Inilah beberapa momen dari Memorial Tournament menjelang memasuki periode paling menegangkan menjelang putaran final hari Minggu (6/6) ini.

Berita terbesar dari Memorial Tournament pekan ini jelas datang dari Jon Rahm, yang terpaksa mundur menyusul tes COVID-19 yang memberi hasil positif baginya. Pegolf Spanyol ini sebenarnya berpeluang untuk mempertahankan gelarnya, terutama setelah menampilkan permainan luar biasa pada putaran ketiga ketika ia menorehkan skor 8-under 64. Skor total 18-under 198 membuatnya menyamai keunggulan terbesar 54 hole (6 stroke yang dilakukan Tiger Woods tahun 2000) dan menyamai skor 54 hole terendah (198, dibukukan oleh Scott Hoch tahun 1987) pada ajang ini.

Dalam pernyataan resminya, PGA TOUR menjelaskan bahwa pada 31 Mei lalu, Rahm harus menjalani protokol pelacakan kontak, setelah ia berhubungan dengan seseorang yang ternyata positif COVID-19. Sesuai Rencana Kesehatan dan Keamanan COVID PGA TOUR, Rahm masih bisa mengikuti kompetisi dengan menjalani protokol, yang mewajibkannya untuk menjalani tes harian dan pembatasan akses. Ia sendiri masih tidak memiliki gejala COVID-19.

Hasi tes Rahm terbukti negatif tiap hari, namun tes terkini yang dilakukan setelah putaran kedua selesai dimainkan dan putaran ketiga dimulai (yang dilakukan pada hari ketiga akibat penundaan akibat cuaca pada hari kedua), memberi hasil positif pada pukul 16:20. Hasil ini baru didapat ketika Rahm sedang berada di lapangan. Penasihat medis PGA TOUR pun meminta untuk melakukan pengetesan ulang terhadap sampel asli dan hasilnya diperoleh pada pukul 18:05 waktu setempat dengan hasil yang juga positif.

Sebagai hasil dari pengujian ini, Rahm terpaksa mundur usai menuntaskan putaran ketiganya. Kini ia berada dalam isolasi dan menurut panduan Center for Desease Control and Prevention (CDC), ia harus menjalani isolasi setidaknya hingga tanggal 15 Juni.

”Saya sangat kecewa harus mundur dari Memorial Tournament. … Saya sangat bersyukur karena keluarga saya dan saya semuanya baik-baik saja. Saya akan menjalani semua langkah yang penting untuk bisa aman dan sehat, dan tak sabar untuk bisa kembali ke lapangan secepat mungkin,” tulis Rahm dalam pernyataannya melalui akun Twitter-nya.

Collin Morikawa dan Patrick Cantlay kini menjadi pimpinan klasemen dengan 12-under 204.

 

 

Kim Siwoo Ramaikan Persaingan
Baiklah. Enam stroke memang bukan selisih yang mudah untuk diatasi. Namun, Kim Siwoo punya kemampuan untuk mencatatkan skor rendah, seperti tatkala ia bermain dengan skor 64 pada putaran final The American Express, yang memberinya gelar PGA TOUR ketiga dalam kariernya.

Kim sempat mengawali putaran ketiganya dengan dua bogey, namun berhasil membukukan enam birdie untuk menempati peringkat T6. Peluang terbesarnya mungkin mencatatkan finis sepuluh besar, yang bakal menjadi sepuluh besar pertamanya pada Memorial Tournament dalam penampilan keenamnya.

”Saya memulai dengan dua bogey, hal yang sama dengan kemarin, sehingga membuat permainan saya sedikit lebih sulit. Namun, saya menunggu dan berusaha mencari kesempatan untuk bangkit. Ternyata kesabaran itu membuahkan hasil dan saya bisa finis dengan solid. Secara keseluruhan ini putaran yang bagus,” tutur Kim.

”Tn. Jack Nicklaus adalah pegolf legendaris yang dihormati oleh semua pemain PGA TOUR. Saya merasa terhormat bisa datang ke turnamennya dan bersaing di sini. Saya selalu menikmati berpartisipasi pada turnamennya dan bermain di lapangan golf ini.

”Angin akan menjadi kunci untuk putaran final besok. Kalau saya bisa mengawali permainan dengan baik, saya bisa tetap tenang dan menantikan sejumlah kesempatan. (Yang jelas) saya akan berusaha untuk mendapatkan beberapa birdie.”

 

Skor 75 pada putaran ketiga membuat posisi Zhang Xinjun melorot dari T15 ke T29. Foto: Getty Images.

 

Zhang Melambung, Lalu Tersandung
Putaran kedua di Muirfield Village menjadi putaran terbaik Zhang Xinjun. Setelah membuka turnamen ini dengan skor 73, skor 68 yang ia bukukan sempat melambungkan dirinya ke posisi 20 besar. Meski mencatatkan empat birdie dengan empat bogey, dua eagle yang ia torehkan di hole 17 par 3 dan hole 7 par 5 membantunya menuntaskan putaran kedua di posisi T15.

Zhang memiliki catatan mengesankan pada ajang ini. Tahun lalu ia finis T10 pada turnamen yang dituanrumahi oleh Jack Nicklaus ini. Dan permainannya hari kedua itu tampak menjanjikan, terutama setelah menyudahi sembilan kali gagal lolos cut secara berturut-turut pada ajang Charles Schwab Challenge sepekan yang lalu—ia finis T73.

”Rough-nya tebal, jadi pukulan tee Anda mesti sangat akurat, dan Anda tak bisa terburu-buru ketika melakukan kesalahan. Saya sendiri bermain dengan baik di seluruh aspek permainan,” ujar Zhang kala itu.

Sayangnya, konsistensi masih belum sepenuhnya kembali pada permainannya. Pada putaran ketiga kemarin (5/6), Zhang harus puas dengan skor 75 setelah mendapat empat birdie, tiga bogey, dan dua double bogey. Posisinya pun melorot ke peringkat T29, bersama pegolf Korea Kang Sung.