Permainan Alejandro Cañizares bersinar pada putaran pertama Austrian Golf Open dan kini memegang keunggulan satu stroke dari para pesaing terdekatnya.

Alejandro Cañizares membuka gelaran Austrian Golf Open dengan permainan cemerlang 5-under 67, yang membawanya ke posisi teratas. Pemegang dua gelar European Tour ini untuk sementara mengungguli sejumlah pemain lainnya, termasuk mantan pegolf nomor satu dunia asal Jerman, Martin Kaymer, yang berjarak satu stroke di belakangnya.

Meski telah dua kali memenangkan gelar di kancah Tour Benua Biru ini, pegolf yang kini berusia 38 tahun ini terus diuji kesabarannya. Setelah memenangkan gelar pertamanya tahun 2006, ia butuh waktu sewindu untuk bisa memenangkan gelar keduanya tahun 2014. Dan sudah tujuh tahun ia belum meraih kemenangan lagi, sesuatu yang jelas ia harap bisa berakhir pekan ini.

Bermain di Diamond Country Club, Atzenbrugg, yang berada tak jauh dari Vienna, pada putaran pertama ini bukan hal yang mudah. Pasalnya para pemain harus bertanding dalam kondisi dingin. Pada putaran pertama ini, tercatat hanya ada tujuh eagle yang tercipta, salah satunya dibukukan oleh Cañizares. Ia membukukan skor tersebut di hole 4 par 5 setelah pukulan keduanya menyisakan jarak 1,5 meter dari lubang.

”Saya sangat puas. Memang sulit untuk mempertahankan fokus karena kondisinya sangat dingin. Sulit merasakan tangan sendiri, padahal ini sangat penting,” tutur Cañizares.

 

 

Permainannya memang tidak lepas dari kesalahan. Terbukti ia mencatatkan satu bogey pada hari pertama itu. Namun, dengan tambahan empat birdie, pegolf Spanyol ini memiliki bekal yang cukup untuk memainkan putaran kedua hari ini.

”Putting saya sangat bagus, hanya meleset satu ketika membuat bogey, hanya satu itu, tapi dari tee ke green permainan saya sangat stabil. Sangat puas dengan putaran ini, dua putt terakhir sangat besar artinya,” sambungnya.

”Saya pikir kekuatan saya pada hari ini ialah mempertahankan fokus saya pada tiap pukulan karena ketika pukulan Anda meleset, sangat sulit merelakannya dalam kondisi (dingin) seperti hari ini.

”Saya hanya melakukan prosesnya dan melakukan tiap pukulan. Senang melihat cara saya menangani pukulan-pukulan yang buruk karena saya tidak membiarkan keadaan tersebut memengaruhi permainan saya. Saya pikir itulah kuncinya.”

Sulitnya kondisi lapangan itu juga diakui oleh Kaymer. Bintang Ryder Cup ini bahkan menyebut cuaca yang dingin menjadi tantangan terbesar para pemain pekan ini.

”Saya belum pernah memainkan lapangan ini, jadi ada pengalaman baru ketika pertama kali saya datang hari Senin.” — Martin Kaymer.

”Namun, secara umum lapangan ini bisa dimainkan dengan baik. Green-nya juga bagus. Terutama ketika bermain pagi hari, kami semua bermain bagus. Saya sendiri bisa menghindari banyak kesalahan, jadi skor 4-under merupakan awal yang bagus,” tutur Kaymer yang mengemudi mobilnya sendiri menuju Austria.

”Saya belum pernah memainkan lapangan ini, jadi ada pengalaman baru ketika pertama kali saya datang hari Senin. Saya mengemudi dari Munich. Turnamen ini memang sangat nyaman buat saya ikuti. Lapangannya juga sangat menyenangkan, meskipun tidak begitu ketika bersalju pada hari Senin. Namun, pada hari Selasa, Rabu, dan hari ini (kemarin) lapangannya sangat menyenangkan dan juga sangat dekat dengan negara saya.

”Kondisinya hampir sama seperti kemarin. Masih dingin dan berangin. Namun, dalam konteks turnamen, kadang Anda bisa melakukan pukulan dengan lebih baik dan memukul sedikit lebih jauh. Adrenalinnya meningkat, fokus juga ikut meningkat, jadi saya puas dengan permainan saya dalam kondisi kali ini,” tandas Kaymer.

Selain Kaymer, pegolf Swedia Rikard Karlberg dan pegolf Amerika John Catlin juga berjarak satu stroke dari Cañizares dalam ajang yang memperebutkan total hadiah senilai €1 juta (sekitar Rp17 milyar) ini.