Produk binaan golf CGA dan HSBC, Lin Xiyu, berpeluang meraih gelar perdana pada ajang LPGA dalam kejuaraan yang didukung oleh sponsor yang sama.

Selalu ada pengalaman pertama untuk segala sesuatu, dan bagi Lin Xiyu berada di puncak klasemen dan memimpin menuju putaran final sebuah turnamen menjadi pengalaman pertama dalam kariernya selama berkiprah pada kancah LPGA.

”Entahlah. Saya juga ingin tahu bagaimana rasanya memulai putaran final sebagai pimpinan klasemen,” ujar Lin. ”Seperti semua orang memiliki pengalaman pertamanya, saya jelas akan berusaha semaksimal mungkin untuk menikmati tiap menit, dan berharap bisa belajar sesuatu dan membawa sesuatu dari pengalaman tersebut. ”

Pegolf berusia 25 tahun ini memang bukan wajah baru. Sejak beralih profesional tahun 2011, ia telah berkompetisi pada level LPGA sejak tahun 2014. Namun, ketika rekan-rekan seangkatannya mulai meraih kemenangan, sampai saat ini belum sekalipun ia mencicipi manisnya kemenangan.

Ia juga mengalami musim terberat dalam karier LPGA-nya ketika pada musim 2017 ia hanya bisa bermain penuh dalam 7 turnamen dari total 20 turnamen yang ia ikuti sepanjang tahun itu.

Sejauh ini prestasi terbaiknya pada kancah LPGA ialah ketika ia finis di posisi T5 pada ajang Blue Bay LPGA 2015. Sementara hasil terbaiknya pada ajang Major ialah finis T17 pada Ricoh Women’s British Open 2013. Dan tahun ini ia mencapai posisi T16 pada Gainbridge LPGA untuk mengawali musim 2021.

Meskipun penampilannya pekan ini merupakan ketiga kalinya pada ajang HSBC Women’s World Championship, dan ia hanya memiliki keunggulan satu stroke dari pemegang dua gelar Park Inbee dan salah satu pemain debutan Hannah Green, Lin jelas telah menjadi pemain yang jauh berbeda ketimbang sebelumnya.

 

 

Permainannya pekan memang meyakinkan. Dengan 19 birdie dan hanya 5 bogey, ia membuka peluang untuk meraih kemenangan perdana yang jelas lama ia nantikan. Dan jika kemenangan itu bisa terwujud besok (2/5), yang berbangga jelas tidak hanya dirinya atau para pendukungnya di China, tapi juga HSBC juga bisa berbangga.

Sponsor utama ajang ini, HSBC, memang telah menjadi bagian besar dalam perjalanan kariernya. Dukungan HSBC bagi para pegolf di China telah diwujudkan dengan mensponsori China Junior Programme. Lin sendiri merupakan salah satu produk pembinaan golf yang digarap dalam kerja samanya dengan China Golf Association. Beberapa pemain lain, yang juga menikmati program ini, ialah Li Haotong, Dou Zecheng, dan Yu Liue.

”HSBC selalu menjadi sponsor yang sangat besar bagi para pemain China karena sejak kami kecil, kami sudah mendapat kesempatan bermain pada turnamen-turnamen junior HSBC, dan dalam tahun pertama saya menjadi profesional, saya juga mendapat undangan sponsor untuk bermain dalam HSBC Women’s World Championship (tahun 2014),” tutur Lin.

”Jadi, saya sangat bersyukur bisa bermain di Asia tahun ini, terutama dengan pandemi yang masih berlangsung dan semua orang mencurahkan upaya yang besar agar turnamen ini bisa berlangsung.”

HSBC sendiri telah memperbarui komitmen mereka ketika mengumumkan akan melanjutkan mendukung HSBC Women’s World Championship, World Golf Championships-HSBC Champions di Shanghai, dan CGA-HSBC China Junior Golf Programme pada akhir tahun lalu. Meskipun mereka tidak mengungkapkan durasi komitmennya, keberhasilan yang telah terlihat baru-baru ini jelas menunjukkan bahwa keputusan mereka berinvestasi untuk golf di Asia sangatlah tepat.

 

Lin Xiyu menjadi salah satu hasil investasi golf yang dilakukan HSBC selama ini. Foto: Yong Teck Lim/Getty Images.

 

Dalam periode pandemi COVID-19 sepanjang 2020, Lin dengan berani memutuskan untuk menetap di Amerika sendirian. Ia bertekad untuk berlatih keras untuk mengatasi kelemahannya selama ini.

”Pada periode lockdown tahun lalu, saya memutuskan tinggal sendirian di Amerika Serikat, jadi saya mengalami periode yang sulit. Pelatih dan saya memutuskan untuk banyak melatih short game. Tahun lalu kami paling banyak berlatih pitching dan chipping di sekitar green,” jelas Lin.

”Jadi, kedua aspek itulah yang saya pikir telah meningkat pesat, dan kemudian ketika kami mulai berkompetisi lagi, saya jelas melihat peningkatan tersebut. Lalu pada musim dingin kali ini, saya berpikir untuk bisa memainkan putter dengan lebih baik lagi, jadi saya memang mencurahkan perhatian untuk banyak berlatih. Sepertinya, semua itu mulai memberikan hasilnya.

Sebagai pemain, di tengah panasnya Singapura, Lin terlihat bisa bermain dengan tenang. Dan ketenangannya di lapangan itu ia peroleh dari kesadaran bahwa ia telah berlatih keras untuk bisa bermain pada pekan ini. Dan jelas ia layak berada di puncak klasemen kali ini.

”Saya tidak tahu bagaimana saya akan menghadapinya dan merasakannya (bermain pada putaran final sebagai pemimpin). Namun, saya akan terus memberi peluang untuk diri saya. Kalau saya tidak berhasil pekan ini, saya akan melakukannya pekan berikutnya,” tegasnya.

Jelas putaran final besok akan menjadi sangat menarik, mengingat ada banyak hal yang bisa terjadi dalam 18 dan 9 hole terakhir. Yang jelas, berhasil tidaknya Lin mengangkat trofi besok, HSBC telah berhasil mendorong lahirnya bintang-bintang golf baru, serta memberi inspirasi bagi generasi golf baru, termasuk di Indonesia.