Patrick Cantlay menyalip Justin Thomas dan Jon Rahm untuk meraih kemenangan PGA TOUR ketiganya dengan memenangkan ZOZO CHAMPIONSHIP @ SHERWOOD.

Perlombaan pada putaran final ZOZO CHAMPIONSHIP @ SHERWOOD terbukti berlangsung dengan sangat menarik. Patrick Cantlay, yang memulai putaran final dengan tertinggal empat stroke di belakang Justin Thomas, terbukti menjadi paket kejutan. Skor 65 keduanya pada pekan itu kemudian membantunya menyalip Thomas dan Jon Rahm untuk memenangkan memenangkan gelar PGA TOUR ketiga dalam kariernya.

Mantan pegolf amatir No.1 dunia ini mencatatkan skor 32 di sembilan hole pertamanya berkat lima birdie dan sebuah bogey. Namun, empat birdie dalam lima hole sejak hole 11 membantunya memegang kendali. Bogey di hole 16, yang merupakan bogey keduanya sepanjang empat putaran, sempat memberi peluang bagi Thomas dan Rahm untuk memaksakan play-off, sayangnya keduanya tak dapat melakukannya.

”Setiap hari, sepertinya, segalanya berjalan dengan lancar,” ujar Cantlay, yang mencatatkan sembilan birdie pada putaran final, catatan yang menyamai rekor birdie terbanyaknya dalam karier golfnya. ”Saya sudah tahu harus mendapat banyak birdie dan hari ini malahan menjadi satu-satunya hari ketika saya mencatatkan bogey, tapi masih mendapat cukup birdie. Sejak awal mentalitas saya memang bermain agresif. Sejak awal saya melakukan sejumlah swing yang solid, lalu setelah merasa nyaman dengan swing dan kontrol jarak pukul, rasanya saya siap untuk berlomba dan melihat seberapa banyak putt yang bisa saya masukkan.”

 

 

Cantlay memasukkan 9 birdie pada putaran final itu untuk mencatatkan total 25 birdie sepanjang pekan di Sherwood. Dengan skor total 23-under 265, ia berhasil mengungguli Thomas dan Rahm dengan satu stroke.

”Menurut saya kemenangan menjadi semacam validasi atas semua kerja keras. Saya berlatih keras dan berusaha melakukan hal yang tepat terus. Dan begitu semuanya berjalan dengan baik, sangat menyenangkan rasanya karena semua kerja keras itu membuahkan hasil,” sambungnya lagi.

Baginya, birdie terakhirnya di hole 15 menjadi penentu kemenangannya pekan ini. Ia membidik langsung ke pin dengan 7-iron miliknya sebelum kemudian memasukkan putt dari jarak 3 meter untuk birdie ke-9 dan mempertankana posisinya di depan Thomas dan Rahm.

”Pukulan iron di hole 15 yang sulit itu dan bisa birdie di sana jelas berhasil mempertahankan jarak dengan para pesaing saya. Tak terlalu banyak birdie tercipta di sana dan itulah salah satu swing yang bisa saya lakukan persis dengan bayangan dalam benak saya,” jelasnya lagi.

 

Justin Thomas harus puas berbagi peringkat kedua dengan Jon Rahm. Foto: Getty Images.

 

Thomas, yang memulai putaran final di posisi teratas akhirnya harus puas berbagi tempat kedua dengan Rahm setelah membukukan skor 69. Ia harus membayar akibat dari sejumlah kesalahan yang ia lakukan di sembilan hole terakhir dan harus menunda kemenangan PGA TOUR ke-14. Setelah bermain 15-under di sembilan hole terakhir dalam tiga putaran sebelumnya, pada putaran final kali ini Thomas hanya bisa bermain even par di sembilan hole terakhir yang mencakup tiga hole par 5. Di hole 15 pukulan tee-nya masuk ke area penalti sehingga ia harus mencatatkan bogey di sana. Lalu di hole 16 par 5 approach-nya juga malah memberinya penalti dan harus puas dengan mengamankan par, sementara dalam tiga hari sebelumnya ia berhasil mencatatkan eagle, birdie, dan birdie.

”Saya memang tidak main cukup bagus. Memang disayangkan, apalagi saya merasa biasanya bisa bermain 5-under. Memainkan semua hole par 5 dengan hanya 1-under jelas sulit diterima. Saya berjuang mati-matian, sekeras mungkin, tapi tidak bisa mengeluarkan permainan terbaik saya,” ujar pegolf berusia 27 tahun ini.

Rahm juga gagal memanfaatkan peluang untuk bisa kembali ke No.1 Dunia. Ia sebenarnya hanya perlu finis sendirian di tempat kedua untuk meraih posisi tersebut, namun peluang birdie yang ia peroleh di hole 17 dan 18 justru gagal membuahkan hasil.

”Memang mudah mengeluh …, tapi pada akhirnya putaran kali ini masih bisa dibilang putaran yang bagus. Hanya saja Patrick bermain lebih baik.” — Jon Rahm.

”Begitulah hasilnya. Saya pikir di hole 17 itu putting saya bergulir sesuai jalurnya dan pada akhirnya malah terus bergulir ke kanan, tidak berbelok,” ujarnya. ”Malah saya ingat bagaimana saya juga gagal memasukkan putting berjarak semeter untuk birdie di hole pertama saya, yaitu hole 10, dan saya bisa saja memilih satu hole yang mestinya bisa saya mainkan dengan lebih baik. Namun, inilah golf. Saya bisa bilang tak satu pun kami yang merasa senang, mengecewakan.”

Rahm mengaku putaran final ini memang berat meskipun ia bermain 5-under. ”Memang mudah mengeluh dan terlihat memilih-milih karena kami profesional dan kami berharap banyak pada diri sendiri, tapi pada akhirnya putaran kali ini masih bisa dibilang putaran yang bagus. Hanya saja Patrick bermain lebih baik,” tandasnya.

Hideki Matsuyama, yang finis dengan skor 66, akhirnya menjadi wakil Jepang dan Asia terbaik pada kali ini. Ia finis di peringkat T28 dengan skor total 13-under 275. Adapun Tiger Woods mengakhiri putaran final dengan skor 74 dan berada di posisi T72.