Pegolf asal Austria Bernd Wiesberger membukukan rekor sebagai pegolf pertama yang mendapatkan sembilan birdie secara berturut-turut, baik pada kancah Asian Tour maupun European Tour. Rekor ini sekaligus membuatnya unggul 1 angka dan memimpin pada Maybank Championship.

Wiesberger mencatatkan rekornya itu dengan mengawalinya di hole 7 dan mengakhirinya di hole 15. Dengan torehan skor 63 pada putaran kedua kemarin (10/2), Wiesberger pun mengumpulkan total 12-under 132 pada ajang yang memperebutkan total hadiah sebesar US$3 juta ini.

”Saya benar-benar berusaha mengurangi jumlah pukulan. Saya sedikit merasa, sejujurnya, untuk terus melakukannya. Rasanya saya melakukan permainan yang sangat bagus dan merasa sangat nyaman sepanjang hari ini, terutama setelah bogey di hole 4,” tutur Wiesberger yang total membukukan 11 birdie dan 2 bogey pada putaran kedua.

Prestasi ini sekaligus menggusur Craig Spence dan Prayad Marksaeng yang sebelumnya membukukan delapan birdie berturut-turut, masing-masing pada 2003 dan 2001. Dan meskipun mencatatkan 11 birdie dan 2 bogey, catatan tersebut tak membuatnya mendapatkan rekor resmi lantaran peraturan preferred lie diberlakukan.

Sementara itu, juara The Masters 2016 asal Inggris, Danny Willet yang menjadi pegolf berperingkat dunia tertinggi yang berlaga di Saujana Golf and Country Club, tampil sebagai pesaing kuat dengan skor 67 dan menguntit Wiesberger.

Willet mengaku mengalami putaran yang berat mengingat angin mulai ikut bermain dan membuatnya sulit untuk bermain dengan club yang tepat. Dalam keadaan demikian, ia mengaku merasa puas bisa mendapatkan angka yang bagus.

Adapun kebanggaan Asia masih terjaga berkat tampilnya pegolf muda potensial asal India Shubhankar Sharma dan bintang Korea K.T. Kim yang kemarin sama-sama bermain dengan skor 68 dan mengumpulkan total skor 136.

”Saya sangat puas. Saya main dengan cukup solid, mengawali permainan sesuai dengan yang saya inginkan dan mendapat empat birdie di sembilan hole terakhir (sembilan hole pertamanya) dan berhasil mempertahankannya,” kata Sharma. ”Tentu akan bagus sekali kalau bisa bermain seperti ini pada akhir pekan ini.”

Publik golf Indonesia harus menerima kenyataan bahwa satu-satunya pegolf Indonesia yang ikut berlaga pada ajang akbar ini, George Gandranata, tidak dapat memainkan putaran akhir pekan. Kemarin ia harus bermain dengan skor 75 lantaran hanya mendapat satu birdie dan empat bogey.