Meski jauh dari peluang juara, wakil-wakil Asia wajib finis di posisi yang lebih baik.

Harapan untuk memiliki dua juara Asia berturut-turut hampir dipastikan sirna. Pasalnya pada putaran ketiga Farmers Insurance Open kemarin (30/1) tak satupun dari lima wakil Asia tersisa sanggup bermain lebih baik dari 3-under 69.

South Course di Torrey Pines tampaknya memang memainkan peranannya sebagai salah satu lapangan paling menantang bagi para peserta, khususnya pada putaran ketiga itu. Setelah skor 65 yang dibukukan pegolf Norwegia Viktor Hovland untuk menempati peringkat pertama pada akhir putarna kedua, Carlos Otiz dari Meksiko bermain dengan skor 6-under 66 untuk menjadi salah satu pimpinan klasemen dengan skor total 10-under 206. Satu pemain lagi yang menempati peringkat teratas ialah Patrick Reed.

Permainan terbaik dari kubu Asia dihasilkan oleh pegolf Korea Im Sungjae. Pegolf yang telah mengoleksi satu gelar PGA TOUR ini menorehkan lima birdie dengan dua bogey untuk skor 3-under 69 dan kini menempati peringkat T20 dengan skor total 212, enam stroke di belakang Otiz dan Reed.

Adapun Hideki Matsuyama tampaknya juga masih berjibaku untuk bisa menaklukkan South Course. Untuk kedua kalinya memainkan South Course pekan ini, Matsuyama hanya bisa mencatatkan skor 74. Ini berarti ia harus memulai putaran final dari peringkat T45 setelah hanya mengumpulkan skor total even par 216.

Catatan Im dan Matsuyama jelas masih lebih baik ketimbang Zhang Xinjun dan duo Korea lainnya An Byeonghun dan K.J. Choi. Masing-masing membukukan skor 74, 75, dan 77 pada putaran ketiga kemarin. Dengan satu putaran tersisa, kelima pemain ini jelas berniat untuk memperbaiki peringkat mereka.

 

 

Uniknya, dari kelima wakil Asia ini, catatan prestasi terbaik dalam lima tahun terakhir pada ajang ini justru ditorehkan oleh Choi. Pemain veteran ini finis di tempat kedua pada tahun 2016. Sementara Matsuyama finis di posisi T3 pada tahun 2019 lalu. Prestasi terbaik Im ialah tahun 2020 lalu ketika finis T36, sementara bagi Zhang penampilan tahun lalu juga menjadi yang terbaik ketika finis T55 setelah gagal lolos cut dalam debutnya tahun 2018. Adapun An hanya finis T49 sebagai hasil terbaiknya, yaitu tahun 287.

Meskipun pemain dengan peringkat paling bawah akan membawa pulang hadiah sekitar US$14.025, jika mengacu pada hadiah uang tahun 2020 lalu, jelas tak ada yang ingin mengakhiri turnamen pekan ini sebagai juru kunci. Selain itu, bermain semaksimal mungkin pada putaran final bisa membantu para pemain ini untuk mewujudkan dua hal.

Pertama, sudah jelas, agar mereka bisa finis di posisi lebih baik, yang otomatis juga akan memberi poin FedExCup serta hadiah uang yang lebih besar.

Namun, hal kedua yang paling penting ialah putaran final ini akan menjadi kesempatan terakhir bagi mereka untuk memainkan South Course dalam konteks turnamen. Hal ini menjadi sangat penting, mengingat pada bulan Juni 2021 nanti, beberapa dari mereka bakal bermain pada U.S. Open, yang juga digelar di lapangan yang sama. Bisa menuntaskan turnamen pekan ini dengan hasil yang positif, jelas akan membantu mereka ketika kembali lagi untuk ajang Major.

Tentu saja mereka takkan berfokus pada ajang yang masih beberapa bulan lagi itu. Sebagai pegolf profesional mereka sudah paham bahwa hal terpenting bagi mereka ialah fokus pada tiap pukulan yang ada di hadapan mereka. Dan itu berarti kita pun mesti ikut bersabar dan melihat bagaimana performa mereka pada putaran final hari ini.