Hole 20 Par 4—305 meter. Green di hole ini menjadi salah satu yang mengalami perubahan. Green yang baru kini dibuat menyerupai huruf U sehingga kalau bolah berhenti di salah satu sudut, Anda harus memutar dengan melewati kemiringan tertentu. Selain itu, di tiap sudut juga terdapat bunker. Oleh karena itu, pada pukulan kedua, upayakan untuk mengarahkan bola mendekati pin dengan menghindarkan bola agar tidak bergulir. Jika bola terlalu liar, mendapat bogey pun akan menjadi hal yang sulit di sini.

Hole 23 Par 4—380 meter. Hole yang dogleg ke kanan ini menyulitkan karena posisi pin tidak terlihat, bahkan pada pukulan kedua. Tee off Anda mesti diarahkan dengan tepat ke tengah fairway, mengingat sisi kanan OB dan di sisi kiri terdapat paving. Selain itu, green-nya agak memanjang dengan bunker di sisi kanan dan kiri. Meraih par di sini sebenarnya tidak terlalu sukar, syaratnya Anda harus memperhitungkan penempatan bola dan akurasi pukulan.

Hole 25 Par 3—175 meter/150 meter. Inilah hole peraih rekor MURI. Jika rata-rata green dikawal 2-6 bunker, green di hole par 3 ini mencapai 11 bunker, sekaligus menjadi hole yang sangat ideal untuk melatih akurasi pukulan. Kontur green-nya juga relatif bergelombang sehingga dituntut kejelian ekstra dalam membaca jalur putting.

Hole 26 Par 4—275 meter. Dengan area green seluas 1.398m2, hole 26 menjadi hole dengan green terluas. Namun, seperti pada hole 23, pin di sini tidak terlihat dari tee box akibat terhalang gundukan dan pohon. Jika tee off Anda bisa mencapai sekitar 200 meter, posisi pin akan terlihat dari posisi pukulan kedua. Karena permukaannya yang luas, kemampuan membaca green dan presisi tenaga saat melakukan putting jelas menjadi kemutlakan.

  • Teks Raka S. Kurnia dan Emy Andrianto
  • Foto Taufik Dwilesmana