Pegolf asal Thailand Chapchai Nirat mengambil alih pimpinan klasemen hari kedua penyelenggaraan SMBC Singapore Open yang berlangsung di Sentosa Golf Club Serapong Course. Pegolf berusia 34 tahun ini menorehkan skor 7-under 64 dan unggul satu stroke dari para pesaing terdekatnya setelah membukukan total skor 135.

Chapchai sama sekali bermain tanpa melakukan kesalahan pada hari ini (19/1). Ia menorehkan tujuh birdie dan tidak melakukan bogey sama sekali. Performanya ini membuatnya mengungguli rekan senegaranya Tirawat Kaewsiribandit dan pegolf Afrika Selatan Shaun Norris.

Permainannya ini memang terbilang istimewa, tak hanya dari hasil yang ia peroleh, tapi juga mengingat ia tengah beradaptasi dengan swing yang baru. Kondisi tersebut membuatnya bermain tanpa mematok target apa-apa.

”Saya sama sekali tidak banyak berpikir dan tidak mematok target apa-apa untuk turnamen ini. Saya hanya menikmati pengalmaan ini dan berusaha menyesuaikan diri dengan swing golf saya yang baru, sekaligus menemukan irama swing yang lebih baik,” tutur Chapchai.

Lantaran tak mematok target, bermain 7-under 64 dan tanpa bogey ini ia akui mengejutkan.

”Sebelum datang ke sini, saya berusaha menyesuaikan dan memperbaiki kesalahan pada swing dengan pelatih saya. Hari ini, saya berusaha bermain sama seperti ketika melakukan putaran latihan dan mengikuti saran dari pelatih,” sambungnya.

Tahun 2009 Chapchai mencatatkan rekor 72 hole terendah sepanjang sejarah Asian Tour. Pada ajang SAIL Open di India kala itu, ia bermain 32-under 256. Kemenangan 11 stroke ini juga membuatnya menjadi salah satu pemain dengan rekor selisih kemenangan terendah pada ajang Asian Tour.

Chapchai sendiri memiliki rekor yang bagus bermain pada turnamen ini. Hasil terbaiknya ia torehkan dengan finis T7 pada edisi 2008 dan 2012. Dari sepuluh Singapore Open yang ia ikuti, ia hanya dua kali gagal lolos cut. Dan kini ia berpeluang untuk memperbaiki rekor tersebut.

”Saya sangat gembira dan bersemangat bisa berada di puncak klasemen. Sudah lama saya tak merasakan hal seperti ini di lapangan, setidaknya dalam tiga tahun terakhir. Untuk dua hari ke depan, saya akan melakukan hal yang sama seperti hari ini dan tak mau terlalu memikirkan hasilnya,” tandasnya.

Adapun rekan senegaranya, Tirawat meramaikan perburuan gelar setelah bermain 1-under 70 pada hari kedua. Ia melanjutkan permainan yang bagus setelah kemarin (18/1) bermain dengan skor 66. Performanya ia tunjukkan, di antaranya di hole 13 par 4. Di hole yang ia akui sulit ini Tirawat berhasil memasukkan putting dari jarak sekitar 20 kaki untuk mendapat birdie.

”(Putting) itu menjadi titik balik pada hari ini. Setelah itu saya bermain dengan lebih percaya diri,” ujar Tirawat yang nyaris menjuarai Indonesia Open tahun lalu, kalau saja bukan karena permainan Panuphol Pittayarat yang luar biasa sepanjang pekan tersebut.

Adapun pegolf Afrika Selatan Shaun Norris juga mencatatkan total skor yang sama dengan Tirawat. Lama tidak bermain pada ajang Asian Tour, pemegang dua gelar Asian Tour ini tampil solid dalam dua putaran dan membuka peluang untuk bersaing memperebutkan gelar.

Sementara itu, perjuangan dua pegolf terbaik Indonesia, George Gandranata dan Danny Masrin masih berlangsung. Sekali lagi, SMBC Singapore Open harus dihentikan pada sore tadi lantaran kondisi cuaca yang buruk.

Ketika turnamen dihentikan, baik George maupun Danny hanya menuntaskan sembilan hole pertama. Bermain pada waktu tee siang dan dari hole 10, masing-masing menunjukkan perkembangan yang positif.

George yang mengawali putaran pertama dengan skor 81, telah mencatatkan sebuah bogey di hole 15 dan birdie di hole 18. Ia memang dihadapkan pada posisi yang nyaris mustahil. Dengan batas cut-off ada pada 1-over, praktis ia mesti bermain 9-under untuk memastikan lolos ke dua putaran final. Itu berarti ia harus membukukan birdie di tiap sembilan hole terakhirnya besok, ketika turnamen kembali dilanjutkan.

”Kemarin berat sekali. Pukulan saya kurang bagus dan chipping saya juga kurang bagus,” ujar George.

George mengaku performanya hari ini terbantu setelah mendapat saran dari Danny Masrin.

”Dia memberi tahu saya setelah hari pertama untuk coba mengutak-atik driver. Hari ini saya lebih percaya diri dengan driver saya,” imbuh George.

Performa George memang berbanding terbalik dengan Danny. Setelah bermain dengan even par 71 pada hari pertama, Danny menunjukkan performa yang lebih solid pada hari ini. Bermain par dalam tiga hole pertama, ia meraih birdie pertamanya di hole 13 sebelum kembali membukukan birdie di hole 18. Dengan total 2-under dalam dua hari ini dan tersisa sembilan hole lagi, Danny berpeluang besar untuk bermain pada dua putaran final.

Hari ini sebanyak 78 pemain harus kembali memainkan putaran kedua mereka pada pukul 07:40 waktu Singapura. Turnamen terpaksa kembali dihentikan pukul 16:42 lantaran ancaman petir. Putaran ketiga sendiri rencananya baru akan dimulai paling lambat pukul 12:50 waktu Singapura atau pukul 11:50 WIB.