PGA TOUR tak sekadar sebuah organisasi profesional yang bergelimang hadiah uang. Eksistensi mereka terbukti telah berdampak besar bagi begitu banyak orang yang membutuhkan.

Hampir setiap pekan dan sepanjang tahun turnamen-turnamen PGA TOUR dipertandingkan dengan menyediakan hadiah uang sebesar jutaan dollar AS. Sebanyak 46 turnamen untuk musim 2018-2019 dimainkan dan 50 ajang dijadwalkan pada musim ini.

Total hadiah terbesar, sudah tentu ada pada ajang pamungkas TOUR Championship, yang hanya eksklusif bagi 30 pegolf teratas pada klasemen FedExCup. Total hadiah yang diperebutkan ialah US$46 juta dengan US$15 juta bagi sang juara.

Adapun total hadiah ”terkecil” adalah US$3 juta. Dari nilai itu, sebesar US$540.000 diberikan kepada sang juara. Pada musim 2019-2020 ini, ada tiga turnamen memperebutkan nilai tersebut: Puerto Rico Open (20-23 Februari 2020), Corales Puntacana Resort & Club Championship (24-27 September 2020), dan Bermuda Championship (29 Oktober-1 November 2020).

Tapi PGA TOUR bukan sekadar Tour yang bergelimangan hadiah uang yang begitu besar. Tour nomor satu di dunia ini memiliki arti yang sangat besar, tak hanya bagi para pemain dan penggemar, tapi juga bagi yayasan dan organisasi nirlaba yang turut menjadi bagian dari tiap turnamen yang diselenggarakan.

Tradisi Sejak Lama
Tahun 2019 lalu, PGA TOUR mencatatkan rekor pengumpulan sumbangan yang melampaui tahun-tahun sebelumnya. Pada periode tersebut, sebanyak US$204,3 juta berhasil dikumpulkan.

”Dengan senang hati saya berterima kasih kepada para penggemar, sponsor, turnamen, pemain, dan relawan kami yang ikut membantu mengumpulkan lebih dari US$3 milyar untuk amal dan memberi dampak yang positif kepada jutaan jiwa.” — Jay Monahan, Komisioner PGA TOUR.

Tentu saja angka ini bukan hanya dari ajang PGA TOUR. Tour profesional lain yang berafiliasi dengan Tour ini ikut berkontribusi. PGA TOUR Champions, Korn Ferry Tour, Mackenzie Tour-PGA TOUR Canada, PGA TOUR Latinoamerica, dan PGA TOUR Series-China menjadi mesin yang menggerakkan banyak orang untuk ikut memberi dampak.

Nilai yang terkumpul pada tahun 2019 itu membuat PGA TOUR telah mengumpulkan lebih dari US$3 milyar dalam total donasi yang pernah dikumpulkan.

Tradisi memberi bagi sesama seperti ini memang bukan hal baru. PGA TOUR mencatat sumbangan pertama yang berhasil terkumpul diperoleh lewat ajang Palm Beach Invitational 1938. Kala itu nilai yang terkumpul ialah US$10.000. Sejak saat itu, sumbangan demi sumbangan berhasil memberi dampak bagi lebih dari 3.000 yayasan atau organisasi nonprofit setiap tahunnya.

Maka organisasi seperti First Tee pun bisa menikmati sumbangan yang terkumpul untuk memperkenalkan program-program pembangunan karakter melalui golf kepada lebih dari 15 juta generasi muda.

”Dengan senang hati saya berterima kasih kepada para penggemar, sponsor, turnamen, pemain, dan relawan kami yang ikut membantu mengumpulkan lebih dari US$3 milyar untuk amal dan memberi dampak yang positif kepada jutaan jiwa,” ujar Jay Monahan, Komisioner PGA TOUR.

 

Kisah Amy Bockerstette dan Gary Woodland menjadi salah satu kisah inspiratif dari ajang Waste Management Phoenix Open 2019. Foto: PGA TOUR.

 

Kisah Amy Bockerstette
Pada bulan Januari 2019, bintang PGA TOUR Gary Woodland memberi kejutan kepada Amy Bockerstette dari Special Olympic Arizona. Amy diajak untuk memainkan hole 16 pada putaran latihan ajang Waste Management Phoenix Open.

Dalam sekejap, Amy menjadi sensasi yang luar biasa. Dengan senyum di wajahnya dan ucapan yang ia tujukan kepada dirinya, ”Aku bisa melakukannya” untuk meyakinkan dirinya, Amy melakukan putt yang berbuah par di hole tersebut.

Amy, yang menderita sindrom Down, adalah pegolf universitas pertama yang bertanding dengan menyandang kelemahan intelektual. Putt par tersebut disaksikan sekitar 44 juta kali di seluruh wadah PGA TOUR. Bahkan aksinya sempat diulas dalam NBC Nightly News, CBS Evening News, TODAY Show, dan beragam acara di luar golf.

Banyak hal kemudian terjadi setelah pertemuan keduanya. Woodland dan Gabby, istrinya, dianugerahi anak kembar; Woodland bahkan menjuarai U.S. Open 2019 dan menyebut energi positif dari Amy membantunya meraih Major pertamanya itu.

Amy sendiri menjadi duta bagi mereka yang menderita sindrom Down. Ia meluncurkan kampanye I GOT THIS FOUNDATION untuk mempromosikan pengajaran golf dan kesempatan bermain bagi masyarakat yang menderita sindrom Down dan kelemahan intelektual lainnya. Keduanya pun kembali bertemu pada Waste Management Phoenix Open, ajang yang telah menciptakan ikatan luar biasa bagi keduanya pada 29 Januari 2020 lalu.

 

Joaquin Niemann melakukan swafoto bersama penggemar. Aktivitas bersama pemain bintang seperti ini menjadi bagian dari upaya memberi dampak bagi para penggemar dan masyarakat luas. Foto: PGA TOUR.

 

Monahan menunjuk kisah Amy tersebut sebagai salah satu dari begitu banyak kisah lain yang tak kalah menyentuhnya. Semua itu tercipta berkat sumbangan yang telah terkumpulkan selama ini.

”Meskipun pencapaian (melampaui US$3 milyar) ini sangat luar biasa, yang paling penting ialah adanya kisah, seperti Amy yang lebih banyak lagi yang dimiliki oleh tiap turnamen,” ujarnya.

Sejauh ini, tiap turnamen PGA TOUR memberi kesempatan bagi tiap orang untuk berkontribusi kepada masyarakat dalam tiga hal: menghadiri sebuah turnamen (dengan demikian membeli tiket menonton), menjadi relawan, atau menyumbangkan uang.

Dengan ketiga cara tersebutlah turnamen-turnamen nonprofit di bawah payung PGA TOUR menyumbangkan nilai bersihnya untuk mendukung organisasi-organisasi setempat. Nilai yang melampaui US$3 milyar tersebut turut terwujud berkat lebih dari 100.000 relawan yang memberi waktu mereka untuk menjamin kesuksesan sebuah ajang.

Rasanya tidak mengherankan jika dengan model yang demikian, para sponsor masih tetap konsisten mengucurkan dana untuk sebuah gelaran PGA TOUR. Bahkan banyak yang kemudian meningkatkan nilai sponsor mereka seiring dengan meningkatnya profit perusahaan.