Harapan Indonesia untuk bisa berbicara di nomor individu mulai terbuka. Salah satu andalan tim tamu, Danny Masrin,  membukukan skor terendah 5-under 67 di putaran kedua PGM (Professional Golf of Malaysia) IGT (Indonesian Golf Tour) Championship di Kota Seriemas Golf & Country Club.

Penempatan pin yang sedikit menyulitkan tampaknya tidak mengganggu irama permainan Danny. Pegolf yang baru saja menyabet gelar ketiganya di IGT Seri VII minggu lalu ini tetap bermain impresif. “Saya tetap berusaha menjalankan game plan seperti biasanya: jangan sampai miss green. Namun, sembilan hole pertama memang lebih mudah hari ini (kemarin, 4/11). Itu sebabnya saya bisa bogey free dengan 3 birdie. Di sembilan hole kedua yang lebih sulit, saya lebih menjaga permainan agar tidak kehilangan skor. Hanya di hole 16 par 3 saya mendapat bogey,” kata Danny.

Berkat hasil kemarin, Danny mengumpulkan skor 7-under 137 dan naik ke posisi keempat. Danny berhasil memperkecil selisih pukulan, menjadi 3 dengan penguasa leaderboard selama dua putaran ini, Ben Leong.

“Jaraknya tidak terlalu jauh (di puncak), meski Ben punya keuntungan,” kata Danny. “Besok apa pun bisa terjadi. Kita lihat saja nanti.”

Keberhasilan Danny ini tentu saja menggembirakan sponsor tim Indonesia Zurich Indonesia. Bersama George Gandranata, Danny terpilih sebagai brand ambassador Zurich Indonesia.

Kemarin Ben masih bertahan di puncak dengan skor total 10-under 134 setelah bermain 4-under 68. Sementara, Danny Chia naik ke posisi kedua, bersanding dengan Kemarol Bahrain, yang sama-sama membuat skor total 8-under 136.

Selain Danny, pegolf Indonesia lainnya, Adrian Halimi, pun memberikan kegembiraan bagi tim tamu di hari kedua ini. Pegolf yang baru beralih menjadi pro pada akhir September lalu itu mencetak skor 3-under 69, dengan skor total 141. Posisinya pun beranjak ke peringkat keenam

“Game plan saya berjalan sesuai rencana. Namun, memang untuk dua hari ini, saya berusaha main aman di sembilan kedua yang memang cukup sulit,” kata Adrian yang menempati posisi keempat pada IGT Seri VII.  “Untuk besok (hari ini), saya tetap fokus dan meraih hasil yang terbaik,” tambahnya.

Posisi ketujuh ditempati tiga pegolf Malaysia, Sukree Othman (69), Airil Rizman (71) dan Nicholas Fung (72) dan satu pegolf Indonesia, Sarmilih (72), dengan skor sama-sama 142 (dua di bawah par).

Turnamen PGM-IGT Championship menghadirkan 25 pegolf dari masing-masing negara. Pemenang untuk kategori individual event ini akan ditentukan dengan skor total terendah. Tidak ada cut-off.

Para pegolf di Tiga Besar akan memperoleh hadiah uang sebesar RM30,500 (Rp95 juta), RM20,000 (Rp93,5 juta) and RM11,500 (Rp36 juta).

Kategori kedua adalah kejuaraan beregu. Untuk kategori ini, pemenang akan ditentukan dari 20 pencetak skor terendah dari masing-masing tim.