Chip-in birdie di babak play-off membawa Pavit Tangkamolprasert menjuarai Sabah Masters.

Dua pekan silam, Pavit Tangkamolprasert harus tersingkir lewat partai play-off pada ajang Thailand Open. Tapi kali ini di Kota Kinabalu, Malaysia, justru dirinyalah yang berhasil menyingkirkan rekan senegaranya, Phachara Khongwatmai, dan pegolf Australia David Gleeson untuk meraih gelar Asian Tour keduanya.

Pegolf berusia 30 tahun ini menorehkan skor terbaiknya pada pekan tersebut dengan membukukan skor 65 pada putaran final untuk ikut dalam babak play-off dengan Phachara (67), Gleeson (68), dan pegolf India Aman Raj (63). Keempat pemain ini sama-sama mengumpulkan total 13-under 271 pada ajang yang memperebutkan total hadiah US$300.000 di Sutera Harbour Golf and Country Club ini.

Raj menjadi pemain pertama yang harus tersingkir setelah harus mendapat bogey, sementara ketiga pemain lainnya sukses mendapat par. Pavit, Phachara, dan Gleeson kemudian berhasil memukul bola ke fairway, namun pukulan kedua masing-masing pemain gagal mencapai green.

Pavitlah yang justru berhasil menuntaskan permainan dengan melakukan chip-in birdie dari jarak 15 yard. Baik Phachara, maupun Gleeson akhirnya hanya bisa mencatatkan par. Kemenangan ini menjadi gelar Asian Tour kedua baginya, melengkapi enam gelar Asian Development Tour.

“Sungguh luar biasa! Saya sama sekali tak mengharapkan kemenangan ini, apalagi masuk play-off. Saya menuntaskan putaran final lebih awal dan sudah berganti baju, siap-siap untuk berangkat ke bandara, tapi akhirnya harus ganti baju lagi setelah tahu saya masuk play-off,” tutur Pavit, yang juga meraih kemenangan Asian Tour pertamanya lewat partai play-off pada ajang Macao Open 2016.

“Tapi inilah golf. Anda tak pernah tahu apa yang bakal terjadi sampai menit terakhir. Saya nyaris menang pada ajang Thailand Open dua pekan lalu. Ada tekanan yang lebih besar pada pekan tersebut karena ajang itu merupakan ajang nasional terbuka saya. Tapi pekan ini saya lebih rileks dan mungkin itulah yang membantu saya.”

Sejak menjuarai Macao Open tiga tahun silam, Pavit sempat mengalami sejumlah tantangan yang sedikit menghambat permainannya.

“Saya harus berjuang dengan cedera pergelangan tangan. Tapi hal itu sudah berlalu. Anda harus terus berjuang dalam olahraga ini karena Anda tak pernah tahu kapan Anda bakal menang, jadi harus terus berusaha,” tandasnya.

Hasil Solid Wakil Indonesia
Rory Hie berhasil mencatatkan hasil terbaik bagi tiga wakil Indonesia yang turun bertanding di Sutera Harbour Golf and Country Club. Setelah sempat nyaris gagal lolos cut, Rory berhasil menorehkan permainan luar biasa pada putaran ketiga, yang harus ia tuntaskan pada hari Minggu (24/11). Ia membukukan skor terbaiknya dengan bermain 6-under 65.

Pada putaran final, Rory berhasil membukukan empat birdie dan dua bogey dan menuntaskan permainan dengan skor 69. Skor total 8-under 276 itu pun membawanya ke posisi T12.

Adapun Joshua Andrew Wirawan akhirnya berhasil membukukan hasil terbaiknya pada ajang Asian Tour yang ia ikuti tahun ini. Mengawali turnamen dengan menjadi salah satu pimpinan klasemen berkat skor 5-under 66, ia kemudian bermain 73 untuk lolos ke dua putaran final. Setelah membukukan skor 1-under 70 pada putaran ketiga, ia kemudian bermain even par 71 pada putaran final. Skor total 4-under 280 menempatkannya di peringkat T28.

Peringkat T28 tersebut memberinya hasil terbaik yang pernah ia bukukan pada ajang Asian Tour musim ini. Sebelumnya, pada Bank BRI Indonesia Open, Andrew finis di peringkat 68 dengan skor even par 288.

Sementara itu, Danny Masrin berhasil finis di posisi T56. Danny membukukan skor 71-69-72-74 untuk skor total 2-over 286.