Perusahaan ekuitas swasta asal Korea Centroid Investment Partners resmi mengakuisisi TaylorMade Golf dari KPS Capital Partners.

Setelah bersama KPS Capital Partners sejak 2017, TaylorMade Golf Company, Inc. kembali berpindah kepemilikan. Tepat 11 Mei 2021 kemarin, perusahaan perangkat golf terkemuka ini resmi menjadi bagian perusahaan asal Korea, Centroid Investment Partners, yang berkantor pusat di Seoul, dengan angka yang tidak disebutkan.

Bagi TaylorMade, peralihan ini merupakan yang kedua kalinya dalam empat tahun terakhir. Pada tahun 2017 lalu, perusahaan asal Carlsbad, California, AS ini dilepas oleh adidas AG kepada KPS Capital Partners, dengan nilai transaksi yang kala itu dikabarkan pada angka US$425 juta.

Bersama KPS Capital Partners TaylorMade mengalami salah satu pertumbuhan terbaiknya. Mereka menjadi perusahaan perangkat dan bola golf independen yang telah mengalami angka pertumbuhan produk dan pasar terbaiknya dalam industri golf. Selama periode ini mereka memfokuskan investasinya pada teknologi untuk memperkenalkan produk-produk dengan performa revolusioner. Mereka juga berhasil meraih pangsa pasar yang signifikan untuk bola golf. Selain itu, TaylorMade juga membangun fasilitas-fasilitas produksi dan distribusi, memfokuskan kembali strategi pemasaran, termasuk membangun platform digital terkemuka dalam industri golf.

Ketika adidas AG menjual perusahaan terkemuka ini, TaylorMade baru saja mengontrak Rory McIlroy, menyusul runtuhnya bisnis perangkat golf Nike Golf. Dan saat ini sejumlah nama besar tak hanya mengandalkan produk TaylorMade, tapi juga mendapat kontrak dari perusahaan yang berdiri sejak 1979 ini. Selain pegolf No.1 Dunia Dustin Johnson, masih ada Tiger Woods, McIlroy, Tommy Fleetwood, Collin Morikawa, Rickie Fowler, Matthew Wolff, Park Sunghyun, Charley Hull, Maria Fassi, dan Sierra Brooks.

Sejak tahun 2017 itu juga TaylorMade memperoleh peningkatan penghasilan dan keuntungan di seluruh dunia. Tahun 2021 ini bahkan dikabarkan menjadi tahun dengan penghasilan terbaik dalam sejarah perusahaan, di bawah kepemimpinan David Abeles, CEO TaylorMade Golf dan tim manajemennya.

 

KPS Capital Partners telah membantu TaylorMade Golf mencapai statusnya saat ini.
TaylorMade Golf telah menikmati statusnya saat ini setelah bersama KPS. Foto: TaylorMade Golf.

 

”Transaksi ini merupakan pencapaian yang sangat penting untuk melanjutkan momentum merek ini di seluruh dunia. Tidak mengherankan jika proses penjualan TaylorMade menimbulkan minat dari berbagai pembeli prospektif dan menghasilkan kesepakatan yang menggambarkan performa bisnis kami saat ini, termasuk hasil untuk masa depan,” tutur Abeles.

Abeles juga memuji peran KPS yang sejak awal telah melihat kekuatan dan potensi merek dan bisnis TaylorMade. Ia juga menggarisbawahi peran perusahaan tersebut yang membantu menempatkan TaylorMade pada posisinya saat ini, termasuk untuk pertumbuhannya pada masa depan.

Sementara itu, bagi Centroid, akuisisi TaylorMade Golf dianggap sebagai investasi yang transformasional. Pendiri dan CEO Centroid Investment Partners, Jeong Jinhyeok, menyampaikan antusiasme pihaknya untuk berinvestasi pada pemimpin global perangkat golf.

”Saat ini, industri golf mengalami permintaan yang tinggi, peningkatan partisipasi dengan peluang-peluang jangka panjang di seluruh dunia. TaylorMade merupakan merek ikonik yang dengan momentum berlanjut di seluruh dunia, yang menjadi kunci untuk kategori perangkat golf dan daerah-daerah, terutama Korea dan pasar market Asia yang lebih luas. Kami sama bersemangatnya untuk bekerja sama dengan CEO David Abeles dan tim manajemen seniornya untuk mendukung pertumbuhan dan keberhasilan merek ini,” jelas Jeong.

Meskipun tidak angka pastinya tidak diumumkan, Morgan Stanley yang melakukan penjualan perusahaan perangkat golf ini dikabarkan memberi nilai sebesar US$2 juta untuk perusahaan perangkat golf ini. Angka tersebut sudah mencapai hampir lima kali lipat dari investasi awal yang KPS lakukan ketika mengakuisisi perusahaan ini dari adidas AG.

Korea Economic Daily melaporkan bahwa Centroid Investment, yang didirikan tahun 2015 lalu, sempat mendapat sorotan setelah sebelumnya telah mengakuisisi lapangan golf 18 hole, South Springs Country Club dari BGF Group dengan angka sekitar 172 milyar won pada tahun 2020 lalu.