Alejandro Cañizares mempertahankan keunggulannya pada Austrian Golf Open sambil menjaga peluang meraih gelar ketiga.

Brutal di hole-hole awal, digdaya pada sepanjang sisa permainannya. Gambaran ini cocok mewakili permainan Alejandro Cañizares pada putaran kedua Austrian Golf Open kemarin. Meski sempat memulai putaran kedua dengan 3-over, ia berhasil bangkit dan mempertahankan posisinya di puncak klasemen.

Memulai putaran kedua dengan hanya memiliki keunggulan satu stroke, Cañizares justru mencatatkan bogey di hole 10, yang merupakan hole pertamanya. Belum cukup dengan bogey, ia malah mendapat double bogey di hole berikutnya sehingga posisinya sempat tergeser oleh Martin Kaymer.

Pegolf Spanyol ini kemudian bangkit dan berhasil melakukan pukulan-pukulan yang terbukti sangat krusial untuk mencatatkan skor 2-under 70 dan skor total 7-under 137.

”Saya mulai main lebih bagus setelahnya (dua hole pertama). Kebanyakan birdie saya peroleh dari dua putt pada hole-hole par lima, atau putt berjarak pendek menyusul pukulan kedua di hole-hole par empat,” tutur Cañizares.

 

 

”Saya sebenarnya berusaha melakukan tiap pukulan sebaik mungkin karena awalnya sangat dingin dan cuacanya terasa lebih dingin daripada kemarin. Saya pikir titik baliknya ada di hole 15 par 3 di mana saya berhasil memasukkan putt jarak jauh untuk birdie, yang mulai memicu permainan bagus sejak saat itu.”

Sembilan hole pertamanya memang terlihat kurang meyakinkan. Meskipun berhasil mencatatkan tiga birdie berturut-turut dari hole 14, bogey di hole 17 membuatnya menyelesaikan sembilan hole pertama dengan 1-over. Beruntung ia berhasil mencatat empat birdie lagi, sebelum akhirnya terpaksa mengakhiri putaran kedua dengan bogey di hole terakhirnya.

”Seperti saya sampaikan kemarin, hal terpentingnya ialah tetap tenang dan fokus dan menerima fakta bahwa Anda bakal kedinginan dan melakukan pukulan terbaik pada tiap pukulan,” tandasnya.

Seperti halnya putaran pertama, Cañizares masih ditempel ketat oleh Kaymer dan John Catlin. Keduanya sama-sama membukukan skor 70 untuk mengakhiri putaran kedua, seperti ketika memulainya.

”Saya lebih suka memimpin turnamen, ,tapi saya pikir ini awal yang baik untuk sebuah turnamen golf. Hari ini saya gagal memanfaatkan beberapa peluang dan sayangnya sejumlah kesalahan konyol terjadi,” ujar Kaymer.

”Tidak ada pukulan golf yang normal di sini, jadi Anda mesti mempertimbangkan kondisi angin.” — Martin Kaymer.

”Saya sedikit kesulitan memainkan hole-hole par tiga, terutama dengan pukulan tee di hole 6 dan 14. Kedua par tiga ini sedikit mengacaukan pikiran saya. Entap apa sebabnya, jadi saya mesti mengatasinya pada akhir pekan nanti.”

Pemegang dua gelar Major ini menyebut tindakan spontan menjadi sangat penting ketika bermain dalam kondisi yang dingin. Mempertimbangkan arah angin dengan baik juga menjadi kunci penting di Diamond Country Club ini. ”Tidak ada pukulan golf yang normal di sini, jadi Anda mesti mempertimbangkan kondisi angin. Jadi, saya pikir bakal menarik melihat bagaimana kondisi pada hari Sabtu dan Minggu,” tandas Kaymer.

Sementara itu, Catlin yang sempat bermain dengan baik di lapangan ini pada edisi tahun lalu menampilkan permainan yang stabil. Setelah bermain tanpa bogey pada hari pertama, kali ini ia mencatatkan empat birdie dengan dua bogey.

”Sebenarnya, lebih bagus lagi kalau bisa bermain tanpa bogey untuk 36 hole, tapi sejauh ini saya senang dengan permainan saya,” ujar pegolf Amerika yang telah meraih gelar profesional pertamanya di Indonesia.