Salah satu pegolf andalan Indonesia yang juga merupakan pegolf terbaik Indonesia saat ini, Danny Masrin, menargetkan kemenangan pada ajang Asian Development Tour (ADT), OB Golf Invitational, yang digelar mulai hari ini di Gunung Geulis Country Club.

Danny yang saat ini memiliki peringkat terbaik pada Official World Golf Ranking, 792, tengah berada dalam performa terbaiknya. Pekan lalu ia baru saja meraih kemenangan keenamnya pada Indonesian Golf Tour (IGT), yang juga diadakan di lapangan yang sama. Sebelumnya, ia bahkan memenangkan Grand Final IGT musim lalu, juga di East Course Gunung Geulis Country Club. Dua kali memenangkan gelar di lapangan yang sama jelas memberinya peluang untuk meraih gelar ADT pertamanya.

”Saya tahu ada hari yang kurang baik dan ada hari yang baik sekali dan kita harus memanfaatkannya jika harinya sedang baik. Saya kini sudah terbiasa dengan lapangan di Gunung Geulis ini. Saya sudah punya rencana permainan sejak IGT Final bulan Desember lalu. Sekarang rata-rata saya bisa mendapat lima birdie dan kalau saya sedang mengalami hari yang baik, saya bisa mendapat hingga delapan birdie. Jadi, tinggal mengikuti rencana permainan saja,” ujar Danny.

Permainan Danny sepanjang 2018 ini terbilang cukup konsisten. Ia sempat meramaikan persaingan juara pada ajang pembuka musim ini, SMBC Singapore Open sebelum akhirnya mencapai hasil terbaiknya pada ajang Asian Tour itu dengan finis T12. Dua pekan sebelumnya, ia juga berhasil mencatatkan prestasi bagus pada level ADT, yaitu finis T4 di Brunei.

”Banyak yang menyarankan agar saya mencoba berbagai kedi, jadi saya mengikuti saran itu. Bekerja dengan beragam kedi tahun ini memberi pengalaman yang hebat dan saya sudah bertumbuh sebagai seorang pemain. Saya juga beralih menggunakan putter blade mulai Qualifying School (Asian Tour) bulan Januari lalu dan semuanya sepertinya mulai mendatangkan hasil,” tutur Danny lagi.

Kembali memainkan lapangan East Course yang sudah ia kenal, Danny mengaku bahwa ia telah mematangkan aspek short game. Ketika memainkan IGT Seri 2 pekan lalu, ia menilai pukulannya banyak yang terbuang sia-sia pada short game.

”Bermain di lapangan gunung itu memang susah. Soalnya, kelihatannya putting-nya turun, padahal sebenarnya naik; atau kelihatan naik, tapi sebenarnya turun. Green-nya juga bergelombang. Belum lagi angin yang berubah-ubah, yang menambah kesulitan,” imbuh Danny.

Meskipun demikian, dengan performa yang kuat dalam dua pekan terakhir, plus memainkan East Course yang sudah terbiasa ia mainkan, Danny memiliki peluang sangat besar untuk bisa menjadi pegolf Indonesia kedua yang menjuarai ajang ADT.

Hasrat untuk mencatatkan prestasi maksimal juga hadir dari runner-up IGT Seri 2 pekan lalu, Rinaldi Adiyandono. Pegolf yang dikenal dengan kreativitasnya ini mencatatkan hasil terbaiknya pada sirkuit lokal pada tahun ini dengan bermain 7-under 206 pekan lalu. Meski di satu sisi hasil tersebut kurang memuaskan dirinya, terutama lantaran gelar terakhir yang ia menangkan terjadi pada 2014, Rinaldi menatap pekan ini dengan positif.

Ia menyadari salah satu faktor penting yang membuatnya menunda menjuarai turnamen pekan lalu ialah aspek stamina. Stamina yang turun jelas akan memengaruhi aspek teknis permainan dan kali ini ia tidak ingin hal tersebut terjadi lagi pada panggung yang jelas lebih besar daripada ajang IGT.

”Kali ini saya minum vitamin dan istirahat yang cukup, peregangan juga harus selalu dilakuakn untuk menjaga kebugaran tubuh,” tutur Rinaldi.

Memasuki pekan penting ini, Rinaldi telah mengevaluasi permainannya pekan lalu. Kala itu ia mencatatkan bogey di hole 1, 3, 6, 7, 15-18 dan kali ini ia jelas tak ingin mengulangi kesalahan yang sama.

”Saya akan mengubah sedikit strategi bermain saya di beberapa hole yang menurut saya gagal pada pekan lalu,” imbuhnya lagi. Dan tentu saja Rinaldi juga berniat untuk menebus kegagalannya ketika bermain di Brunei dengan tampil sebaik mungkin kali ini.

Dengan dua turnamen yang telah digelar di East Course dalam tiga bulan terakhir, jelas para pegolf Indonesia berpeluang untuk mencatatkan prestasi maksimal. Selain Danny dan Rinaldi, George Gandranata dan Joshua Andrew Wirawan menjadi beberapa nama yang juga berpeluang menuai hasil maksimal.

Selain dari para pegolf profesional, jajaran pemain top amatir Indonesia yang dipimpin oleh Naraajie Emerald Ramadhan Putra juga berpeluang untuk memberi kejutan. Pada ajang IGT pekan lalu, Naraajie berhasil finis di peringkat T3 dengan membukukan 10 birdie, 2 bogey, dan sebuah double bogey. Adapun Rifqi Alam dan Kevin Caesario Akbar juga berpeluang menambah persaingan dengan para pegolf ADT.