Dustin Johnson menyamai rekor Tiger Woods sebagai pegolf dengan jumlah kemenangan PGA TOUR terbanyak sejak 2008.

”Saya banyak berlatih dalam beberapa pekan terakhir sejak Colonial dan puas juga bisa melihat permainan saya mulai kembali,” demikian ujar Dustin Johnson.

Performa DJ pada Travelers Championship terlihat jauh berbeda ketimbang ketika ia berduet dengan Rory McIlroy pada ajang TaylorMade Driving Relief bulan Mei lalu. Kala itu permainannya jauh tertinggal dibandingkan rekan duetnya itu, bahkan Rickie Fowler dan Matthew Wolff. Sebagai pegolf profesional, jelas ia menyadari bahwa kondisi ini sangat berbahaya.

Tapi Johnson hanya membutuhkan satu turnamen dengan hasil mengecewakan untuk bangkit. Itulah yang terjadi ketika PGA TOUR kembali melanjutkan musim 2019-2020 pada ajang Charles Schwab Challenge. Ia harus pulang lebih awal setelah hanya bermain 71-71.

Lalu dari hanya membukukan 2-over, ia terlihat kembali menemukan bentuk permainannya lagi pada RBC Heritage pekan lalu. Skor total 15-under 269 di sana menempatkannya pada posisi T17. Dan hasil ini tampaknya ikut mengembalikan percaya dirinya ketika menuju ke TPC River Highlands.

Performanya memang tak menonjol pada putaran pertama, hanya menorehkan skor 1-under 69. Tapi dua hari berikutnya Johnson kian mempertajam permainannya. Skor 64 pada hari kedua ia lanjutkan dengan skor 61 pada hari ketiga. Inilah untuk pertama kalinya Johnson mencatatkan skor serendah ini dalam karier profesionalnya. Skor total 16-under 194 itu sudah cukup membawanya ke peringkat kedua dan hanya berjarak dua stroke dari Brendan Todd.

”Gelar ini sangat berarti buat saya, mengingat saya sebenarnya tidak bermain dengan baik.” — Dustin Johnson.

Menorehkan skor terendah dalam kariernya ternyata tak membuatnya bermain mulus. Pukulan tee-nya pada putaran final itu jauh dari ideal—DJ hanya mengantar bolanya ke 7 dari 14 fairway. Tapi permainan iron-nya terbukti menjadi salah satu kunci permainannya dengan catatan green in regulation 12/18.

Lalu yang tak kalah krusial ialah performa putting-nya. Sepanjang 18 hole terakhir di TPC River Highlands tersebut, ia selalu berhasil memasukkan tiap putt dari jarak sekitar 10 kaki.

”Sungguh menyenangkan bisa mendapatkan gelar ke-21 dan kemenangan pertama musim ini. Gelar ini sangat berarti buat saya, mengingat saya sebenarnya tidak bermain dengan baik,” tutur Johnson dalam jumpa pers virtualnya.

”Driving saya tidak terlalu bagus sepanjang hari ini, tapi saya masih bisa memainkan iron dengan baik, dan rasanya sepanjang pekan ini pukulan iron saya memang bagus. Kemarin (putaran ketiga) saya banyak memukul bola ke fairway, jadi tak heran bisa mendapat banyak birdie (DJ menorehkan 9 birdie tanpa bogey pada hari ketiga). Hari ini justru sebaliknya, dan saya pikir itulah perbedaan terbesarnya.”

”Kapan pun nama Anda disebut-sebut dengan nama-nama, seperti Tiger Woods Anda pasti merasa senang.” — Dustin Johnson.

Hingga hole ke-14, Johnson telah memegang kendali setelah menorehkan 6 birdie dan 2 bogey. Setelah mengamankan par di hole 15, kondisi cuaca memaksa pertandingan sempat dihentikan selama satu. Namun, jeda ini tak cukup untuk membuyarkan konsentrasinya.

”Ada rasa puas setelah mengamankan par di hole 15. Rasa percaya diri pun makin kuat. Dan saya sudah siap untuk menuntaskan turnamen ini, sebelum akhirnya mereka membunyikan sirene,” jelas Johnson lagi.

”(Setelah jeda sejam) kami mendapat beberapa menit untuk pemanasan, jadi saya tak merasa kaku. Hanya saja pukulan saya agak topping di hole 16 itu. Saya tahu saya tak berusaha memukul ke dekat bunker kanan itu, tapi itulah yang terjadi. Tapi saya masih bisa melakukan sejumlah pukulan bagus di hole 17 dan 18.”

Kemenangannya ini juga menjadi istimewa, mengingat prestasi ini membuatnya selalu meraih setidaknya satu gelar dalam satu musim dalam 13 tahun terakhir, atau sejak ia beralih profesional. Dan tak kalah istimewa lagi, gelar ke-21 ini menyejajarkannya dengan Tiger Woods sebagai pegolf yang meraih kemenangan terbanyak sejak 2008.

”Kapan pun nama Anda disebut-sebut dengan nama-nama, seperti Tiger, Jack (Nicklaus), dan saya pikir juga Arnie (Arnold Palmer), Anda pasti merasa senang karena merekalah para pemain terbaik yang pernah memainkan olahraga ini,” tandas Johnson.

1 Comment

Comments are closed.