Sukses menjuarai Combiphar Golf Invitational di Gunung Geulis Golf & Country Club pekan lalu dan bakal bermain pada turnamen ADT Thongchai Jaidee Foundation pekan ini, pegolf asal Amerika Serikat John Catlin siap menatap kesuksesan berikutnya pada ajang Asian Tour.

Pegolf berusia 26 tahun asal Sacramento ini mengaku pencapaiannya meraih gelar Asian Development Tour perdana tempo hari (26/11) belumlah memenuhi target yang ia harapkan pada awal musim.

”Saya ingin menjuarai ajang Tour dua atau tiga kali,” tutur Catlin. ”Akhirnya bisa menang seperti ini memang menyenangkan; Anda mesti menang sekali sebelum bisa menang beberapa kali.”

Sepanjang pekan tersebut, Catlin berhasil mempertunjukkan performa luar biasa dengan bermain 16-under 268. Sepanjang pekan itu ia mengoleksi 19 birdie dengan 5 bogey dan 1 eagle. Penampilan yang mengagumkan mengingat Gunung Geulis Golf & Country Club merupakan salah satu lapangan dengan green tersulit.

”Saya sebenarnya sudah beberapa kali main bagus di lapangan pegunungan. Sebelumnya, orangtua saya punya rumah di Idaho, AS, dan kami bermain di beberapa lapangan pegunungan di sana, jadi tidak masalah ketika saya main di lapangan ini,” papar Catlin. ”Saya terbiasa dengan green yang bergelombang dan permukaan fairway yang tak rata.”

Menjalani tahun kedua bermain di Asia, Catlin menyebut kemenangan ini sebagai sebuah pernyataan yang tegas bahwa ia punya kemampuan untuk menang.

”Kedengarannya lucu, tapi kalau Anda sudah bermain selama kami, dan sudah berlatih keras, dan mencurahkan segalanya pada permainan Anda, dan akhirnya melihat, ’Hei, saya bisa melakukan ini’, gelar juara itu bisa dijangkau. Sekali meraih kemenangan, Anda bisa melambung dan memiliki rasa percaya diri yang berlimpah.”

Pekan ini, Catlin akan berlaga pada ajang ADT Thongchai Jaidee Foundation di Black Mountain Golf Club, Hua Hin, Thailand yang akan digelar pada 1-4 Desember ini.

”Sebenarnya saya belum pernah bermain di Black Mountain. Saya sudah main di lapangan lain di Hua Hin, tapi belum main di Black Mountain. Jadi, saya sangat bersemangat. Ini bakal jadi pengalaman yang bagus,” ujarnya.

Sebagai pemain yang jauh dari rumah, Catlin berniat untuk mengikuti jejak para pegolf profesional lain yang berdomisili di Asia.

”Mungkin saya akan menetap di Indonesia. Orang-orang di sini sangat ramah dan lapangannya juga luar biasa,” ujar Catlin. ”Saya suka bermain di Indonesia. Saya juga mengenal Danny (Masrin), George (Gandranata), dan beberapa pemain lokal lainnya. Mungkin saya bisa punya rumah, jauh dari rumah.”