Beralih ke Taiwan pada Yeangder Heritage, ajang Asian Tour, yang tengah berlangsung pekan ini, satu-satunya pegolf Indonesia yang berlaga, Rory Hie, berhasil melaju ke akhir pekan.

Setelah bermain 1-over 73 pada putaran pertama kemarin (27/4), 2-under 70 yang ia peroleh pada hari ini membuatnya melaju ke dua putaran final pada akhir pekan ini.

Skor over pada putaran pertama terbilang bagus, mengingat kondisi cuaca yang buruk di National Golf Country Club, Taiwan. Sementara pada putaran kedua tadi, Rory bermain lebih bagus dengan mencatatkan lima birdie dan tiga bogey. Dengan total skor sementara 1-under 143, ia berada di peringkat ke-18 bersama tujuh pegolf lainnya.

Sementara itu, tiga pegolf kini berada di posisi teratas setelah ketiganya sama-sama mengumpulkan 6-under 138. Ketiganya ialah pegolf asal Korea Chang Yikeun, dan duo Thailand Natipong Srithong dan Danthai Boonma.

Chang berhasil naik ke posisi teratas setelah membukukan skor terendah pada hari ini dengan 6-under 66. Sementara Natipong dan Danthai masing-masing bermain dengan skor 67 dan 69.

Yikeun Chang

Natipong dan Danthai sama-sama meraih gelar Asian Tour pertama mereka pada tahun 2015 lalu. Sementara Chang, juara Q-School Asian Tour 2016 lalu tengah memantapkan posisinya pada sirkuit terbaik di Asia ini.

Natipong membukukan skor 5-under, di antaranya berkat putter barunya.

”Sudah lama sejak saya merasa bisa melakukan putting sebagus hari ini (28/4). Saya mengganti putter dan merasa lebih nyaman,” ujar Natipong.

Setelah lulus Q-School tahun lalu, Chang mesti kembali mengikuti Q-School tahun ini. Setelah lolos dengan finsi di posisi T8, kini ia mulai membuka peluang untuk meraih gelar perdana dalam kariernya.

”Saya merasa lebih nyaman main di Asia tahun ini. Pukulan saya juga sudah menjadi lebih bagus sekarang. Tahun lalu saya banyak gagal lolos cut karena putting saya buruk. Jadi, saya banyak berlatih putting saat jeda turnamen sehingga hari ini banyak putting yang bisa masuk,” tutur Chang.

Meskipun cuaca pada putaran kedua sudah lebih baik, toh angin masih berembus.

”Saya puas dengan skor saya karena cuacanya juga bagus, tapi masih sangat berangin. Saya suka melakukan putt di green di sini. Rasanya sempurna buat saya karena persis seperti green di Thailand. Saya akan memainkan rencana yang sama dan akan berusaha melanjutkan permainan serupa pada akhir pekan ini,” tutur Danthai.