Peraih tiga gelar Asian Tour asal Australia, Marcus Both memanfaatkan pengalamannya yang berlimpah dan kemampuannya untuk mengatasi lapangan berpasir untuk mencatatkan skor 3-under 69. Hasil itu sudah cukup untuk membawanya ke puncak klasemen dan membuatnya berpeluang meraih gelar pertama dalam 14 tahun.

Pegolf berusia 38 tahun ini total mengumpulkan total 6-under 210 setelah mengatasi defisit tiga stroke dan kini unggul satu stroke dari pesaing terdekatnya pada ajang KG S&H CITY Asian Golf Championship yang dimainkan di lapangan desain Greg Norman, Kaikou Golf Club West Course.

”Kemarin saya bahkan tidak sadar kalau saya main tanpa bogey. Tapi hari ini saya sedikit lebih memperhatikannya,” tutur Both yang meraih kemenangan pertamanya di China lewat ajang Sanya Open.

Both mengakhiri putaran ketiga hari ini (2/12) dengan par, yang menurutnya ia raih dengan sangat berupaya.

”Jika Anda memimpin dalam sebuah turnamen golf, tiap pukulan menjadi berharga. Fokus saya ialah jangan sampai membuang-buang pukulan karena pada akhir pekan, satu pukulan saja bisa menjadi sangat krusial,” imbuh Both, yang meraih hasil terbaiknya musim 2017 ini pada ajang Yeangder Tournament Players Championship dengan finis T19.

Pegolf tuan rumah yang memimpin pada putaran kedua kemarin, Xiao Bomen, harus terlempar dari posisi puncak dan untuk sementara berada di tempat kedua setelah hari ini bermain dengan skor 71. Sementara pegolf Inggris, Callum Tarren (70) dan Namchok Tantipokhakul (74) dari Thailand berada di posisi ketiga dengan skor 213 pada ajang yang memperebutkan total US$350.000 ini.

”Saya tidak memulai putaran (ketiga) ini dengan bagus, tapi berhasil mengembalikan performa saya. Jadi, saya cukup puas dengan skor 73. Saya melakukan birdie yang sangat bagus di hole 17 setelah melakukan putt dari jarak 13 yard,” ujar Xiao yang mengaku sejumlah putt dari jarak pendeknya banyak yang meleset hari ini.

Seperti halnya Xiao, Tarren juga melakoni debutnya pada ajang Asian Tour pekan ini. Kondisi mentalnya sedang bagus setelah menjuarai satu ajang China Tour bulan lalu. Berada di peringkat ketiga pada Order of Merit China Tour, kemenangan di Kaikou Golf Club West Course ini jelas bakal melambungkan peringkatnya sebagai pemimpin Order of Merit.

”Ini putaran yang cukup bagus meskipun saya tidak mengakhirinya dengan baik. Finis dengan bogey dan double bogey jelas sangat mengecewakan, tapi masih ada beberapa hal positif yang bisa saya ambil untuk memainkan putaran final besok,” tutur  Tarren.

Adapun pegolf andalan Indonesia, George Gandranata harus berjuang keras bermain di lapangan garapan Greg Norman yang pertama di China ini. Setelah kemarin berhasil main even par, hari ini George harus mendapat 5 bogey dan 2 double bogey.

Satu-satunya birdie ia dapatkan di hole 6. Dengan total skor 12-over, posisinya pun terlempar dari T15 ke T40. Meski demikian, pegolf yang saat ini memuncaki Order of Merit PGA Tour of Indonesia ini masih berpeluang untuk mencatatkan posisi terbaik pada putaran final yang akan berlangsung besok.

KG S&H CITY Asian Golf Championship merupakan ajang perdana kolaborasi China Tour dengan Asian Tour dan menjadi turnamen pertama setelah dua Tour ini menjalin kerja sama strategis mereka pada bulan Maret 2017 lalu. Lima pegolf berperingkat teratas pada Order of Merit China Tour akan mendapat spot pada putaran final Qualifying School Asian Tour musim 2018.