UBS Hong Kong Open yang berakhir hari Minggu kemarin (11/12) menampilkan dua juara dalam sehari, dalam diri Sam Brazel dan Scott Hend, yang juga sama-sama merupakan pegolf asal Australia.

Brazel menikmati kemenangan yang mengubah karier profesionalnya setelah kemarin memasukkan putt berjarak 8 kaki untuk mencatat birie di hole terakhir, yang sekaligus memastikannya menjuarai gelar Asian Tour pertama, sekaligus gelar terbesar pertama yang ia menangkan sejak beralih profesional pada 2002.

Brazel bersaing ketat dengan pegolf asal Spanyol, Rafa Cabrera Bello hingga hole 18 di Hong Kong Golf Club, salah satu hole tersulit di Asia. Dengan mengagumkan, Brazel melakukan approach dengan 6-iron miliknya, yang memudahkannya untuk melakukan birdie.

”Saya masih agak kaget. Ada beberapa nama besar di trofi itu dan luar biasa sekali bisa menjadi bagian di dalamnya. Ada banyak sejarah hebat pada ajang ini dan di lapangan ini. Mengagumkan. Saya tak bisa berkata-kata lagi. Sungguh suatu kehormatan bisa main di sini,” tutur Brazel.

Rekannya dari Australia, Andrew Doddt dan pemain Inggris Tommy Fleetwood juga menampilkan permainan yang luar biasa pada hari Minggu kemarin, namun keduanya harus puas berada di tempat ketiga setelah sama-sama membukukan skor 269. Adapun pegolf Malaysia Danny Chia tampil sebagai pegolf Asia terbaik dengan finis di peringkat T8.

Scott Hend, Juara OOM Asian Tour. Foto: Paul Lakatos/Asian TourSempurna bagi Scott Hend

Lain Brazel, lain pula Scott Hend. Pegolf berusia 43 tahun ini akhirnya memastikan menjuarai Order of Merit Asian Tour. Hend memang hanya finis di posisi T51, namun dengan total hadiah uang US$1.004.792 yang ia menangkan sepanjang musim ini memberinya gelar prestisius tersebut, sekaligus menempatkannya sebagai pegolf keempat yang berhasil melampaui US$1 juta dalam semusim.

Prestasi itu ia capai di antaranya dengan dua kali menang di Thailand, yaitu pada ajang True Thailand Classic dan Queen’s Cup. Selain itu, ia juga tiga kali finis di sepuluh besar, termasuk runner-up pada Omega Euroepan Masters di Swiss.

”Jelas menjuarai Order of Merit di mana pun itu sangatlah spesial, dan prestasi ini akan tetap menjadi milik saya selamanya,” ujar Hend.

Satu-satunya pesaing Hend ialah rekan senegaranya yang bersama dirinya berlaga pada Olimpiade Rio de Janeiro musim panas lalu, Marcus Fraser, wajib memenangkan ajang kerja sama dengan European Tour ini agar bisa melampaui koleksi hadiah uang Hend.

Sejauh ini, Jeev Milkha Singh masih menjadi satu-satunya pegolf yang berhasil mengumpulkan hadiah uang terbanyak ketika ia menjuarai Order of Merit Asian Tour musim 2008 dengan raihan US$1,45 juta. Junior Jeev, Anirban Lahiri, menyusul di tempat kedua dengan raihan US$1,13 juta, sedangkan Kiradech Aphibarnrat dari Thailand di tempat ketiga dengan US$1,12 juta.