ajang Honda LPGA Thailand, yang dimainkan di Siam Country Club.

Dua pegolf muda Thailand menunjukkan dominasi tuan rumah dalam ajang Honda LPGA Thailand, yang dimulai pagi tadi (6/5). Atthaya Thitikul dan Paphangkorn Tavatanakit menjadi sorotan putaran pertama setelah keduanya sama-sama membukukan skor 8-under 64 di Siam Country Club, Chonburi, Thailand.

Thitikul mencuri perhatian lebih dulu setelah menjadi pegolf pertama yang mencatatkan skor terendah putaran pertama. Pegolf yang baru berusia 18 tahun ini menorehkan lima birdie dengan dua eagle dan satu bogey untuk mencuri start dengan meyakinkan.

Pegolf termuda yang pernah menjuarai ajang Ladies European Tour empat tahun silam ini—ia menjuarai Ladies European Thailand Championship dalam usia 14 tahun, 4 bulan, dan 19 hari—bahkan sempat bermain 7-under dalam 13 hole sebelum akhirnya mendapat satu-satunya bogey di hole 14. Ia kemudian mengakhiri putaran pertama ini dengan eagle di hole 18.

”Hari ini saya mendapatkan putaran golf yang luar biasa. Dua eagle dalam satu hari, termasuk satu di sembilan hole terakhir,” tutur pemegang dua gelar Ladies European Tour ini. ”Saya terus menggulirkan bola dengan putter dan saya tahu kalau hari ini saya punya perasaan yang sangat bagus ketika memainkan iron saya.”

Permainannya pada hari ini menunjukkan kualitas yang luar biasa. Skor yang ia torehkan menunjukkan perbedaan yang sangat jauh dengan ketika ia bermain sebagai amatir pada tahun 2019 lalu. Kala itu ia memulai hari pertama dengan skor 2-under 70, namun bermain dengan skor 75 pada hari kedua dan terpaksa finis di peringkat T54 setelah mengumpulkan skor 288.

Bekal kemenangan perdananya pada Thailand WPGA pada ajang Phoenix Ladies Classic bulan Maret lalu jelas menjadi salah satu modal penting baginya melakoni kompetisi tahun 2021 ini.

 

 

”Jeda kompetisi yang lalu saya juga berlatih mengendalikan jarak pukul dan menambah jarak pukul untuk driver, dan semua itu telah berkembang dengan baik,” tutur pemenang Women’s Amateur Asia-Pacific 2018 ini.

Tidak ada target yang ia ungkapkan selain berusaha untuk bermain sebaik mungkin bagi dirinya, juga bagi masyarakat Thailand. Meskipun telah memiliki dua gelar profesional di level yang tinggi, baginya ia selalu belajar dari tiap turnamen yang ia ikuti, termasuk pada pekan ini.

Posisinya sendiri di puncak klasemen itu memang tidak bertahan lama. Rekan senegaranya, Tavatanakit, menyamakan catatan skornya berkat sembilan birdie dan satu bogey. Catatan tersebut termasuk lima birdie yang ia torehkan di sembilan hole terakhir.

Tampaknya ia masih membawa momentum yang ia peroleh di Singapura ketika finis T3. Dalam putaran finalnya pekan lalu, ia membukukan skor 65.

”Tentu saya ingin main bagus, tapi sepertinya saya bisa menangani segalanya dengan cukup baik. Fokus pada rencanaa permainan dan pada proses yang harus saya jalani. Saya melakukannya dengan baik hari ini,” ujar pegolf yang baru saja menjuarai Major pertamanya pada ajang ANA Inspiration ini.

Dengan kondisi lapangan yang lebih lembut, kemampuannya melakukan pukulan jauh memberikan keuntungan bagi pegolf yang akrab disapa Patty ini.

 

Permainan gemilang Patty Tavatakanit membawanya berbagi posisi teratas Honda LPGA Thailand bersama Atthaya Thitikul.
Tampil cemerlang pekan lalu, Patty Tavatakanit juga membukukan skor 64 pada hari pertama Honda LPGA Thailand. Foto: Thananuwat Srirasant/Getty Images.

 

”Rasanya saya lebih banyak memainkan short iron daripada pemain lainnya sehingga saya, misalnya, lebih bisa memainkan spin melewati hole daripada memukul bola sebelum hole. Namun, saya masih harus mengeksekusinya dan bermain dengan baik,” jelasnya.

Keberhasilannya memenangkan Major dan sejumlah hasil yang meyakinkan belakangan ini menempatkan pegolf berusia 21 tahun ini menempati posisi yang lebih baik daripada kakak-beradik Jutanugarn. Menyusul HSBC Women’s World Championship pekan lalu, ia kini berada di peringkat 12 pada Rolex Rankings. Adapun Ariya Jutanugarn kini ada di peringkat 33, sedangkan sang kakak Moriya, ada di peringkat 40.

”Memang sangat berarti bisa menjadi salah satu pemain top LPGA Tour. Saya sudah lama memimpikan berada di antara para pemain terbaik. Namun, saya tidak ingin membandingkan diri saya dengan siapa pun. Rasanya kalau bisa fokus pada permainan saya, pada akhirnya saya akan bisa mencapai target-target yang telah saya tetapkan, seperti menjadi No.1 Dunia … dan semoga saya bisa memenangkan beberapa gelar lagi tahun ini,” jelasnya.

Ia jelas sadar bahwa target itu belum tentu terwujud dalam waktu dekat. Terutama dengan ajang pada pekan ini masih menjadi fokus permainannya. Dan sudah tentu, Honda LPGA Thailand masih menyisakan tiga putaran lagi.

Ariya sendiri kini menempati peringkat ketiga, bersama pegolf Denmark Nanna Koerstz Madsen yang membukukan skor 7-under 65.

Adapun Hannah Green yang pekan lalu juga bermain sangat baik dan nyaris meraih kemenangan, Caroline Masson, serta Lydia Ko berada satu stroke di belakang mereka dengan 6-under 66, satu stroke lebih baik daripada enam pegolf lain yang berada di peringkat T8.