Tim Internasional memimpin 10-8 atas Tim AS dengan para bintang Asia memberi kontribusi krusial untuk menciptakan sejarah baru.

Drama mulai tercipta pada hari ketiga gelaran Presidents Cup dengan Tim Internasional berhasil mempertahankan keunggulan untuk tetap memimpin atas Tim AS. Keunggulan ini, di antaranya diperoleh dengan peran penting kuartet pegolf Asia. Im Sungjae, An Byeonghun, C.T. Pan, dan Hideki Matsuyama menampilkan aksi yang heroik untuk menjaga keunggulan tersebut.

Bintang golf dari China Li Haotong akhirnya mendapat kesempatan untuk melakoni debutnya. Sayangnya, debutnya ini justru berakhir dengan mengecewakan. Berpasangan dengan Marc Leishman, Li harus menerima keunggulan Justin Thomas dan Rickie Fowler, yang berhasil menang 3&2. Beruntung empat bintang Asia lainnya menyumbangkan poin krusial bagi tim besutan Kapten Ernie Els.

Dengan hasil saat ini saja, Tim Internasional sebenarnya telah menciptakan sejarah tersendiri. Ini pertama kalinya Tim Internasional memimpin dalam tiga hari pertama. Peluang Els untuk mempersembahkan kemenangan yang sangat langka dan sudah dinanti-nantikan pun mulai terbuka.

PGA TOUR Rookie of the Year 2019 Im Sungjae hari ini berpasangan dengan Abraham Ancer. Secara mengagumkan, mereka unggul 3&2 dari duet Patrick Cantlay dan Xander Schauffele. Tak lama kemudian, Pan dan Matsuyama meraih kemenangan kedua mereka pada format Fourball. Mereka unggul telak 5&2 atas Webb Simpson dan Patrick Reed.

An, yang bermain dengan pahlawan tuan rumah Adam Scott, ikut memberi kontribusi setengah poin pada pagi hari setelah Tony Finau, dengan mengagumkan, memasukkan birdie dari jarak 7 kaki untuk memaksakan hasil seri bersama Matt Kuchar. Namun, hasil akhir pada sesi pagi itu memberi kemenangan Tim Internasional 2,5 dan 1,5 atas Tim AS. Ini merupakan pertama kalinya keunggulan seperti ini terjadi setelah pada 1998 tim ini meraih kemenangan 2,5 poin atau lebih dalam tiap sesi dari tiga sesi pertama.

Pada sesi Foursome sore, kondisi sempat berubah. Tim AS yang dipimpin Tiger Woods sepertinya bakal menyapu bersih kemenangan pada empat partai yang dimainkan. An dan Joaquin Niemann harus bertarung sengit lagi dengan Kuchar dan Finau. Mereka nyaris kembali meraih kemenangan jika saja putt birdie An dari jarak 7 kaki di hole 18 berhasil masuk. Namun, 0,5 poin ini jelas bukan hal yang buruk.

Abraham Ancer, salah satu satu debutan Tim Internasional, dan Leishman gantian menjadi pahlawan. Mereka berhasil bangkit dari ketertinggalan 5-down dalam tujuh hole, dan memaksakan hasil imbang dengan Rickie Fowler dan Justin Thomas. Bintang muda asal Meksiko itu berhasil memasukkan putt 7 kaki di hole 18 untuk menciptakan kebangkitan yang dramatis.

“Saya tahu kami memiliki keunggulan. Tapi kelihatannya keunggulan itu bakal hilang (pada sore hari), dan para pemain saya menampilkan permainan yang gigih dan saya benar-benar bangga dan sangat gembira memiliki mereka sebagai anggota tim. Mereka begitu bersemangat, setelah tertinggal 3-1. Mereka menampilkan permainan golf yang sulit dipercaya, dan saya benar-benar salut terhadap mereka,” puji Els.

Pan, yang menjadi pegolf China Taipei pertama yang bermain pada ajang Presidents Cup, juga terlihat sangat bersemangat setelah mempersembahkan dua poin bersama Matsuyama. Dan dalam kedua kemenangan itu, mereka mengalahkan pasangan yang sama, Webb-Reed. Pan sendiri bakal menghadapi Reed dalam partai tunggal pada hari Minggu besok (15/12).

“Matsuyama menjadi rekan tim yang luar biasa,” ujar Pan memuji pegolf Jepang itu. “Dia bermain sangat solid. Hampit tiap pukulannya ia lakukan pada saat yang tepat dan ia juga memasukkan sejumlah putt krusial, dan dampaknya sangatlah besar. Saya merasa sangat nyaman bermain dengan dia, dan dia juga membantu saya untuk bermain dengan baik juga.

An Byeonghun kini memegang rekor 2-1-1 dalam debutnya sebagai anggota Tim Internasional Presidents Cup dalam empat partai yang ia mainkan. Foto: Getty Images.

“Kami berusaha berkomunikasi, sedikit perpaduan bahasa tubuh dan bahasa Inggris. Saya merasa kami punya ikatan batin. Sulit dijelaskan. Permainan kami sangat cocok dan ini benar-benar membantu,” papar Pan.

Sementara itu, setelah menggantikan Jason Day, An terbukti memainkan peranan yang sangat besar untuk memberi satu kemenangan, dua kali seri, dan hanya satu kali kalah dalam empat partai yang ia mainkan. Dan ia bakal menghadapi Simpson pada partai tunggal nanti.

“Dua setengah poin itu sangat berarti. Sejujurnya, kami sedikit kesulitan di sembilan hole pertama. Pukulan kami tidak begitu bagus. Kami tak berada di posisi yang semestinya, tapi pada akhirnya kami berhasil mempersembahkan setengah poin. Saya pikir saya sedikit kecewa karena putting itu meleset, tapi setidaknya kami masih ada di posisi yang bagus untuk menuju hari Minggu nanti. Hari ini kami bermain luar biasa. Kami gagal memanfaatkan sejumlah putt krusial, tapi setengah poin amatlah berarti. 10 poin memberi kami rasa yakin,” tegas An.

Untuk mewujudkan kemenangan kedua sepanjang sejarah Presidents Cup, Tim Internasional harus meraih, setidaknya, 5,5 poin dalam 12 partai tunggal hari Minggu nanti.

Siapa menghadapi siapa
Abraham Ancer vs Tiger Woods
Hideki Matsuyama vs Tony Finau
C.T. Pan vs Patrick Reed
Li Haotong vs Dustin Johnson
Adam Hadwin vs Bryson DeChambeau
Im Sungjae vs Gary Woodland
Joaquin Niemann vs Patrick Cantlay
Adam Scott vs Xander Schauffele
An Byeonghun vs Webb Simpson
Cameron Smith vs Justin Thomas
Louis Oosthuizen vs Matt Kuchar
Marc Leishman vs Rickie Fowler