Hampir setahun setengah setelah meraih kemenangan pertamanya pada Web.com Tour, pegolf asal China Dou “Marty” Zecheng mengamankan gelar keduanya dengan menjuarai The Bahamas Great Exuma Classic at Sandals Emerald Bay. Dou bahkan memenangkan ajang tersebut dengan mengagumkan, memasukkan putt birdie dari jarak 55 kaki. Birdie tersebut memberinya kemenangan dua stroke, dengan skor total 18-under 270.

“Rasanya luar biasa bisa menjuarai turnamen pertama,” ujar Dou yang membawa pulang hadiah uang senilai US$108.000. “Sebelumnya saya sudah pernah menang pada akhir musim, dan sensasinya sama, tapi kali ini saya main dan menang dengan cara yang berbeda. Pada kemenangan pertama itu (pada ajang KC Golf Classic), saya terus memimpin. Tapi kali ini, saya memimpin lalu kemudian sedikit kesulitan dan pada akhirnya harus bangkit kembali.”

Putaran final tersebut menghadirkan cuaca yang sangat sempurna. Dou membukukan total lima birdie, termasuk di tiga hole terakhirnya, untuk menyingkirkan Ben Kohles dan pegolf berusia 40 tahun Steve LeBrun dengan dua stroke .

Dou menyebutkan diskusi sambil santap malam dengan Boo Weekley pada malam sebelum putaran final menjadi salah satu yang membantunya meraih gelar keduanya ini.

“Saya menikmati makan malam dengan Boo Weekley semalam (15/1) dan ia membahas soal perbedaan di lapangan ini ketimbang lapangan-lapangan lain yang kami mainkan,” tutur Dou. “Saya sangat senang bermain di lapangan ini karena Anda tak bisa selalu memainkan driver. Fairway-nya sempit dan sedikit lebih pendek, tapi angin sangat mudah berembus. Kami harus lebih banyak memikirkan faktor-faktor ini ketimbang di lapangan-lapangan lain.”

“Birdie di hole 16 menjadi pengubah arah pertandingan. … Memukul ke fairway di hole 16 itu dan menyisakan 59 yard ke pin (di hole 18) jelas hal yang besar buat saya.” – Dou Zecheng

Sejak menembus Web.com Tour pada 2017, Dou mengakui kehilangan aspek mentalnya pada level PGA TOUR musim lalu.

“Sejak mengikuti kejuaraan-kejuaraan junior, saya selalu berada di puncak klasemen dan mendapat banyak tawaran dari universitas,” ujarnya.

“Semua perasaan percaya diri ini membuat saya merasa bahkan jika tidak berlatih pun saya masih bisa menjadi pemain yang bagus. Sejak kembali dari PGA TOUR Series China dan menjuarai Order of Merit dan meraih kartu pada tahun pertama di Web.com Tour, saya pikir saya cukup bagus. Tapi setelah kehilangan kartu PGA TOUR, saya seperti kehilangan diri sendiri. Saya bahkan sampai pada titik di mana saya berpikir apakah golf ini memang merupakan karier saya.”

Terlepas dari itu semua, kemenangan ini merupakan kemenangan yang luar biasa, mengingat Dou harus bangkit dari ketertinggalannya, membukukan tiga birdie di tiga hole terakhirnya, dan melakukan putt jarak jauh di hole pamungkas untuk menutup kemungkinan play-off.

“Meraih kemenangan dengan satu atau dua stroke, dengan cara yang demikian, merupakan yang pertama kalinya saya lakukan,” ujar Dou. “Birdie di hole 16 menjadi pengubah arah pertandingan. Pukulan saya agak tertarik dan saya pikir bola saya bakal masuk ke rintangan dan nasib saya di turnamen ini pun tamat. Tapi setelah sampai ke bola, ternyata posisinya cukup bagus dan percaya diri saya pun kembali. Pukulan itu menjadi pukulan terpenting buat saya hari itu. Memukul ke fairway di hole 16 itu dan menyisakan 59 yard ke pin jelas hal yang besar buat saya.”

Kemenangan ini sekaligus memberinya 500 poin dan membawanya menjadi pimpinan di jajaran 25 besar dalam tahap awal perjuangannya untuk kembali ke PGA TOUR.

Leave a comment