Tahukah Anda bahwa salah satu bola terbaik di dunia diproduksi di Indonesia? Hasil produksinya yang didistribusikan ke seluruh dunia juga menjadi bola pilihan, baik oleh para pemain profesional, elit amatir, maupun pemain amatir.

Kehadiran PT Sumi Rubber Indonesia tak terlepas dari gempa bumi besar yang meluluhlantakkan Kobe. Gempa tersebut turut menghancurkan pabrik ban Sumitomo Rubber Industry sehingga kehadiran pabrik yang baru menjadi kebutuhan yang mendesak. Dengan mempertimbangkan relasi erat dengan pihak Indomobil di Indonesia, perusahaan asal Jepang tersebut pun memutuskan membangun pabrik di wilayah Cikampek, Jawa Barat.

Namun, kebutuhan produksi tersebut ternyata tidak sebatas pada ban mobil dan sepeda motor saja. ”Saat itu Sumitomo Rubber Group hanya memiliki empat pabrik di Jepang untuk produksi ban, bola golf, dan industri untuk Rubber Group,” ujar Presiden Direktur Srixon Golf Nojiri Yasushi. ”Kami hanya memproduksi bola golf di Kobe sedangkan pabriknya hancur akibat gempa bumi. Jadi, kebutuhan untuk mendirikan pabrik yang baru sangat mendesak.”

Maka setahun setelah produksi ban berjalan, produksi bola golf pun dimulai pada 1998. Tak butuh waktu lama untuk melakukan alih teknologi karena, sebagaimana diungkapkan General Manager Golf Ball Factory PT Sumi Rubber Indonesia Rajinder Singh, ”Dasar produksinya sama. Kalau kita sudah menguasai proses produksi ban, proses produksi bola golf juga mestinya bisa dikuasai juga, hanya saja prosesnya memang sedikit berbeda.”

Capture 2

Setelah pabrik pertama menjalankan produksi sekitar 14 tahun, ekspansi pun dilakukan dengan membangun Pabrik No. 2 pada Maret 2011 dan diresmikan pada 2 Mei 2012. Ekspansi ini memang tak bisa dielakkan mengingat peningkatan kapasitas produksi sangat dibutuhkan guna memenuhi tuntutan pasar global. Setelah pada Pabrik No.1 konsentrasi lebih diarahkan pada produksi bola 2-piece, kehadiran Pabrik No. 2 juga ditujukan untuk memproduksi bola-bola 3-piece dan 4-piece.

Dengan makin matangnya pengalaman para teknisi dan tim kerja di PT Sumi Rubber Indonesia, kuantitas produksi kedua pabrik ini pun kian bertambah. ”Pabrik No. 1 dulu hanya sanggup memproduksi 2.000 lusin bola per hari. Tapi sekarang jumlah produksinya sudah lima kali lipat, sudah mencapai 11.000 lusin,” ungkap Singh. ”Peningkatan juga terjadi pada Pabrik No. 2, meski baru berjalan satu tahun. Pada tahun pertama, kapasitas produksi kami hanya 2.700 lusin per hari untuk semua jenis bola—2-piece, 3-piece, dan 4-piece.”

Keseimbangan kuantitas dan kualitas tersebut tak terlepas dari kualitas staf yang diasah melalui serangkaian proses pelatihan yang terus dilakukan. Yasushi mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan skema pelatihan, mulai dari staf yang baru bergabung sampai level manajemen.
Sejauh ini kedua pabrik bola di Cikampek ini telah mengekspor bola Srixon ke berbagai negara di seluruh dunia. Amerika menjadi tujuan terbesar ekspor bola hasil produksi Indonesia. Persentasenya hampir mencapai 33%. Sementara Inggris menempati posisi kedua dengan mencapai 25%.

Dengan makin populernya olahraga golf di seluruh dunia, kapasitas produksi kedua pabrik ini rencananya akan ditingkatkan. Singh mengungkapkan Pabrik No. 2 ditargetkan dapat mencapai kapasitas produksi 7.000 lusin per hari pada 2014 dan 9.500 lusin per hari pada 2015.

Capture 3

”Lahan Pabrik No. 2 itu cukup luas. Memang kami menyiapkan area tersebut agar siap untuk ekspansi ke depan. Pabrik No. 1 juga masih bisa diekspansi meski sudah lebih penuh,” ungkap Singh. Dengan dukungan tim R&D yang terus melakukan inovasi, baik dari segi material dan mesin-mesin produksi, Singh yakin pihaknya akan terus meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi. Tak hanya menekankan dua aspek tersebut, tapi juga bagaimana proses produksi yang dilakukan bisa tetap ramah lingkungan.