John Catlin kembali bersinar dengan meraih gelar European Tour ketiga pada Austrian Golf Open.

Hanya dalam 13 turnamen European Tour, John Catlin meraih kemenangan ketiganya di kancah European Tour. Kali ini ia melakukannya pada ajang Austrian Golf Open lewat partai play-off yang dramatis. Pegolf Amerika ini harus berduel dengan pegolf Jerman Maximilian Kieffer setelah keduanya sama-sama membukukan skor total 14-under 274.

Catlin memulai putaran final kemarin (18/4) dengan tertinggal dua stroke dari Martin Kaymer dan Alejandro Cañizares, dan tertinggal satu stroke di belakang Kieffer.

Kieffer sendiri tampaknya bakal menikmati putaran final dengan gemilang setelah memulai putaran final dengan luar biasa, menorehkan 6-under dalam tujuh hole pertama yang ia mainkan. Namun, Catlin juga bermain dengan sangat baik dan berhasil menghindari bogey. Tujuh birdie yang ia bukukan membuatnya cukup memberi tekanan kepada Kieffer, yang hingga hole 15 juga bermain 14-under.

Kieffer jelas berpeluang menuntaskan turnamen ini lebih awal. Sayangnya, di tiga hole tersisa ia justru hanya bisa mencatatkan par. Turnamen pun harus dilanjutkan dengan babak play-off.

 

 

Partai play-off yang dilakukan di hole 18 par 3 pun berlangsung seru. Baik Catlin, maupun Kieffer saling membalas skor. Kieffer sebenarnya terlihat bakal meraih kemenangan usai memasukkan putt birdie dari jarak jauh di hole ketiga mereka, namun Catlin masih berhasil mengimbangi dengan ikut mencatatkan birdie.

Kieffer akhirnya harus kecewa setelah pukulannya harus tiga kali masuk air ketika keduanya kembalia memainkan hole 18 untuk kelima kalinya. Dan bogey sudah lebih dari cukup untuk Catlin memenangkan gelar European Tour ketiganya.

”Rasanya selalu menyenangkan bisa menang. Sulit sekali melihat hal ini terjadi karena kami bermain semaksimal mungkin. Ia (Kieffer) benar-benar pemain yang tangguh. Namun, bisa keluar sebagai juara adalah sesuatu yang akan selalu saya rayakan,” tutur Catlin.

Bagi Catlin, kemenangan ini membawanya ke peringkat 24 pada Race to Dubai Rankings presented by Rolex.

”Tentu saya ingin menembus 50 besar dunia dan bermain pada kejuaraan Major. Saya belum pernah mengikuti satu pun. Saya pikir keberhasilan kali ini akan memberi peluang untuk bisa bermain pada PGA Championship dan inilah target saya. Semoga saya permainan saya sudah cukup bagus,” sambung pegolf yang meraih gelar profesional pertamanya di Indonesia ini.

”Tiap pukulan saat play-off rasanya bagus, tapi di hole terakhir saya melakukan kesalahan yang konyol dan bermain terlalu agresif.” — Maximilian Kieffer.

Adapun Kieffer jelas merasa kecewa dengan kekalahannya kali ini. ”Saya pikir saya dan kedi berusaha untuk bermain santai. Sangat menyenangkan bisa bermain dengan Martin (Kaymer) karena saya mengenalnya dengan baik. Jadi, atmosfer di grup kami menyenangkan dan lucu sehingga saya bisa menghindari rasa tertekan dan membantu saya lebih fokus,” ujarnya.

”Saya memulai putaran final dengan sangat baik dan di tengah putaran ini, ada beberapa hole sulit yang harusnya tidak saya mainkan dengan agresif. Di beberapa hole terakhir saya berpikir untuk main lebih agresif dan bisa membuat birdie sebanyak mungkin.

”Tiap pukulan saat pay-off rasanya bagus, tapi di hole terakhir saya melakukan kesalahan yang konyol dan bermain terlalu agresif.”

Kekecewaan tak hanya menjadi milik Kieffer. Pasalnya, Kaymer juga sebenarnya memiliki peluang untuk mengakhiri puasa gelar selama tujuh tahun. Namun, sembilan hole pertama yang terdiri dari hanya dua birdie dengan dua bogey dan satu double bogey, sudah cukup memupus harapannya, meskipun di sembilan hole terakhir ia mencatatkan empat birdie. Skor total 11-under 277 hanya cukup membawanya finis di tempat ketiga.