Danny Masrin masih memimpin klasemen sementara pada ICTSI Sherwood Hills Classic pada hari kedua. Hari ini pegolf berusia 23 tahun tersebut mencatatkan skor even par untuk mempertahankan tempat teratas, sekaligus tetap menjaga peluangnya mengikuti jejak George Gandranata untuk meraih gelar Asian Development Tour pertama dalam kariernya.

Danny sempat bermain 3-under pada delapan hole pertamanya sampai akhirnya mendapat double bogey di hole 9.

”Pukulan kedua saya gagal mencapai green,” tulis Danny kepada Golf Asia Indonesia melalui WhatsApp Messenger. ”Chip saya mencapai green sekitar 2-3 meter dari hole, sayang harus tiga putt di situ.”

Sembilan hole keduanya tampak akan berakhir buruk ketika di hole 10 ia mendapat bogey dan kembali mendapat double bogey di hole 14. Pukulan tee-nya masuk ke rough, sedangkan pukulan keduanya gagal mengantarkan bola hingga ke green.

”Bolanya jauh melewati green, masuk ke rough,” sambung Danny. ”4-on dan 2 putt di situ.”

Beruntung Danny berhasil mengembalikan permainannya dan mencatatkan dua birdie di hole 15 dan 18 untuk mempertahankan total 4-under.

”Kalau main di lapangan yang lain, saya mungkin akan bermain lebih agresif. Kalau main di kondisi berangin seperti ini, kita harus lebih relaks dan sabar kalau mau main bagus,” ujar Danny menyinggung rencananya untuk putaran ketiga.

Dengan catatan 4-under 140, Danny masih tetap berada di puncak klasemen hari kedua ini. Posisinya memang belum cukup aman karena hanya unggul  satu stroke dari pegolf asal Belanda, Guido van der Valk yang pada hari ini mencatatkan skor terendah, 68 dan total skor 3-under 141. Pegolf tuan rumah, Marvin Dumandan dan pegolf Finlandia Janne Kaske berada di tempat ketiga dengan catatan 2-under 142.

Lain Danny, lain pula Ian Andrew. Bermain dari hole 10, salah satu pegolf terbaik Indonesia ini hanya mencatatkan satu birdie di hole 15 dan tiga bogey di sembilan hole pertamanya. Ia mengakhiri putaran kedua dengan bogey di hole 9. Dan dengan batas cut-off pada 5-over, Ian terpaksa pulang lebih awal.

Lapangan Sherwood Hills Golf Club di Trece Martirez City, Filipina memang menyuguhkan tantangan yang benar-benar menguji permaina para pegolf profesional. Pada putaran kedua kali ini, hanya ada enam pegolf yang mampu bermain under dan total 13 pegolf yang bisa meraih skor total di bawah par. Angin yang kencang menjadi faktor yang cukup besar di lapangan karya Jack Nicklaus ini.

Dengan enam poin pada Official World Golf Ranking, ICTSI Sherwood Hills Classic menjadi pertarungan bagi para pegolf profesional regional untuk memperbaiki posisinya agar berpeluang mewakili negaranya pada Olimpiade Rio de Janeiro bulan Agustus mendatang. Pemenang juga akan membawa hadiah sebesar US$10.500.