Menjelang gelaran Seri III Indonesian Golf Tour presented by OB Golf & Ancora Sports (IGT), Benita Kasiadi menyatakan kesiapannya untuk mempertahankan gelar juara.

Putra pegolf legendaris Indonesia, Kasiadi, ini memang tampil di bawah performanya yang biasa pada Seri I di Sawangan Golf, Hotel & Resort dan Seri II di Padang Golf Modern. Dalam dua seri tersebut, Benita finis di peringkat T3 dan T30.

”Waktu itu saya sedang [melakukan] penyesuaian club baru,” jelasnya.

Jelang Seri III yang akan diadakan pekan depan, 2-4 Mei 2016 di Matoa Nasional Golf Course, Ciganjur, Jakarta Selatan ini, Benita optimis dirinya sudah akan siap untuk kembali tampil sebagai kampiun.

”Insya Allah, [untuk] pertandingan [di] Matoa saya sudah paham betul karakter club yang baru ini,” tambahnya. ”Saat ini saya berupaya mempertajam putting dengan speed yang sama [dengan] di Matoa.”

Musim lalu, Benita tampil mendominasi IGT dengan memenangkan tiga seri. Hingga memasuki Grand Final di Imperial Klub Golf, Karawaci, Benita nyaris memenuhi targetnya menjuarai empat seri, sampai akhirnya Ian Andrew menyamai pencapaian tiga kemenangannya dan keluar sebagai juara Grand Final 2015.

Semangat juang yang tinggi juga bakal disuguhkan oleh Ian untuk Seri III pekan depan. Dengan target selalu menjadi juara pada tiap ajang yang ia mainkan, pegolf asal Bali yang sedang berlaga pada ajang Asian Development Tour di Johor Bahru, Malaysia ini bakal menjadi ancaman serius bagi para pegolf profesional lain.

Adapun pegolf senior, I Ketut Sugiarta, juga siap untuk kembali menjadi kampiun. Apalagi dua tahun sebelumnya pegolf Padang Golf Modern ini juga pernah menjadi juara di Matoa Nasional Golf Course.

Sementara itu, pemimpin Order of Merit PGA Tour of Indonesia saat ini, Jordan Irawan—juga tengah berada di Johor Bahru—telah menunjukkan perkembangan yang positif pada musim ini. Setelah meraih gelar perdananya sebagai seorang profesional di Sawangan, Jordan juga berhasil finis di peringkat ketiga di Padang Golf Modern.

Sebagai satu-satunya sirkuit golf nasional, IGT telah menjadi ajang yang ikut membantu meningkatkan kemampuan para pesertanya. Buah dari sirkuit yang baru memasuki musim ketiga ini ialah keberhasilan George Gandranata saat menjuarai PGM LADA Langkawi Championship, 26 Maret lalu.

Selain itu, format unik yang dimiliki IGT ini juga memungkinkan para pegolf amatir untuk bisa ikut berpartisipasi, sekaligus mempersiapkan diri mereka untuk berlaga di kancah regional dan internasional, juga ketika mereka memutuskan untuk beralih profesional.