Bersaing dengan para pegolf terbaik dari musim 2016 ini, Dicky Prionggo tampil solid dan berhasil pegang kendali pada putaran awal Grand Final dari BNI Indonesian Golf Tour presented by OB Golf & Ancora Sports (IGT) hari ini (14/12).

Dicky yang baru menjalani tahun pertamanya sebagagi pegolf profesional tampil meyakinkan dalam seri pamungkas satu-satunya sirkuit golf profesional di Indonesia ini dengan mencatatkan 2-under 70 di Royale Jakarta Golf Club, Jakarta.

Ia sempat mengawali putaran awal ini dengan kurang meyakinkan lantaran mendapat bogey di hole 1. Selang empat hole kemudian, di hole 5, ia kembali mendapatkan bogey, namun berhasil mengakhiri sembilan hole pertamanya dengan dua birdie di hole 6 dan 8.

Setelah birdie di hole 10, ia mencatatkan bogey ketiganya di hole 11, namun lekas bangkit dan mencatatkan birdie keempat di hole berikutnya, sebelum meraih birdie kelima di hole 16.

Dengan catatan tersebut, untuk sementara Dicky berhasil memimpin putaran awal ini dengan selisih satu stroke dari senior-seniornya, Asep Saefulloh, George Gandranata, dan Rory Hie.

Asep yang masih mencari kemenangan pertamanya pada IGT sudah bermain 3-over di sembilan hole pertamanya lantaran membukukan 4 bogey dan hanya 2 birdie. Beruntung ia bisa mengabaikan hasil tersebut dan memaksimalkan peluang di sembilan hole terakhir dan mencatatkan tiga birdie di hole 12, 14, dan 18.

Seperti halnya Asep, George yang tahun ini belum merengkuh gelar IGT sejak tampil luar biasa pada musim 2014 silam menunjukkan determinasi untuk bisa kembali menjadi juara di negeri sendiri. Hari ini ia mengoleksi empat birdie dengan tiga bogey.

Sementara itu, juara PGATI Challenge Rory Hie juga menorehkan skor yang sama dengan Asep dan George untuk berbagi posisi di tempat kedua berkat catatan yang sama dengan George.

Grand Final IGT ini tidak memberlakukan cut-off sehingga total 30 pegolf yang berlaga hanya perlu fokus pada permainan masing-masing di lapangan dengan berusaha finis di posisi terbaik dan berusaha memperebutkan total hadiah sebesar Rp300 juta. Selain mempertandingkan 30 pemain profesional, sebanyak 12 pegolf amatir juga ikut bersaing pada seri pamungkas ini dengan Alfred Raja Sitohang berhasil berada di peringkat ketujuh, bersaing dengan Indra Hermawan, Junaidi Ibrahim, dan Adrian Halimi yang sama-sama mencatatkan skor 2-over 74.

Ajang ini sekaligus menandakan partisipasi pertama dari Royale Jakarta Golf Club, lapangan terbaik di Indonesia yang selama ini menjadi tuan rumah Indonesian Masters, dalam perhelatan IGT.