Hole 12 Par 3—130 meter. Rintangan yang jelas di hole ini ialah air. Selain itu, posisi tee box yang cukup tinggi tak jarang membuat ragu para pemain. Kunci untuk menaklukkan hole ini ialah feel free dan mengetahui kemampuan jarak pukul dengan tiap club yang Anda miliki.

Hole 14 Par 4—304 meter. Ini merupakan salah satu hole unik di lapangan ini dan dijuluki hole kloneng, mengingat pemain yang sudah selesai mesti membunyikan lonceng. Posisi tee box ke green tidaklah jauh, tapi dogleg ke kiri dengan posisi blind hole. Sebuah bunker di fairway siap menelan bola yang dipukul terlalu keras. Namun, bunker fairway tersebut bisa dijadikan patokan arah pukulan dari tee box. Untuk pukulan kedua, Anda perlu memperhatikan bunker yang berada di sebelah kiri green.

Hole 16 Par 4—400 meter. Hole dogleg ke kiri ini menghadirkan sejumlah rintangan mulai dari tee off: rintangan air di sebelah kiri dan OB di sisi kanan. Untuk menaklukkan hole ini dituntut pukulan yang lurus dan terarah. Posisi pada pukulan kedua pun masih dirintangi oleh ujung pepohonan di sebelah kiri dengan OB di sebelah kanan. Jika hole berada di posisi pin merah, disarankan untuk parkir bola di epron sebelum pin, mengingat posisi green di sini agak curam. Sedangkan kalau hole di pin biru, hindari penempatan bola di posisi pin merah karena posisinya yang agak menanjak juga menyulitkan.

Hole 17 Par 3—176 meter. Ada tiga rintangan di hole ini. Selain air, ada bunker yang mengelilingi green dan juga pepohonan. Green di hole ini relatif bersahabat, tidak ekstrem bergelombang. Seperti di hole 12, Anda perlu bermain feel free dengan memaksimalkan pemilihan club yang tepat. Upayakan bola dipukul agak melambung dan tidak mengenai pohon agar bola nantinya tidak bergulir.

  • Teks Raka S. Kurnia dan Emy Andrianto
  • Foto Taufik Dwilesmana