Pemain asal China Taipei, Chan Shih-cang mewujudkan impiannya dengan memenangkan King’s Cup presented by PTT Group setelah mencatatkan total skor 12-under 268. Sementara itu, rekan Chan, Lin Wen-tang berada di peringkat kedua dengan skor 10-under 270 setelah bermain dengan skor 66.

Bagi Chan, kemenangan di Phoenix Golf and Country Club ini juga menjadi istimewa setelah ia menjadi pegolf China Taipei kedua yang berhasil menjuarai turnamen ini setelah pada putaran akhir bermain 3-under 67. Sebelumnya, kompatriotnya, Chan Yih-shin menjuarai King’s Cup pada 2009 silam.

”Persaingan yang sangat ketat hingga hole 16, sampai saya akhirnya bisa mendapatkan kesempatan ini. Kata-kata saja tak bisa menggambarkan perasaan saya saat memasukkan putt terakhir itu,” tutur Chan. ”Menjadi juara ajang Asian Tour sudah menjadi impian saya dan saya berhasil mewujudkannya hari ini.”

Memang tidak mudah, mengingat sejak awal putaran keempat hari ini (31/7) ia harus bersaing ketat dengan pemain dari Inggris, Eddie Pepperell. Pepperell sendiri harus melupakan persaingan setelah pada empat hole terakhir ia mendapat 3 bogey dan 1 double bogey.

”Sebenarnya saya merasa sangat gugup saat mengawali putaran hari ini. Saya tahu bakal bersaing ketat karena selisih skor dengan pimpinan klasemen sangatlah kecil. Saya berusaha memainkan permainan saya sendiri dan tak terlalu sering melihat papan klasemen.

”Green-nya sangat menantang dan saya perlu memukul sebanyak mungkin ke fairway. Saya berhasil juga melakukan hal itu hari ini,” tutup Chan.

Sementara itu, rekan senegara Chan, Lin Wen-tang, juga merasa cukup puas bisa berada di peringkat kedua.

”Kalau saya ditakdirkan untuk menang pekan ini, tentu saya sudah mengangkat trofi. Tapi itulah golf. Pekan yang luar biasa dan saya tidak bisa berharap lebih dari ini,” ujar Lin.

Adapun Danthai Boonma, yang sempat menjaga harapan publik tuan rumah untuk bisa memegang trofi sempat melakukan permainan yang mengagumkan. Ia bermain 4-under di sembilan hole pertamanya dan berpeluang untuk memenangkan gelar Asian Tour kedua dalam kariernya setelah mendapat tiga birdie berturut-turut di hole 10, 11, dan 12.

Sayangnya, ia ibarat mesin yang kehabisan bahan bakar, dan harus mendapat bogey di hole 16, yang memupuskan harapannya.

”Saya melakukan segalanya dengan baik sampai hole 13. Saya tak lagi bisa menambah birdie dan setelah itu dan bogey di hole 16, saya harus menyadari kalau gelar itu luput dari saya,” ujar Danthai.