Kemenangan Miguel Angel Carballo di Pondok Indah Golf Course kemarin (1/9) memperkuat ikatan emosionalnya dengan Indonesia.

Setahun yang silam, Miguel Angel Carballo menjejakkan kakinya untuk pertama kalinya ke Indonesia. Dalam penampilan perdananya, ia berjibaku hingga tujuh hole play-off pada ajang Ciputra Golfpreneur Tournament presented by Panasonic untuk memenangkan gelar Asian Development Tour (ADT) pertamanya di Asia dan di Indonesia. Ia juga menjadi pegolf Argentina pertama yang menjuarai sebuah ajang ADT. Pada tahun itu, Carballo menjuarai Order of Merit, yang kemudian memberinya hak bermain pada Asian Tour.

Sayangnya, dalam lima turnamen Asian Tour yang ia mainkan, belum sekalipun Carballo lolos cut.

Meski demikian, dalam beberapa pekan terakhir, Carballo mulai menunjukkan performa yang positif. Pada sejumlah ajang ADT yang ia ikuti, Carballo menujukkan grafik yang bagus dengan terus bermain under. Ia bahkan kemudian finis di peringkat T5 pada ajang ADT yang ia menangkan setahun sebelumnya. Kala itu Carballo membukukan skor 70-69-67-68.

Bekal permainan yang konsisten itu kemudian menjadi modal penting baginya ketika bermain pada ajang Asian Tour keenam baginya musim ini. Dua putaran dengan skor 69 memastikan ia terus bermain pada akhir pekan, sebelum akhirnya melonjak ke peringkat kedua setelah bermain 6-under 66 pada putaran ketiga. Kala itu ia berjarak enam stroke dari Naraajie Emerald Ramadhan Putra. Permainan luar biasa dari pegolf muda Indonesia ini memang membuat publik golf di Indonesia berharap ia bisa mengikuti jejak sang legenda, Kasiadi, yang menjuarai ajang ini tiga dekade silam.

Carballo sendiri mengakui ketangguhan Naraajie, yang pada ajang ADT sebelumnya menorehkan finis di posisi T9.

“Pada putaran ketiga saya memang bermain bagus, bisa main 6-under, tapi Naraajie bermain jauh lebih baik lagi dan membukukan skor 63. Pukulannya juga jauh, berbeda daripada saya. Hampir semua aspek permainannya sangat baik, dan sangat sulit rasanya untuk bisa memenangkan turnamen ini sebagus apapun permainan Anda,” tutur Carballo.

Namun, pengalaman yang kaya dari pegolf Argentina berusia 40 tahun ini, di antaranya telah bermain pada PGA TOUR, Nationwide Tour (kini bernama Korn Ferry Tour). membuatnya berfokus pada satu hal yang menurutnya jauh lebih realistis.

“Saya hanya berharap untuk bisa main bagus tiap hari dan berusaha bermain under. Bagi saya itu sesuatu yang sangat realistis. Jadi, apapun yang dihasilkan pemain lain tidak menjadi prioritas buat saya. Sayangnya, Naraajie tidak bermain dengan baik dan saya bisa memanfaatkannya. Permainan mulai berubah ketika di hole 13 itu saya mendapat birdie sedangkan dia mendapat bogey,” jelas Carballo.

Pada putaran final tersebut, Carballo bermain tanpa bogey dan mencatakan empat birdie. Meskipun Naraajie kemudian mendapatkan birdie keduanya di hole 17, yang membuat para pendukungnya bergemuruh, empat bogey berturut-turut dari hole sebelumnya, dan kemudian double bogey di hole terakhir membuat Carballo sudah memastikan kemenangannya di panggung yang lebih besar.

Keberhasilan Carballo ini jelas turut menegaskan bahwa Argentina tak sekadar sepak bola. Keberhasilan Carballo menjuarai Bank BRI Indonesia Open ini kembali mengangkat profil Argentina di kancah golf internasional, terutama karena 12 tahun telah berlalu sejak Angel Cabrera menjuarai Singapore Open 2007.

Miguel Angel Carballo melanjutkan tren positifnya bermain under dalam beberapa pekan terakhir dan memanfaatkan tersandungnya Naraajie Emerald Ramadhan Putra pada putaran final Bank BRI Indonesia Open kemarin (1/9). Foto: Asian Tour.

“Golf mulai populer di Argentina. Angel Cabrera sudah menjuarai dua Major, The Masters dan U.S. Open dan Roberto de Vicenzo menjuarai The Open bertahun-tahun silam. Kami juga memiliki pemain yang sangat bagus, tapi memang turnamen golf di Argentina tidak banyak,” ujar Carballo.

Kemenangan ini sekaligus memberinya kesempatan untuk bermain secara reguler di level Asian Tour. Pencapaiannya pekan lalu berarti ia berhak memiliki status penuh selama dua tahun dengan gelar Asian Tour pertamanya di Indonesia.

“Jadwal saya sekarang akan berubah setelah menjadi juara Asian Tour dan pasti saya akan lebih sering bermain di sini,” ujar Carballo, yang kini menempati peringkat 17 pada Habitat for Humanity Standings, Order of Merit Asian Tour.

Dengan keberhasilannya ini, Carballo telah mencatatkan dua kemenangan di Indonesia dalam dua tahun terakhir. Tak mengherankan jika setelah melaporkan skornya pada putaran final itu, ia mengungkapkan, “Saya sangat suka dengan Indonesia!” Sejauh ini, Carballo telah enam kali bermain di Indonesia sejak pertama kali bermain pada OB Golf Invitational, ajang ADT, tahun 2018 lalu.

Sementara itu, meski akhirnya gagal mencatatkan kemenangan, bintang asal Thailand Jazz Janewattananond masih terus berada di puncak klasemen Habitat for Humanity Standings. Keberhasilannya finis di peringkat T6 membuatnya kini memiliki keunggulan lebih dari US$200.000 dari pegolf Australia Scott Hend.

Leave a comment