Danny Masrin berhasil menjuarai Indonesian Golf Tour (IGT) Grand Final yang berlangsung di Gunung Geulis Golf & Country Club. Bersaing ketat dengan Fajar Win Nuryanti, Danny akhirnya menjadi pegolf terbaik dalam ajang eksklusif yang hanya diikuti oleh 30 pegolf terbaik IGT musim 2017.

Pada putaran final, Danny membukukan skor 5-under 66 untuk total skor 203. Total skornya itu 3 stroke lebih baik daripada Fajar yang bermain total 7-under 206. Gelar ini sekaligus menjadi gelar IGT kedua baginya pada musim 2017, sekaligus menjadi gelar IGT kelimanya dalam karier profesionalnya.

Pegolf berusia 25 tahun ini sempat tertinggal satu stroke dari Fajar yang sudah bermain 8-under pada sembilan hole pertama. Namun, di hole 12 Danny justru berbalik unggul lantaran sukses mencatatkan birdie, sementara Fajar justru mendapat bogey.

Meski berbalik unggul, Danny harus melewati ujian di hole 13 dan 14. Di kedua hole tersebut bola Danny masuk air, namun ia berhasil mengamankan skor dan mendapat par.

”Hole 12 dan 13 menjadi titik balik saya. Hole 12 saya bisa birdie, sedangkan Fajar harus tiga putt. Jadi, saya unggul satu pukulan. Di hole 13, bola saya masuk air. Tetapi saya bisa satu putt untuk par. Di hole 14 bola saya kembali masuk air. Bola saya kemudian bisa masuk green di pukulan ketiga, dan jatuh hanya dua meter dari hole. Satu putt, masuk lagi. Save par. Dua hole ini menjadi momen penting saya untuk bisa seperti sekarang ini,” kata Danny.

Mendapat bogey di hole 12, Fajar memang belum menyerah, mengingat masih ada peluang lima hole lagi. Namun, keberhasilan Danny bermain par di hole 13 dan 14 praktis mengubah keadaan.

”Ketika ia bisa membuat par lagi di hole 14, barulah saya berpikir sulit untuk mengejar dia. Benar saja, ia menambah birdie di hole 15 dan 16,” ujar Fajar.

Meskipun harus mengakui keunggulan Danny, Fajar tak terlalu kecewa dengan hasil yang ia peroleh, mengingat permainannya sepanjang turnamen itu memang cukup baik. Ia hanya menyebut permainan Danny lebih bagus lagi. Terutama melihat performa Danny yang berhasil belajar dari dua putaran awal dan berhasil mengatasi mimpi buruk di empat hole terakhir.

Sementara itu, tempat ketiga diraih oleh Indra Hermawan. Pegolf yang masih berpeluang menjadi juara ini harus terlempar dari persaingan setelah pada sembilan hole pertama hanya membukukan satu birdie, satu bogey, dan satu double bogey. Namun, dengan total skor 1-under 212, ia berhasil mengakhiri turnamen pamungkas yang menyediakan total hadiah sebesar Rp300 juta ini.

Tempat keempat dihuni oleh Clement Kurniawan dan Adrian Halimi yang sama-sama bermain even par 213.

Untuk kategori Lowest Amateur, Rifqi Alam secara mengejutkan meraih gelar bergengsi tersebut setelah mengungguli Almay Rayhan Yaqutah. Rifqi yang mencatatkan skor 3-under 68 menyodok ke posisi T6 dengan total 1-over 214. Adapun Almay yang sempat bermain even par hingga hole 16 tersandung di hole 17 dan 18 dengan dua bogey dan harus puas di posisi T8 dengan total skor 2-under 215.