Empat tahun terakhir, Brad Gehl berjibaku untuk menjejakkan statusnya pada PGA TOUR Latinoamerica. Usahanya itu tidak cukup membuahkan hasil. Ia hanya nyaris meraih kemenangan, sesuatu yang jelas tidak diharapkan pegolf profesional mana pun.

Tren itulah yang kini ingin ia ubah ketika bermain pada PGA TOUR Series-China musim ini. Lulusan Oklahoma State University ini melakoni debut perdananya di China pada tahun ini dengan bermain 8-under 64 pada Nantong Championship. Permainan tanpa bogey ini membawanya memimpin dengan keunggulan dua stroke dari pegolf Spanyol Samuel Del Val, pegolf Amerika lainnya Kevin Techakanokboon, dan Stephen Lewton dari Inggris.

Gehl tampaknya lebih lekas panas ketika memainkan turnamen yang diadakan di Nantong Yangtze River Golf Club ini. Ia langsung menorehkan birdie di dua hole pertamanya. Tiga birdie lagi di sembilan hole pertamanya dilengkapi dengan tiga birdie lagi di sembilan hole kedua, plus tanpa satu bogey pun membuat kartu skornya terlihat sempurna. Skor 64 ini pun menjadi skor terendahnya bermain pada turnamen yang berafiliasi dengan PGA TOUR ini.

Skor terendahnya selama bermain di China sebelumnya ialah 68, yang ia peroleh pada putaran kedua dan ketiga Beijing Championship. Ia sempat membukukan tiga putaran dengan skor 65 ketika bermain pada PGA TOUR Latinoamerica, terakhir saat bermain pada Costa Rica Classic 2018. Lalu kala mengikuti Flor de Cana Open 2017 di Nikaragua, ia juga bermain 6-under 65 dan 5-under 65 pada Roberto De Vicenzo Punta del Este Open 2017 di Uruguay.

Pemegang satu gelar PGA TOUR Latinoamerica, Samuel Del Val, menikmati performa putting yang ikut memberinya tujuh birdie dengan sebuah bogey pada hari pertama Nantong Championship. Foto: PGA TOUR Series-China/Liu Zhuang.

“Saya hanya memukul bola dalam posisi yang mudah untuk memimpin dan mencatatkan skor dengan putting yang agresif. Semua itulah yang membuat sisanya menjadi lebih mudah,” ujarnya. “Ini putaran yang bagus dan mudah karena sepanjang hari ini saya berhasil mengontrol bola golf saya.”

Tak heran pula jika ia pun menilai pengalamannya bermain di China ini menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan.

“Rasanya saya belum berhasil menampilkan permainan terbaik saya, jadi sangat menyenangkan bisa melakukannya hari ini dan memanfaatkan keunggulan dalam memukul bola,” imbuhnya.

Del Val memiliki pengalaman yang lebih kaya selama bermain pada PGA TOUR Latinoamerica. Pegolf Spanyol ini telah memainkan 64 turnamen antara tahun 2013 dan 2018. Beberapa kali pula ia meraih posisi runner-up di sirkuit ini, termasuk sekali pada Mackenzie Tour-PGA TOUR Canada. Hanya saja, Del Val telah meraih satu kemenangan kala menjuarai Argentina Classic 2016.

Kevin Techakanokboon mengikuti jejak Samuel Del Val dalam menorehkan tujuh birdie dan sebuah bogey untuk menyamai raihan Samuel Del Val. Foto: PGA TOUR Series-China/Liu Zhuang.

“Saya pikir lapangan ini sangat apa adanya,” ujar Del Val yang membukukan tujuh birdie dengan sebuah bogey. “Sejujurnya, saya bermain pada pukul 06:30 pagi ini, jadi semuanya terasa segar, setidaknya di sembilan hole pertama, dan juga tanpa angin. [Lapangan ini pun] dimainkan dengan lebih mudah.”

Skor 66 itu kemudian disamai oleh Kevin Techakanokboon dan Stephen Lewton.

Max McGreevy, Kenta Endo, Jung Woojin, dan Henry Westmoreland IV berada di peringkat kelima setelah sama-sama bermain 5-under 67 pada putaran pertama.

Secara mengejutkan, kali ini tidak ada satu pun pemain tuan rumah yang berada di jajaran sepuluh besar. Catatan terbaik dibukukan oleh Shen Nannan yang bermain dengan 3-under 69 yang menempatkannya di peringkat T16. Skor terbaik berikutnya dibukukan oleh Chen Yunlian dan Wang Yanzhang yang sama-sama bermain even par 72 dan ada di posisi T60.

Leave a comment