Charles Schwab Challenge bakal menjadi kompetisi yang dinanti-nantikan penggemar golf dunia, dengan diawali serangkaian kompetisi amal.

Oleh Raka S. Kurnia/GolfinStyle

Kamis, 11 Juni 2020 besok bakal menjadi salah satu hari yang dinantikan para penggemar golf dunia. Inilah tanggal ketika kompetisi golf elite kembali bergulir. PGA TOUR dipastikan bakal kembali melangsungkan kompetisinya lewat ajang Charles Schwab Challenge. Meski tanpa dihadiri penonton, kompetisi ini meningkatkan antusiasme penggemar akan kehadiran persaingan papan atas.

Sekitar sebulan sebelumnya, euforia itu mulai terbangun ketika BMW bekerja sama dengan TrackMan dan European Tour mengadakan turnamen invitasi. Selain bertujuan menghidupkan kembali semangat kompetitif yang kala itu telah dua bulan lebih memudar, kegiatan ini menjadi pemicu kegiatan amal yang ditujukan bagi organisasi sosial yang berkarya bagi masyarakat terdampak COVID-19.

BMW Indoor Invitational powered by TrackMan pun menciptakan ranah kompetisi virtual terbaru dengan menyuguhkan lima turnamen dengan latar berbagai lapangan papan atas di Eropa; dari Skotlandia ke Inggris ke Jerman ke Spanyol dan kembali lagi ke Inggris. Memanfaatkan teknologi simulasi golf terkini dari TrackMan, para pegolf yang ikut berkompetisi bisa bermain dari rumah mereka masing-masing dalam ajang stroke play 18 hole ini. Dengan memperebutkan US$10.000, pemenang seri ini dapat memilih penerima sumbangan.

Ketika seri pamungkas berakhir pada akhir pekan (6/6) lalu, tujuh pemenang—lima pemain berbagi posisi teratas pada seri keempat—berhasil melayangkan sumbangan ke setidaknya 12 organisasi yang akan sangat tertolong dalam melanjutkan upayanya meringankan beban mereka yang terdampak COVID-19.

 

BMW Indoor Invitational powered by TrackMan membuka rangkaian aktivitas golf yang bertujuan utama meringankan beban masyarakat terdampak pandemi COVID-19. Foto: European Tour.

 

Eksibisi di Lapangan Sambil Menggalang Dana
Ketika BMW Indoor Invitational powered by TrackMan dimainkan secara simulasi, aksi di lapangan pertama yang menampilkan nama-nama besar terwujud pada 17 Mei. Pegolf No.1 Dunia Rory McIlroy berduet dengan pegolf No.5 Dunia Dustin Johnson, yang mewakili American Nurses Foundation, menghadapi duet Texas Rickie Fowler dan Matthew Wolff yang mewakili CDC Foundation dalam ajang TaylorMade Driving Relief supported by UnitedHealth.

Eksibisi ini sekaligus menjadi ajang pertama yang dilakukan dengan menerapkan protokol keselamatan dan kesehatan yang sebelumnya telah disusun oleh PGA TOUR dalam kerja sama dengan pihak-pihak berwenang dan otoritas kesehatan. Panduan setebal 37 halaman tersebut mengatur bagaimana kompetisi Kamis (11/6) ini juga bakal digelar untuk memastikan tak satu pun mereka yang terlibat di lapangan terpapar virus.

TaylorMade Driving Relief pun berlangsung sukses, meskipun dari segi tontonan tak sefenomenal The Match Champions for Charity. Wolff, yang terkenal dengan swing yang unik, berhasil menjadi yang terbaik untuk urusan adu pukulan jauh. McIlroy terkesan kaku dalam melempar gurauan dengan permainan yang cenderung biasa-biasa saja, sampai akhirnya pukulannya pada babak play-off berhasil memberi kemenangan baginya dan Johnson. Fowler jelas menjadi yang terbaik dalam permainan secara keseluruhan, sedangkan Johnson menunjukkan permainan yang sangat kaku, jauh dari level permainannya yang biasa.

Dalam ajang yang dimenangkan McIlroy-Johnson ini, tujuan besar menghimpun sumbangan bisa tercapai. Aksi keempat pemain ini sukses menggerakkan banyak orang untuk menyumbang hingga US$5.472.727 berhasil terhimpun.

 

Rory McIlroy dan Dustin Johnson, Rickie Fowler dan Matthew Wolff beraksi untuk ikut menggalang dana di ranah Amerika. Foto: Getty Images.

 

“Saya sangat senang,” ujar McIlroy. “Ini hari yang menyenangkan bisa bermain bersama D.J., Matt, dan Rickie, bermain untuk maksud yang mulia. Luar biasa dan senang bisa kembali ke lapangan golf dan merasakan sedikit kenormalan.”

Bab Dua Tiger vs Phil
Momentum itu dilanjutkan oleh The Match Champions for Charity yang kembali mempertemukan Tiger Woods dan Phil Mickelson. Rivalitas keduanya kemudian terbukti menjadi hiburan yang menarik, diimbangi oleh kehadiran dua bintang National Football League (NFL) Payton Manning dan Tom Brady.

The Match Champions for Charity terbukti menjadi tontonan yang sangat sukses menghibur. Aksi-aksi golf yang ditampilkan Woods dan Mickelson, dihias oleh aksi penuh gugup Brady, dan permainan cemerlang Manning, membuat The Match ini dihias dengan gurauan yang relatif lebih alami dan mengena. Dengan kehadiran Justin Thomas sebagai reporter lapangan yang menunjukkan bakat alaminya dalam melakoni tugas tersebut.

“Fakta bahwa kami semua berkumpul dan bisa mengggalang dana bagi mereka yang sangat terdampak (sungguhlah luar biasa). Salut untuk Tom dan Peyton yang telah turun lapangan. Olahraga ini adalah arena kami, dan inilah yang kami lakukan (untuk karier kami). Sulit kami bayangkan bagaimana jadinya jika kami ada di lapangan futbol dan melakukan apa yang mereka lakukan,” ujar Woods.

 

Rivalitas Tiger Woods dan Phil Mickelson, yang masing-masing berkolaborasi dengan Payton Manning dan Tom Brady, sukses mengumpulkan sumbangan sebesar US$20 juta, dua kali lipat dari target semula. Foto: Getty Images.

 

Lalu hasilnya pun luar biasa. Pasangan Woods-Manning berhasil unggul dari Mickelson-Brady. Kemudian dari target semula US$10 juta, nilai yang akhirnya bisa terkumpul mencapai US$20 juta. Angka itu, di antaranya, ikut bertambah berkat Brooks Koepka yang turut berpartisipasi menyumbangkan uang

Kekuatan Golf Memberi Dampak Sosial
Baik BMW Indooor Invitational, TaylorMade Driving Relief, maupun The Match Champions for Charity sekali lagi menunjukkan kekuatan golf dalam membangkitkan kepedulian sosial dalam skala besar.

Dari sekadar mengembalikan nuansa kompetisi bagi mereka yang berpartisipasi—poin yang mungkin lebih berhasil ditularkan secara luas pada ajang BMW Indoor Invitational mengingat jumlah pesertanya yang lebih banyak—sampai menghibur mereka yang menonton, bahkan hingga ikut berkontribusi secara sosial kepada masyarakat terdampak pandemi.

Satu hal yang memungkinkan aktivitas ini bisa terwujud ialah tingginya kesadaran sosial masyarakat di Eropa maupun Amerika. Dengan sebagian besar mereka yang mampu tak segan untuk menyumbangkan apa yang mereka punya, tak heran jika kegiatan-kegiatan tersebut menjadi pembuka bagi rangkaian kompetisi yang sangat dinantikan pada Kamis (11/7) besok.

 

 

Dengan European Tour juga telah menegaskan komitmennya untuk ikut mengemas British Swing dengan kegiatan amal kian menunjukkan bahwa aksi sosial masih akan terus menjadi bagian dari kompetisi golf papan atas. Tapi sudah tentu kegiatan ini tak sekadar dijalankan oleh ranah paling elite, mengingat kompetisi batu lompatan, seperti Korn Ferry Tour bahkan berbagai Tour lain di bawah payung PGA TOUR juga menjadikan seluruh turnamen mereka sebagai alat untuk memberi dampak sosial—terbukti dengan rekor sumbangan terkumpul mencapai US$204,3 juta pada tahun lalu.

Pada akhirnya, kita tiba pada pekan yang dinantikan ini. Lima pegolf teratas Official World Golf Ranking, total 15 pegolf dari 20 besar ranking dunia tersebut, dan setidaknya 17 pegolf teratas klasemen FedExCup segera tampil dalam turnamen yang dikemas secara berbeda, yaitu tanpa penonton.

Lalu, yang sudah dipastikan ialah PGA TOUR takkan mengalokasikan waktu tee off pada pukul 08:46, baik di Colonial Country Club untuk PGA TOUR maupun TPC Sawgrass untuk Korn Ferry Tour. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari aksi mengakhiri ketidakadilan ras dan sosial yang terjadi menyusul tewasnya George Floyd.

Pada akhirnya, bersiaplah menyaksikan kompetisi babak kedua PGA TOUR musim 2019-2020.