Danny Masrin layak menyandang status Raya Match Play yang baru setelah memastikan kemenangan telak pada partai final ajang Credit Suisse Match Play Championship supported by JMC.

Jika mencari pertandingan golf yang seru, lihatlah format match play. Format ini sering disebut sebagai format yang memberi ganjaran bagi mereka yang memiliki nyali. Sebagai satu-satunya format dalam pertandingan golf yang mempertandingkan para pesertanya secara berhadapan, format ini lebih sering menghadirkan aksi-aksi yang memicu adrenalin.

Meski beberapa komunitas golf memainkannya, format ini terbilang langka di level profesional. Bahkan di kancah internasional saja turnamen match play tak banyak dimainkan. Selain pada ajang dua tahunan, seperti Ryder Cup, Solheim Cup, dan EurAsia Cup turnamen papan atas yang dimainkan secara match play ialah ajang World Golf Championship Dell Technologies Match Play.

Sejak 2018 lalu, Indonesia akhirnya memiliki turnamen dengan format match play, yang kala itu masih bernama The Gunung Geulis Match Play Championship sponsored by Credit Suisse. Ajang yang semula ditujukan bagi para pegolf amatir ini mulai dipertandingkan sebagai ajang profesional sejak tahun 2018. Para pegolf amatir tetap mendapat tempat tersendiri untuk ajang istimewa ini.

George Gandranata sukses menjuarai peralihan status turnamen tersebut. George mencapai partai final usai menaklukkan Hendri Nasim dengan 2-up. Dan pada partai final menghadapi Peter Gunawan, ia berhasil menang tipis 1-up. Peter sendiri meraih tempat di final usai menaklukkan Adrian Halimi 3&2.

Clement Kurniawan memberi perlawanan tangguh kepada Danny Masrin di partai perempat final. Foto: OB Golf.

Nama Baru, Juara Baru
Tahun ini, dukungan penuh dari Credit Suisse dan Gunung Geulis Golf and Country Club kembali ditunjukkan dengan menggelar format serupa bagi para pegolf profesional. Dukungan dari Jakarta Masters Club (JMC) pun menghadirkan nama baru pada satu-satunya turnamen match play bagi para pegolf profesional Indonesia ini.

Credit Suisse Match Play Championship supported by JMC kali ini menjadi salah satu komitmen yang luar biasa untuk mendukung golf prestasi. Pasalnya, pihak panitia sama sekali tidak menerapkan biaya pendaftaran pada ajang ini. Sayangnya, dengan turnamen yang berdekatan dan berbenturan dengan penyelenggaraan turnamen ini, beberapa pemain top Indonesia tidak dapat berpartisipasi.

Format masih dimainkan sebagai kualifikasi untuk menentukan para pemain yang berhak melangkah ke babak 16 besar. Danny Masrin dan Kim Junghan memimpin 16 pemain yang melangkah ke babak match play setelah bermain dengan skor 3-under 68. Juara bertahan George Gandranata berada di tempat ketiga dengan skor 69, sementara Elki Kow dan Hamzah Rachmadi berada satu stroke di belakang George dengan skor 70.

Namun, cuaca menjadi tantangan tersendiri pada ajang ini. Babak 16 besar pun tak dapat dituntaskan pada hari pertama.

Danny Masrin melanjutkan perjalanannya menuju takhta juara dengan mengalahkan Syukrizal dengan skor 2&1. Ia kemudian bertemu dengan Clement Kurniawan, yang sebelumnya menyingkirkan Rodea Chang dengan skor telak 7&6.

“Elki (Kow) banyak membuang peluang untuk menyamakan skor sampai akhirnya saya bisa mempertegas kemenangan di hole 12 dan 15.” – Danny Masrin

Pada babak perempat final ini, Danny harus berjuang keras untuk menaklukkan Clement. Ia kemudian mengakui kalau pertandingannya ini merupakan salah satu partai terberat.

“Kami main sama kuat hingga hole 10, tapi hole 11 menjadi titik balik keunggulan saya. Di sana saya bisa unggul 1-up,” tutur Danny yang kala itu menambah keunggulan lagi usai memenangkan hole 14, 15, dan 16. Ia akhirnya sukses menghentikan perlawanan Clement di hole 16 dengan skor 4&2.

Pada partai semifinal, Danny harus kembali menghadapi lawan tangguh, yaitu Elki Kow. Elki sendiri melaju ke babak semifinal setelah mengalahkan Joshua Andrew Wirawan 2&1, dan kemudian menundukkan Yang Heejun dengan 1-up. Meski hanya dapat unggul 1-up sampai hole 11, Danny akhirnya berhasil mengalahkan Elki dengan skor 3&2.

“Ketika melawan Elki, rencana saya masih sama. Elki juga lawan yang kuat. Saya hanya unggup 1-up hingga hole 11. Dia sendiri banyak membuang peluang untuk menyamakan skor sampai akhirnya saya bisa mempertegas kemenangan di hole 12 dan 15,” ujar Danny.

Raja Match Play yang Baru
Partai final mempertemukan Danny dengan Adrian Halimi. Adrian sendiri berhasil mencapai partai pamungkas ini usai menaklukkan juara bertahan George dengan skor 2&1 di babak perempat final dan mengalahkan Kim Junghan dengan 4&2.

Kim Junghan sempat bermain solid pada partai penyisihan dan berhasil melangkah sampai semifinal sebelum akhirnya dihentikan Adrian Halimi dengan 2&1. Foto: OB Golf.

Bagi keduanya, ini menjadi partai final pertama. Sementara bagi Adrian, pencapaiannya kali ini selangkah lebih baik daripada tahun lalu ketika ia harus terhenti di babak semifinal. Sayangnya, bagi Adrian, ia harus bersabar untuk meraih gelar pertamanya sebagai pegolf profesional. Meskipun sebenarnya berpeluang mengambil poin di beberapa hole, ia gagal memanfaatkan kesempatan tersebut.

Danny sendiri mendapat percaya diri yang makin meningkat usai menaklukkan Syukrizal dan melangkah hingga partai final.

“Ketika memasuki sembilan hole kedua, saya makin percaya diri karena saya bisa mengambil banyak poin ketika main dengan lawan dari babak 16 besar sampai semifinal. Kali ini hal itu terjadi lagi lantaran permainan Adrian tidak berkembang seperti di sembilan hole pertama,” ujar Danny.

Danny akhirnya memastikan meraih kemenangan setelah merebut poin di hole 2, 3, 9, 10, dan 14, yang sekaligus menyudahi perlawanan Adrian. Danny pun berhak membawa pulang hadiah uang sebesar Rp42 juta dari total Rp200 juta yang disediakan untuk turnamen tahun ini.

Meski gagal menaklukkan Danny, Adrian mengaku cukup puas dengan performanya pada ajang match play kali ini.

“Saya sudah cukup senang dengan pencapaian bisa sampai ke final. Tapi saya masih ingin meningkatkan permainan lagi dan harus bersabar untuk bisa mendapat kemenangan profesional pertama.” – Adrian Halimi

“Di semifinal menghadapi Kim Junghan, saya bermain solid di sembilan hole terakhir. Putting saya juga bagus. Tapi pada partai final, putting saya kurang bagus sehingga tidak bisa mendapat birdie saat melawan Danny. Untuk bisa menandingi Danny, kita harus bisa mendapat banyak birdie karena dia pemain yang bisa mendapatkan banyak birdie dalam satu putaran,” ujar Adrian.

“Meski demikian, saya sudah cukup senang dengan pencapaian bisa sampai ke final. Tapi saya masih ingin meningkatkan permainan lagi dan harus bersabar untuk bisa mendapat kemenangan profesional pertama.”

CREDIT SUISSE MATCH PLAY CHAMPIONSHIP SUPPORTED BY JMC
Perdelapan Final
Danny Masrin 2&1 vs Syukrizal
Rodeo vs Clement Kurniawan 7&6
Elki Kow 2&1 vs. J. Andrew Wirawan
Hamzah Rachmadi vs. Yang Hee Jun 7&5
Kim Jung Han 1-up vs. Hendri Nasim
Nasin Surachman vs. Kevin C. Akbar 2&1
George Gandranata 1-up vs. Ian Andrew
Adrian Halimi 1-up vs. Asep Caprie

Perempat Final
Danny Masrin 4&2
vs Clement Kurniawan
Elki Kow 1-up vs. Yang Hee Jun
Kim Jung Han 1-up vs. Kevin C. Akbar
George Gandranata vs. Adrian Halimi 2&1

Semifinal
Danny Masrin 3&2 vs Elki Kow
Kim Jung Han vs. Adrian Halimi 4&2

Final
Danny Masrin 5&4
vs. Adrian Halimi

Leave a comment