Kiradech Aphibarnrat berjuang untuk bangkit, sekaligus menghapus tahun yang kelam lewat peluang bermain pada AT&T Pebble Beach Pro-Am.

Dulu ia merupakan pegolf yang berada di jajaran 30 besar dunia. Namun, namanya belakangan ini agak tenggelam. Pegolf Thailand pertama yang menjadi anggota pada PGA TOUR Kiradech Aphibarnrat menyadari bahwa ia perlu kerja keras untuk bangkit dan kembali ke jajaran elite tersebut. Dan upayanya ini akan ia mulai pekan ini ketika untuk pertama kalinya pada tahun 2021 ini ia bermain pada ajang PGA TOUR, AT&T Pebble Beach Pro-Am.

Pegolf yang juga berjulukan John Daly Asia ini memang memiliki pengalaman yang berat dalam 12 bulan terakhir. Performanya yang menurun ditambah dengan efek yang ditimbulkan akibat sempat terpapar COVID-19 jelas bukan pengalaman yang menyenangkan bagi mantan pegolf No.1 Asian Tour ini. Itu pula sebabnya ia berniat untuk bisa mengikuti sebanyak mungkin turnamen pada tahun ini guna mengembalikan permainannya.

Dalam bulan Januari dan awal Februari tahun ini nama Kiradech memang tidak terlihat di Amerika. Ia sempat mengikuti tiga ajang European Tour, memanfaatkan keanggotaan pada Tour yang telah memberinya empat gelar. Setelah gagal lolos cut pada ajang Abu Dhabi HSBC Championship, secara berturut-turut ia finis di posisi T60 dan T41 pada ajang Omega Dubai Desert Classic dan Saudi International powered by SoftBank Investment Advisers pekan lalu. Namun, kali ini ia telah kembali berada di AS untuk mengikuti turnamen keempatnya secara beturut-turut pada tahun ini, sesuatu yang ia harap bisa membantunya membangun momentum.

”Saya tak ingin membuat target apa pun karena ingin bisa kembali bermain secara reguler. Saya ingin kembali menemukan rasa percaya diri dan performa saya serta meyakinkan bahwa swing saya cukup bagus,” tutur pegolf berusia 31 tahun ini.

Kiradech memang sempat menikmati puncak permainannya antara periode tahun 2015 dan 2018. Ketika itu ia meraih enam gelar di negara-negara, seperti Skotlandia, China, dan Australia. Peringkat dunianya pun melambung hingga setinggi No.29 Dunia. Ia kemudian meraih kartu PGA TOUR dan menjadi pegolf Thailand pertama yang melakukannya. Ia bermain sekitar 30 turnamen dalam setahun, namun tak dapat melakukannya tahun lalu akibat pandemi. Ia hanya bisa mengikuti 14 turnamen, yang sayangnya ia gagal lolos cut pada 8 di antaranya. Dari 8 turnamen tersebut, 7 di antaranya terjadi di kancah PGA TOUR, di mana ia hanya bisa bermain dalam 10 ajang sepanjang 2020.

Bulan November 2020 lalu ia finis T11 pada Bermuda Championship. Celakanya, ia kemudian terdiagnosis positif COVID-19 sehingga terpaksa kembali absen. ”Momen dan tahun itu menjadi pengalaman yang sangat sulit,” ujar Kiradech yang kini berperingkat 287, peringkat terendah yang pernah ia tempati dalam satu dekade terakhir ini.

”Tiap pemain jelas memiliki masa-masa sukar dalam memainkan olahraga ini dan sekarang saya salah satunya. Ini pertama kalinya saya harus melewati masa-masa sulit seperti ini dalam karier saya.” — Kiradech Aphibarnrat.

”Kondisi saya sudah lebih baik, tapi rasanya masih belum seratus persen. Jalan saya masih panjang sampai bisa sepenuhnya bugar. Ini pertama kalinya dalam karier saya mengalami situasi seperti ini. Saya belum banyak main golf dalam beberapa bulan terakhir, dan setahun terakhir saya juga jarang main. Tahun lalu memang berat. (Jadi) saya hanya ingin bisa kembali main dan menikmati golf saya lagi.”

Hasil yang ia dapatkan dari tur Timur Tengahnya jelas bukan sesuatu yang patut ia banggakan. Namun, Kiradech mengaku menikmati kesempatan bertemu dengan pelatih swing-nya, Pete Cowen dan Mike Walker, yang sebelumnya telah membantu meningkatkan percaya dirinya.

”Saya menaruh kepercayaan sepenuhnya kepada para pelatih saya. Ketika bisa main bagus, (itu tandanya) saya memaksimalkan mereka dan meyakini mereka. Saya memiliki tim yang bagus dan tak perlu melakukan hal lain. Tinggal saya dan bagaimana memulihkan tubuh saya dengan tepat. Ketika menjumpai keduanya, mereka selalu membantu swing saya. Pete dan Mike, mereka semua mendorong dan yakin kalau saya bisa main bagus lagi. Tiap pemain jelas memiliki masa-masa sukar dalam memainkan olahraga ini dan sekarang saya salah satunya. Ini pertama kalinya saya harus melewati masa-masa sulit seperti ini dalam karier saya. Pasti sangat sulit!”

Dengan hanya bisa bermain lima turnamen pada PGA TOUR musim 2020-2021, Kiradech sadar bahwa posisinya tertinggal jauh. Itu sebabnya, ia harus memaksimalkan kesempatan seperti yang akan ia lakoni di Pebble Beach pekan ini.

”Saya tak sepenuhnya bisa bermain pada banyak turnamen, seperti tahun lalu ketika mereka melakukan pemeringkatan ulang. Status saya sekarang (pada PGA TOUR) cukup rendah. Ketika kami mulai bertanding lagi (akhir Juni 2020), saya tak bisa langsung main karena pembatasan perjalanan. Saya tahu saya mesti main bagus supaya peringkat saya bisa naikk. Pasti sulit dan saya tak mau memberi tekanan pada diri sendiri. Targetnya ialah main golf dengan bagus, tapi kalau memang bukan tahun saya, ya sudah,” ujar Kiradech yang kini berada di peringkat 158 pada klasemen FedExCup.

”Namun, rasanya saya tidak terlalu jauh dari permainan terbaik saya. Hanya saja waktu dan situasinya saat ini tidak tepat. Pelatih mental saya (Lee Campbell) terus mengingatkan saya untuk tetap berlatih dan yakin kalau saya segera bangkit.”

Para penggemarnya jelas berharap ia bisa bangkit pada pekan ini!