Danny Masrin menyudahi perjuangannya dengan finis di peringkat T36, sementara Scott Hend kembali ke lingkaran para juara dengan menjuarai Maybank Championship kali ini.

Perjuangan wakil Indonesia pada ajang Maybank Championship pekan ini akhirnya selesai. Danny Masrin menuntaskan empat putaran di Saujana Golf & Country Club dengan membukukan skor 1-under 71 pada putaran final dan mengumpulkan skor total 4-under 284 untuk finis di peringkat T36.

Bermain dengan pegolf nomor satu Malaysia Gavin Green dan pemenang World Cup of Golf asal Belgia Thomas Pieters, Danny berhasil memperbaiki performanya. Meskipun pada sembilan hole pertamanya, yang dimulai dari hole 10, ia hanya bermain even par berkat satu bogey di hole 13 dan satu birdie di hole 17, harapan untuk mencatatkan lebih banyak birdie pada putaran final ini mulai melambung tatkala ia menorehkan birdie keduanya di hole 1. Ia berada dalam posisi 2-under setelah kembali mendapat birdie di hole 6. Sayangnya, ia kembali mendapat bogey di hole 8 sehingga akhirnya harus puas dengan skor 71.

Sepanjang empat putaran pada ajang kolaborasi Asian Tour dan European Tour ini, Danny berhasil mencatatkan 16 birdie, 10 bogey, dan satu double bogey. Ia bahkan sempat membuat publik golf dunia melirik Indonesia berkat performa istimewanya pada hari kedua, ketika ia berhasil berada di peringkat T2 dan berjarak hanya satu stroke dari pimpinan klasemen saat itu, Nacho Elvira, asal Spanyol.

Meski berhasil main selama empat putaran, Danny tidak menutupi kekecewaannya. Namun, ia menilai kesempatan bermain dalam turnamen berskala besar seperti Maybank Championship ini merupakan suatu hal yang sangat penting dalam karier golfnya.

“Yang penting adalah pengalaman. Di mana lagi saya bisa mendapatkan kesempatan dan pengalaman seperti ini. Buat saya itu yang penting,” tegas Danny.

“Bisa mendapatkan 16 birdie memang lumayah, tapi sebenarnya masih kurang dalam dua hari terakhir. Saya masih melakukan beberapa kesalahan konyol dan swing yang buruk, tapi kita pasti akan selalu melakukan hal-hal seperti itu.”

“… di mana pun saya bisa mewakili Indonesia, jelas merupakan hal yang bagus dan saya bangga bisa mewakili Indonesia.” – Danny Masrin

Pengalaman bisa berada di peringkat kedua pada akhir putaran kedua jelas merupakan salah satu sorotan bagi Danny pekan ini. Bermain dalam turnamen sebesar ini, ia sukses berfokus pada proses dan melupakan tekanan skala turnamen.

“Memang, saya juga kaget soalnya ketika selesai memainkan putaran kedua, pimpinan klasemennya ada di 10 atau 11-under. Kemudian saya melihat nama saya ada di papan klasemen di posisi kedua,” ujar Danny lagi.

Danny sendiri memang berniat untuk tampil maksimal dan memanfaatkan tiap turnamen Asian Tour maupun Asian Development Tour pada tahun ini. Hal ini ia butuhkan mengingat ia menargetkan panggung yang lebih besar lagi, yaitu bisa mewakili Indonesia pada ajang Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang.

“Itu merupakan target utamanya. Saya sedang mengejar (poin OWGR untuk) masuk Olimpiade. Jadi, di mana pun saya bisa mewakili Indonesia, jelas merupakan hal yang bagus dan saya bangga bisa mewakili Indonesia,” tuturnya.

Sebagian dari penggemar golf di Indonesia tentu masih mengingat bagaimana Danny juga nyaris membuat terobosan ketika ia bersaing pada ajang SMBC Singapore Open 2018. Kala itu, ia akhirnya mencatatkan finis terbaiknya pada ajang Asian Tour dan Japan Golf Tour dengan finis di peringkat T12. Dan kali ini, ia mendapatkan pengalaman berharga, bermain bersama para pegolf papan atas dunia, menempatkan Indonesia pada peta golf dunia, dan finis di posisi T36.

Perburuan poin ranking dunia pun akan ia lanjutkan ketika kembali mewakili Indonesia pada ajang Asian Tour berikutnya yang akan digelar di Bangladesh dua pekan dari sekarang, yaitu pada ajang Bangabandhu Cup Golf Open.

Scott Hend memamerkan trofi Macan yang merupakan logo Maybank. Kemenangannya pada Maybank Championship ini merupakan kemenangan Asian Tour ke-10 dan gelar European Tour ketiga baginya. Foto: Getty Images.

“Saya akan rehat seminggu sebelum menuju ke Bangladesh,” ujar Danny. “Saya harus fokus di driving sedikit, tapi yang penting adalah short game. Putting saya sudah lebih bagus, tapi selalu ada ruang untuk meningkatkannya. Dalam dua putaran terakhir ini mungkin chipping saya yang kurang bagus. Jadi saya akan fokus di short game pada minggu depan.”

Pegolf Australia Scott Hend, sukses menjuarai turnamen yang juga menjadi bagian dari Panasonic Swing ini. Hend kembali membukukan skor 5-under 67 pada putaran final tadi (24/3) untuk melanjutkan partai play-off dengan pegolf Spanyol Nacho Elvira. Keduanya harus melanjutkan duel setelah sama-sama menorehkan skor total 15-under 273.

Pada hole play-off pertama, Hend nyaris mencapai green dalam dua pukulan. Pukulan keduanya mencapai sisi green. Dengan Elvira yang melakukan tiga pukulan untuk mencapai green dan upayanya menorehkan birdie gagal, Hend jelas berada di atas angin. Dua pukulan cukup mengantarkan bola memasuki lubang dan memberikan gelar Asian Tour ke-10 dalam karier Hend.

“Saya pejuang dan petarung. Begitu juga kedi saya, Tony. Kami berdua memiliki sikap mental yang sama. Tak masalah berapa usia kami, kami berjuang keras melakukan bagian kami. Hanya membutuhkan sedikit keberuntungan untuk bisa menang. Jelas saya mendapat sedikit keberuntungan pada hole play-off. Jika tidak punya keberuntungan, Anda tidak bakal menang,” jelas sang juara.

Kemenangan kali ini turut melambungkan posisi Hend di Habitat for Humanity Standings. Sebelumnya, ia berada di peringkat 46, namun dengan kemenangan ini, ia praktis melampaui Jazz Janewattananond.

Leave a comment