C.T. Pan mencatatkan skor yang positif pada awal The Honda Classic, sementara sang juara bertahan Im Sungjae berada satu stroke di belakangnya.

Lima kali gagal lolos cut dan hanya sekali mencatatkan prestasi di 20 besar jelas bukan sesuatu yang mengagumkan. C.T. Pan menyadari hal itu dan ia menunjukkan niatnya untuk memperbaiki catatan performanya tahun ini lewat The Honda Classic. Dan sejauh ini upayanya tersebut terlihat membawanya ke jalur yang ia harapkan.

Memainkan PGA National, salah satu lapangan tersulit dari seluruh lapangan penyelenggara ajang PGA TOUR, Pan langsung membukukan birdie di hole pertamanya, yang ia mainkan dari hole 10. Ia masih berhasil mempertahankan skor 1-under itu sampai akhirnya tiba di The Bear Trap.

Menariknya, di rangkaian tiga hole yang terkenal sangat sukar ini, Pan bisa dibilang bermain cukup baik ketimbang wakil Asia lainnya. Ia mendapatkan satu-satunya bogey pada putaran pertama ini di hole 16. Dari 12 wakil Asia yang tampil pada The Honda Classic pekan ini, hanya Noh Seungyul yang berhasil mencatatkan skor terbaik ketika memainkan The Bear Trap, yang dimulai dari hole 15 itu. Ia berhasil mencuri birdie di hole 17.

Setelah mendapatkan birdie di hole 18, Pan masih bisa menambah dua bogey lagi di hole 3 dan 8 yang membantunya menuntaskan putaran pertama dengan skor 3-under 67 dan menempatkannya di posisi T9 pada akhir putaran pertama. .

 

 

Bagi Pan, permainannya kali ini menjadi skor pembuka terbaik kedua yang ia peroleh dari tujuh ajang PGA TOUR yang ia ikuti pada tahun 2021 ini. Ia sempat membukukan skor 65 pada ajang Sony Open in Hawaii, namun harus gagal lolos cut setelah hanya bermain even par 72 pada hari kedua. Sejauh ini prestasi terbaiknya pada tahun ini baru tercipta pada ajang The Genesis Invitational dengan finis T20.

Adapun sang juara bertahan, Im Sungjae, kini menempati posisi T15 setelah mencatatkan skor 2-under 69 menyusul empat birdie dan dua bogey yang ia peroleh pada putaran pertama kemarin (18/3).

Satu-satunya wakil Asia Tenggara pada pekan ini, Kiradech Aphibarnrat, yang tengah berusaha memperbaiki peringkat FedExCup-nya, mengawali turnamen kali ini dengan skor even par 70. Setelah bermain even par di sembilan hole pertamanya, Kiradech sempat mencatatkan skor 1-over setelah bogey di hole 11, birdie di hole 13, dan bogey di hole 17. Namun, birdie di hole terakhir membantunya membuka peluang untuk melangkah ke putaran akhir pekan.

Seperti halnya Pan, Kiradech juga membutuhkan hasil yang meyakinkan. Bukan hanya untuk memperbaiki peringkat FedExCup, melainkan juga membangkitkan rasa percaya dirinya. Musim 2020-2021 ini ia masih berjuang untuk bisa bermain reguler. Meski sempat finis T11 pada ajang Bermuda Championship sebagai prestasi terbaiknya musim ini, ia telah empat kali gagal lolos cut dan sekali terpaksa mengundurkan diri dari tujuh turnamen yang ia ikuti.

Sementara itu, pegolf Australia Matt Jones menampilkan permainan yang luar biasa. Ia bermain nyaris sempurna dan membukukan sembilan birdie tanpa bogey. Ia bahkan bermain 4-under dalam lima hole pertama yang ia mainkan. Dan setelah menambah dua birdie lagi di hole 11 dan 12, ia berhasil menutup 18 hole pertamanya ini dengan 3-under di tiga hole terakhir.