Para pegolf tuan rumah menampilkan performa cemerlang pada hari pertama OB Golf Invitational.

Sejumlah tee box yang dimajukan di Royale Jakarta Golf Club menjadi salah satu faktor yang membantu para pemain Indonesia untuk bermain bagus pada putaran pertama. Namun, tanpa kualitas permainan yang mumpuni, mereka jelas takkan mungkin memanfaatkan keuntungan tersebut. Salah satu bukti ketangguhan para pegolf Indonesia itu ditunjukkan oleh Kurnia Herisiandy Santoso.

Pegolf asal Medan ini menjadi salah satu dari dua grup terakhir yang harus berlomba dengan waktu. Penundaan permainan selama sekitar 75 menit, dari pukul 15:15 hinggga 16:30, membuat sejumlah pemain yang bermain pada waktu tee off pukul 12:00 ke atas harus berhadapan dengan kondisi alam yang mulai gelap. Dalam kondisi demikian, Heri, panggilan akrab Kurnia, masih sempat membukukan birdie di hole 17 dan mengamankan par di hole terakhir.

“Saya tidak ingin mengambil risiko kembali ke lapangan pagi-pagi. Dalam kondisi masih pagi, bisa saja pukulan saya meleset dan masuk air sehingga memengaruhi skor saya,” ujarnya.

Heri menjadi satu dari tujuh pegolf Indonesia yang berhasil bermain under di Royale Jakarta Golf Club. Ia menorehkan satu bogey dengan empat birdie untuk berada di tempat ke-16.

Danny Masrin juga mencatatkan skor 3-under 69 pada putaran pertama kemarin (7/5)

Tidak ingin kembali ke lapangan lebih pagi, Kurnia Herisiandy Santoso berlomba dengan waktu dan menuntaskan 18 hole pertama dengan 3-under 69. Foto: Golfin’STYLE.

Jordan Surya Irawan menjadi pegolf Indonesia pertama yang mematok target skor terendah bagi kubu tuan rumah. Bermain dari hole 1 (West 1), Jordan menampilkan permainan yang luar biasa dan membukukan 3-under berkat birdie di hole 2, 4, dan 9.

“Sebenarnya saya lebih memanfaatkan hole-hole par 5 karena sebagian besar tee box dimajukan di par 5, jadi saya bisa mencapai green dalam dua pukulan. Dua birdie saya (di hole 2 dan 9) itu di par 5,” tutur Jordan.

Memasuki sembilan hole kedua, Jordan harus mendapatkan bogey di hole 13. Namun, ia masih bisa mempertahankan permainannya dengan mencatatkan dua birdie di hole 15 dan 18.

“Selama bermain di Royale Jakarta Golf Club, saya memang cenderung lumayan kesulitan main di sembilan hole terakhir. Bogey di hole 13 itu juga karena putting saya lewat jauh. Tapi saya coba menerima apa adanya dan tetap fokus pada rencana permainan saya sehingga saya akhirnya bisa membuat bogey di empat hole terakhir,” jelas Jordan lagi.

Skor 4-under 68 miliknya ini kemudian disamakan oleh tiga pemain Indonesia lainnya. Peter Gunawan dan Rory Hie menorehkan enam birdie dengan dua bogey, sementara kombinasi skor Jordan juga didapatkan oleh George Gandranata. Dengan demikian, pada akhir putaran pertama, empat pegolf Indonesia berada di peringkat 5, bersama tujuh pemain lainnya. Jordan, Peter, Rory, dan George pun hanya terpaut dua stroke dari pimpinan klasemen sementara asal Inggris, Matt Killen.

Naraajie Emerald Ramadhan Putra kembali menorehkan permainan solid pada hari pertama dan mencatatkan 2-under 70. Foto: Golfin’STYLE.

Putaran pertama OB Golf Invitational ini juga tampaknya menjadi momen positif bagi Naraajie Emerald Ramadhan Putra. Ia menorehkan skor 2-under 70 dan berada di peringkat T23, yang sekaligus menempatkannya sebagai pemain amatir terbaik untuk sementara.

Pegolf amatir lain yang mencatatkan hasil bagus pada hari pertama adalah Almay Rayhan Yagutah. Empat birdie dan empat bogey miliknya menempatkan Almay di peringkat 41 bersama enam pegolf lain, termasuk Clement Kurniawan.

Juara Kejurnas Golf Junior Randy Arbenata Bintang sempat menampilkan permainan yang bagus dan mencatatkan skor 1-under dengan empat birdie dan tiga bogey hingga hole 13. Sayangnya, performa permainannya di lima hole terakhir menurun sehingga ia harus puas menuntaskan hari pertama dengan skor 75.

Pegolf Inggris Matt Killen memegang kendali pada hari pertama setelah mencatatkan tujuh birdie dan hanya satu bogey. Sementara itu, Worrasorn Suwanpanang, Jeremy Wendelken, dan Wang Wei-lun berada di tempat kedua dengan torehan 5-under 67.

“Kalau ditanya apa yang menjadi kunci sehingga saya bisa bermain 5-under 67 hari ini, saya akan bilang itu adalah karena saya bermain rileks, tidak berpikir terlalu banyak. Memang ada pukulan yang meleset, tapi saya tidak mau memikirkan hal itu terlalu lama,” ujar Wang.

Leave a comment