John Catlin kembali ke lingkaran para jawara setelah menjuarai Thailand Open lewat babak play-off.

Setelah menorehkan prestasi mengagumkan dengan menjuarai tiga gelar Asian Tour pada musim 2018 lalu, nama John Catlin memang tidak begitu terdengar. Dari total 24 turnamen yang ia mainkan, ia gagal menembus putaran akhir pekan pada 10 di antaranya.

Dengan kompetisi di level PGA TOUR dan European Tour yang ia ikuti pada musim ini, namanya pun hanya terlihat mengikuti tiga turnamen Asian Tour, yang digelar bersama European Tour. Setelah gagal lolos cut pada Maybank Malaysian Open, Catlin berturut-turut finis T45 dan T19 pada Hero Indian Open dan Volvo China Open. Prestasi terbaiknya sebelum menuju ke Thailand Open musim ini ialah T3 pada ajang BG Bangkok Open, sebuah ajang All Golf Thailand Tour. Namun, semuanya berubah ketika ia mengikuti Thailand Open.

Catlin memulai putaran final kemarin (10/11) dengan tertinggal tiga stroke dari duo pimpinan klasemen, S.S.P. Chawrasia (India) dan Andrew Martin (Australia) setelah bermain 67-70-69 dalam tiga putaran sebelumnya. Pada putaran final itu, ia mencatatkan lima birdie dengan sebuah bogey, dan nyaris langsung menjuarai ajang yang memperebutkan total hadiah sebesar US$300.000 ini. Sayangnya, birdie di hole 11 merupakan birdie terakhirnya dan dari sana ia hanya bisa membukukan par.

Par di hole 18 itu ternyata cukup membawanya mengikuti partai play-off dengan Shiv Kapur (India) dan pemain tuan rumah Pavit Tangkamolprasert, yang sama-sama bermain dengan skor 65 pada hari terakhir itu.

Pada partai sudden death play-off, yang dimainkan di hole 18 par 4 sepanjang 466 yard itu, Catlin berhasil menempatkan bolanya di sisi kiri fairway. Sedangkan bola Kapur dan Pavit justru masuk ke rough di sisi kiri dan kanan. Meskipun kemudian Kapur berhasil mengeluarkan bolan dan menempatkannya di green, ia harus melakukan putt jarak jauh untuk bisa mendapat birdie. Pavit sendiri justru mengeluarkan bolanya ke bunker kiri.

Catlin akhirnya menyudahi babak play-off ini dengan meraih birdie, sekaligus mengubur impian Kapur dan Pavit untuk kembali meraih kemenangan. Inilah gelar Asian Tour keempat bagi pegolf berusia 28 tahun asal Sacramento, California ini, sekaligus menjadi kemenangan pertamanya tahun ini.

Shiv Kapur menorehkan hasil terbaiknya pada Asian Tour musim 2019 kali ini dengan finis T2 pada ajang Thailand Open. Foto: Asian Tour.

“Kemenangan di Thailand ini sangat berarti bagi saya. Saya sudah tinggal di sini selama tiga tahun. Masyarakat di sini sangat ramah dan tempat ini mulai terasa seperti rumah kedua bagi saya. Menjuarai gelar Nasional Terbuka di sini benar-benar amat berarti buat saya,” ujar Catlin.

“Tiga birdie (secara berturut-turut dari hole 6, setelah birdie di hole pertama dan bogey di hole kedua) di sembilan hole pertama turut memberi momentum buat saya dan mulai membangkitkan semangat saya. Saya tahu saya punya peluangm tapi sampai akhirnya bisa mendapatkan kesempatan itu, Anda takkan tahu apa yang bakal terjadi, tapi saya merasa berada dalam posisi yang tidak asing lagi.

“Tiga kemenangan pada tahun lalu jelas ikut memberi percaya diri. Pengalaman itu benar-benar membantu, termasuk pengalaman bermain dengan beberapa pemain terbaik di dunia (di kancah European Tour dan PGA TOUR). Saya pikir saya belajar bermain lebih cerdas setelah tahun lalu, jadi saya tahu kapan harus main agresif. Rasanya hal seperti itu muncul dari pengalaman.”

Menjadi salah satu runner-up pada ajang Nasional Terbukanya, Pavit Tangkamolprasert bakal mengamankan posisinya di klasemen Order of Merit untuk musim ini. Foto: Asian Tour.

Meskipun gagal menang, Kapur dan Pavit masih bisa berbangga lantaran menorehkan prestasi terbaik mereka pada musim ini. Bagi Kapur, finis di tempat kedua bersama Pavit bakal memberinya percaya diri untuk memainkan turnamen hingga akhir tahun ini.

“Performa saya tidak begitu bagus sebelum bermain pada pekan ini. Jadi, hasil kali ini bakal memberi percaya diri hingga akhir musim ini,” tegasnya.

Pavit sendiri tidak mengira bisa bermain dengan baik pada putaran final dan berpeluang meraih kemenangan.

“Saya tahu hole terakhir itu cukup sulit. Saya pikir par saja sudah bagus. Salut untuk John Catlin. Pukulan keduanya yang mencapai 10 kaki dari hole memang luar biasa. Hasil kali ini mestinya bisa memperbaiki posisi saya di peringkat Order of Merit dan sedikit meringankan beban saya,” ujar Pavit.

Sementara itu, satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa pada ajang Thailand Open ini, Rory Hie, akhirnya harus finis di peringkat T71. Rory harus berjuang keras bermain di Thai Country Club sepanjang pekan ini untuk membukukan skor 72-71-75-71.