Kapten Tim Internasional Presidents Cup Ernie Els bakal menjadikan bintang-bintang Asia sebagai andalannya saat menghadapi Tim AS bulan Desember mendatang.

Oleh Chuah Choo Chiang, Senior Director Communications PGA TOUR

Sepanjang tiga dekade kariernya yang gemilang, dengan 71 gelar di seluruh dunia, Kapten Tim Internasional untuk Presidents Cup Ernie Els telah menyaksikannya banyak hal. Dan jika ada seorang pun dalam olahraga ini yang bisa sepenuhnya berkata, “Sudah ke sana, sudah melakukannya”, dialah orangnya. Anggota World Golf Hall of Fame inii akan memimpin 12 pegolf terbaik Tim Internasional untuk meraih kemenangan langka terhadap Tim Amerika Serikat di The Royal Melbourne Golf Club, Australia pada 9-15 Desember 2019 nanti.

Meraih kemenangan Presidents Cup untuk pertama kalinya sebagai kapten bakal menjadi pencapaian istimewa bagi Els. Terutama karena kemenangan Tim Internasional terjadi pada tahun 1998 di Royal Melbourne. Itulah satu-satunya kemenangan Tim Internasional sejak ajang ini pertama kali digelar pada 1994.

Tak diragukan lagi, legenda asal Afrika Selatan ini akan mengandalkan pahlawan lokal, seperti Adam Scott, Marc Leishman, dan pemain debutan Cameron Smith untuk menggiring publik Australia, sekaligus mencuri poin. Hanya saja, kartu andalan Els bisa jadi ada dalam diri tiga wakil Asia yang langsung menjadi bagian dari 8 anggota pertama tim. Dengan empat nama pilihan lagi yang akan diumumkan pada awal November ini, harapan untuk menambah satu bintang Asia lagi mencuat jelang perjalanan menuju Melbourne.

Dari tiga pemain Asia tersebut, bintang Jepang Hideki Matsuyama memiliki pengalaman paling kaya untuk ajang ini. Dalam usia 27 tahun, peraih lima gelar PGA TOUR ini telah menjadi veteran yang telah tampil dalam tiga edisi terakhir.

Hideki Matsuyama ketika menghadapi Adam Hadwin pada Presidents Cup 2017. Matsuyama menjadi pemain Asia paling berpengalaman dalam ajang dua tahunan ini. Foto: Getty Images.

Setelah itu, dalam diri pemain debutan Li Haotong asal China dan C.T. Pan dari China Taipei, Els sadar ia memiliki dua pemain yang berpotensi menjadi andalannya. Li, 23 tahun, telah meraih dua gelar European Tour dan menggemari duel satu lawan satu, seperti yang ia tampilkan saat mengalahkan Rory McIlroy di Dubai tahun lalu dan kemenangan match play atas pegolf No.1 Dunia Brooks Koepka dan bintang Ryder Cup Alex Noren pada WGC-Dell Technologies Match Play. Ia juga berduel dengan Dustin Johnson di Arab Saudi dan meskipun finis di tempat kedua, ia tak tampak gugup saat duel pada hari terakhir itu.

Pan, 27 tahun, menuju ke Royal Melbourne sebagai juara PGA TOUR menyusul kemenangan perdananya pada RBC Heritage. Meski ia bakal menjadi debutan, pegolf yang bertubuh kekar ini menikmati sejumlah keberhasilan di Royal Melbourne. Pada Asia-Pacific Amateur Championship 2014, ia finis T5. Selain itu, ia bermain penuh selama empat hari ketika bermain pada Australian Masters 2013.

Els telah menunjukkan keyakinannya pada jajaran pemain Asianya. Sejak menyaksikan langsung performa mengagumkan Li yang bermain 63 di Royal Birkdale, yang membantu pegolf China itu finis di tempat ketiga pada The Open 2017 tersebut, Els mengaku menjadi penggemar beratnya. Ia bahkan sempat memprediksi Li bakal menjadi pegolf No.1 Dunia!

“Dia pemain yang kuat … permainannya luar biasa. Dan dia memiliki seluruh kualitas dari seorang pemain kelas dunia dan mungkin menjadi No.1 Dunia suatu hari nanti. Seperti itulah bakatnya,” ujar Els.

“Dia punya potensi untuk lebih berkembang lagi. Saya suka gaya bermainnya dan dia bakal sangat istimewa jika berada dalam lingkungan tim. Karakternya cukup ceria dan memiliki sikap yang cukup berterus terang dengan meyakinkan. Saya sangat bersemangat menyambutnya dalam tim.”

Li Haotong (kanan) bermain gemilang dengan mengalahkan pegolf No.1 Dunia Brooks Koepka pada WGC-Dell Technologies Match Play. Els menilai ini menjadi modal penting bagi Li saat bermain bersama Tim Internasional akhir tahun ini. Foto: Getty Images.

Li menjadi pegolf China pertama yang bakal tampil pada Presidents Cup. Ia sendiri sangat bersemangat dan ingin berada dalam tim pemenang dalam partisipasi perdananya ini. Els sendiri yakin kehadiran Li akan membawa gelombang penggemar dan penonton dari China, negara dengan populasi terbesar di dunia.

“Ini kehormatan besar bisa menjadi bagian dari tim,” ujar Li. “Semoga saya bisa menyumbangkan beberapa poin. Saya sungguh bersemangat. Sejujurnya, tim kami tak sekuat TIm AS, jadi saya ingin bermain sebaik mungkin dan semoha kami bisa mengalahkan mereka.”

Dengan Matsuyama sendiri Els telah cukup sering bermain bersama. Tak heran jika ia juga yakin kalau pemain Jepang ini bakal menyumbangkan hasil positif, meskipun sejauh ini rekornya ialah 4-6-3. “Dia belum pernah berada dalam tim juara, jadi saya bisa melihat betapa ia sangat ingin untuk menang. Dia sudah beberapa kali berhadapan dengan Tim AS, jadi dia bakal siap untuk bertarung,” ujar Els.

Pan sendiri berhasil mencuri perhatian Els dengan kemenangannya pada RBC Heritage dan setelah menembus kualifikasi sebagai pemain peringkat 7 dari 8 pemain teratas klasemen Tim Internasional. Sang Kapten juga yakin bahwa Pan bakal memberikan kejutan bagi para pemain Amerika. “Kemenangan luar biasa baginya. Secara keseluruhan, dia memiliki permainan yang sangat meyakinkan. Ia mengelola permainannya dengan sangat baik, permainan putter-nya bagus dan dia juga memainkan semua aspek lainnya dengan baik. Sebagai pemain debutan dan pemain dari China Taipei, keberhasilannya masuk tim adalah sesuatu yang sangat besar maknanya,” imbuh Els lagi.

C.T. Pan akan mengambil inspirasi dari duo legendaris Hsieh Min-Nan dan Lu Liang-huan ketika kembali ke Royal Melbourne. Dua pendahulunya itu mempersembahkan World Cup of Golf bagi China Taipei di lapangan yang sama pada tahun 1972. Foto: Getty Images.

Bagi Pan, bisa kembali ke Royal Melbourne bakal menjadi sesuatu yang menginspirasi dirinya. Sebelumnya, China Taipei juga telah menghasilkan kemenangan yang paling mengagumkan ketika bermain pada ajang World Cup of Golf di lapangan Sandbelt yang ikonik tersebut. Pada tahun 1972, duo legendaris Hsieh Min-Nan dan Lu Liang-huan menjuarai World Cup of Golf.

“Sangat keren, kebetulan yang sangat menarik,” ujar Pan. “Sebagai pemain China Taipei pertama yang bermain pada Presidents Cup, jelas akan sangat luar biasa jika bisa mengulangi sejarah dan mewujudkannya lagi. Senang rasanya berpeluang mencoba dan menjadi bagian dari tim juara,” tutur Pan.

Els juga berencana memanfaatkan darah segar dalam diri Abraham Ancer, yang menjadi pegolf Meksiko pertama yang bermain dalam Presidents Cup. Langkah ini dianggap menjadi katalis untuk mewujudkan kemenangan bagi Tim Internasional, sekaligus membangun masa depan.

“Saya pikir, para pemain yang berasal dari berbagai negara seperti ini menjadi sangat penting. Dari China Taipei, China, Meksiko. Para pemain ini, sebelumnya mereka belum terwakili pada ajang Presidents Cup, dan untuk pertama kalinya mereka ikut berbagian, ini fakta yang luar biasa,” imbuh Els.

“Anda bisa membayangkan betapa banyaknya orang yang bakal mengarahkan perhatian mereka pada Presidents Cup. Sepertinya, seluruh dunia akan menyaksikan kami untuk pertama kalinya. Dengan apa yang Meksiko lakukan untuk golf, China juga lakukan untuk gole selama beberapa tahun ini, dan dengan PGA TOUR juga berada di kedua negara ini, pertumbuhan golf jelas menjadi sangat mengagumkan,” tandas Els.

Leave a comment